HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN

HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN
MEMILIH MELEPASKAN


__ADS_3

" Apa sayang?" Tanya Jia sambil mengelus kepala putrinya.


" Aku harap Mama bisa mencari pria lain, jangan om Wahyu yang sudah memiliki istri." Ucap Valle hati hati.


Bukannya marah, Jia malah tersenyum.


" Iya sayang, sebelum ini terjadi Mama memang sudah berniat untuk mengakhiri hubungan Mama dengan om Wahyu. Mama telah menyadari jika itu sebuah kesalahan dan akan terus menjadi kesalahan jika di teruskan sayang. Mama merasa malu karena telah berbuat hina di depanmu. Maafkan Mamamu yang buruk ini sayang, Mama tidak bisa menjadi contoh yang baik untukmu. Kalau kau sudah dewasa dan sudah menikah nanti, jangan pernah meniru perbuatan Mama yang mengkhianati papamu ini sayang. Berikan kesetiaanmu kepada suamimu, dan kau harus selalu menjaga kesetiaan itu selamanya." Ujar Jia menasehati putrinya.


" Tergantung bagaimana sikap suamiku kepadaku nanti Ma, kalau seperti papa aku tidak bisa menjamin untuk memberikan kesetiaanku kepadanya." Ujar Valle.


" Sikap papa baik baik saja, bahkan sampai sekarang papa selalu setia dan mencintai Mama. Hanya Mama yang kurang bersyukur dan kurang sabar menghadapi sikap dingin papamu Nak. Bagaimanapun papamu orang yang bertanggung jawab dan mencintai keluarga." Ucap Jia menyembunyikan kebenaran dari Valle.


Dengan Valle mengetahui perselingkuhannya saja ia sudah terluka, dan Jia tidak mau menambah luka di dalam hati Valle dengan memberitahu Valle yang sebenarnya terjadi pada papanya. Namun Jia tidak tahu jika Valle sudah tahu semuanya, karena ia telah menguping apa yang papanya katakan tadi.


" Mama terlalu baik kepada papa, sampai sampai Mama mau menutupi kesalahan papa dengan mengakui kesalahan Mama sendiri." Ucap Valle.


Jia duduk di ranjang, begitupun dengan Vale. Mereka saling melempar pandangan satu sama lain.


" Apa maksud ucapanmu itu sayang? Memang Mama yang salah di sini. Mama yang tega dan tidak punya hati karena telah mengkhianati papamu." Ujar Jia masih berusaha menutupinya.


" Lalu bagaimana dengan yang papa lakukan Ma? Menikah siri hingga istri mudanya melahirkan seorang anak. Apa itu bukan kesalahan namanya?"


Jia benar benar terkejut mendengar ucapan Valle. Ia tidak menyangka jika Valle tahu semuanya. Ia dapat melihat luka yang Valle rasakan melalui matanya.


" Apa kau menguping pembicaraan kami tadi?" Tanya Jia memastikan.


" Iya Ma, setelah papa membuat gaduh aku berlari ke kamar Mama dan aku mendnegar semuanya." Sahut Valle.

__ADS_1


" Valle dapat merasakan sakit yang Mama rasakan saat ini." Sambung Valle meneteskan air mata.


Jia menarik Valle ke dalam pelukannya, ia berusaha menenangkan Valle tapi pada kenyataannya ia tidak bisa. Ia justru ikut menangis. Keduanya menangis pilu mengeluarkan kesedihan di dalam hatinya.


" Maafkan kami sayang, maