Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Keceplosan


__ADS_3

Jika biasanya Axel melakukan pemanasan mulai dari atas turun ke bawah, kali ini kebalikannya. Ia memulainya dari bawah dan Anya tampak begitu menikmatinya. Malam panas kali ini mampu meredamkan rasa cemburu Axel yang membuncah.


Setelah permainan panas mereka, Anya langsung memejamkan matanya sambil memeluk Axel dengan manja. Sedangkan Axel masih belum bisa memejamkan matanya. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia masih sangat mengkhawatirkan jika rahasia yang selama ini ia pendam akan terbongkar.


Ia benar-benar tidak siap melepaskan Anya pergi darinya. Axel benar-benar tidak mampu membayangkan dirinya hidup tanpa istri kesayangannya ini. Matanya benar-benar tidak bisa dipejamkan sampai jam di kamarnya berdenting sebanyak 12 kali menandakan kini sudah masuk waktu dini hari.


Perlahan Axel melepaskan pelukannya dan menyelimuti Anya rapat-rapat. Selepas itu, ia memilih untuk keluar dan duduk di balkon kamarnya. Perlahan ia menyalakan korek untuk menyulut rokok yang selama ini tersimpan di dalam laci meja.


Selama Axel menikah dengan Anya, kebiasaan merokoknya benar-benar hilang karena ia hanya merokok saat buntu seperti sekarang ini. Perlahan ia mendekatkan rokoknya ke mulutnya, namun, tiba-tiba tangannya tertahan dan membuat Axel terkejut siapa yang sudah berdiri di belakangnya.


“Sayang!” pekik Axel dengan suara tercekat.


Kedatangan Anya yang tiba-tiba membuatnya sangat terkejut. Bahkan, Axel seperti anak SMA yang ketahuan merokok di belakang Gedung sekolah. Terlebih saat melihat tatapan tajam istrinya, membuatnya hanya bisa diam tidak berkutik.


Anya langsung mematikan api rokok yang kini dipegangnya dan langsung membuang bungkus rokok yang masih penuh ke dalam tong sampah.


“Sejak kapan Abang merokok? Bukankah selama ini Abang gak pernah konsumsi beginian?” tanya Anya menyelidik.


Axel menghela nafasnya panjang dan kemudian menarik tubuh Anya untuk duduk di pangkuannya.


“Sini, duduk dulu, Sayang!” ucap Axel. Setelah mendudukkan istrinya di pangkuannya, Axel langsung memeluk Anya dengan sangat erat.


“Maafin Abang, ya! Abang cuma lagi pusing aja, Sayang!” ungkap Axel yang sudah tidak kuat menahan beban pikirannya saat ini.


Anya sendiri mulai merasakan jika suaminya kini tengah menghadapi masalah yang besar dan tentunya belum ada jalan keluarnya. Baru kali ini Anya melihat Axel begitu terpuruk. Jika masalah bisnis, Axel terkenal sangat handal menyelesaikan urusan bisnis baik yang rumit sekalipun.


Tangan Anya perlahan mengusap punggung suaminya dengan sangat lembut, “Abang ada masalah apa sih emangnya?”

__ADS_1


Pertanyaan Anya kali ini membuat Axel menggigit bibir bawahnya kuat-kuat dan semakin mengeratkan pelukannya, “Aku sangat takut kehilanganmu, Sayang!” ungkap Axel yang akhirnya meluahkan ketakutannya dengan Anya.


Sedangkan Anya hanya bisa diam dalam pelukan Axel. Ia merasakan bagaimana ketakutan Axel kali ini dari degup jantung Axel yang sangat kencang. Hal ini justru membuat Anya bertanya-tanya, apa sebenarnya yang sedang disembunyikan oleh suaminya.


“Emmm, Apa Abang menyembunyikan sesuatu dari Anya, sampai Abang begitu takut kehilangan Anya?”


Deg! Lagi-lagi pertanyaan Anya membuat Axel semakin mengeratkan pelukannya dan membuat Anya sedikit kesulitan bernafas. Ia memilih untuk diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Anya, sampai Anya berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Axel.


“Baang!” panggil Anya sambil menangkupkan kedua tangannya di rahang Axel.


“Anya paham betul, pernikahan kita tidak didasari saling cinta di awal!”


“Tapi aku sudah sangat tertarik denganmu, sayang, saat Hellencia membuat jebakan kebakaran di dapur restoran!” ungkap Axel yang seketika membuat Anya terkejut bukan main mendengarnya.


“Apaa?!” pekik Anya sambil melepaskan tangannya di rahang Axel dan sedikit menjauh dari suaminya.


“Emmm, begini sayang! Bukan aku yang sengaja menjebakmu, melainkan Hellencia!” jelas Axel sambil menarik tubuh Anya agar tetap berdekatan dengannya.


“Okey, aku minta maaf untuk masalah ini! Sedikitpun tidak ada niatan dari lubuk hatiku untuk membuatmu merasa susah, Anya!” tutur Axel.


Anya yang sangat terkejut dengan penuturan Axel barusan hanya berusaha mengatur nafasnya yang menderu. Perlahan ia memandangi Axel yang menatapnya dengan penuh harap agar ia tidak merasa kecewa atas kenyataan ini.


Pria yang menjadikannya sebagai istri muda ini memang sangat berbeda dengan Axel yang dulu dikenal dingin dan tidak berperasaan. Axel memang tampak begitu mencintainya, mencurahkan seluruh perhatiannya untuk Anya, dan juga memperlakukan Anya sebagai ratu.


Mungkin jika Hellencia tidak menjebaknya dalam pernikahan konyol ini, bisa jadi sekarang ia hanya hidup sebatang kara tanpa ada seorangpun yang peduli. Berbeda dengan sekarang, Anya tidak hanya mendapatkan perhatian dari Axel, melainkan dari kedua orang tuanya juga yang begitu menyayanginya.


“Seharusnya, aku tidak marah bukan? Aku justru harus berterima kasih dengan Miss Hellen yang sudah memberikan kebahagian lengkap untukku selepas kedua orang tuaku meninggal dunia.”

__ADS_1


Penuturan Anya kali ini membuat Axel mulai bernafas lega, “Jadi kamu gak marah, Sayang?” tanya Axel dan Anya pun membalasnya dengan senyuman sambil menggelengkan kepalanya.


“Tidak, Bang! Anya cuma sedikit kaget aja tadi!” balas Anya.


Perlahan Anya mengikir jaraknya dengan Axel dan menyandarkan kepalanya dengan manja di dada bidang suaminya.


“Harusnya Anya juga sangat bersyukur memiliki kalian semua! Anya sangat mencintaimu, Bang!” tutur Anya sambil menggenggam jemari Axel dengan erat.


“Anya juga sangat menyayangi Papa dan Mama! Jadi, jangan pernah takut untuk kehilangan, Anya!”


“Percayalah, Anya akan memperjuangkan hubungan pernikahan kita sampai kapanpun!”


Ucapan Anya kali ini bagaikan tetesan embun di padang pasir. Axel mulai tenang dan tidak segusar tadi.


“Berjanjilah untuk tetap ada di sampingku, Sayang!” pinta Axel sungguh-sungguh.


“Yaa, Aku, Divanya Elea Razil berjanji, akan selalu berada di samping suamiku tersayang, Axello Richandra sampai akhir nafasku. Dalam keadaan apapun itu, aku akan terus berada di sampingmu, Bang! Meski aku harus tersakiti!” ucapan Anya kali ini membuat Axel sangat lega mendengarnya.


“Terima kasih istriku, Sayang! Mulai saat ini, aku akan terus memperjuangkanmu dan juga anak kita!” balas Axel sambil menatap sorot mata Anya lekat-lekat.


Anya pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum membuat Axel mendaratkan bibirnya tepat di bibir istrinya dan memagutnya pelan. Setelah itu ia lepaskan dan mengusap bekas pagutannya.


“Terima kasih karena sudah menjadi wanita yang hebat untukku!” ucap Axel yang kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Anya.


Kemudian Axel pun menggendong tubuh istrinya ala koala dan masuk ke dalam kamarnya sambil tetap berciuman. Sesampainya mereka di atas tempat tidur, Axel pun mulai melucuti piyama yang dikenakan Anya dan mereka kembali menghangatkan tubuh mereka dengan permainan panas mereka yang kedua kalinya malam ini.


Tepat pukul dua dini hari, keduanya mulai terlelap sambil saling berpelukan di dalam selimut tebal. Kali ini, Axel sama sekali tidak mengizinkan Anya mengenakan kembali piyamanya dan membiarkan kulit mereka saling bersentuhan sampai pagi tiba.

__ADS_1


 


__ADS_2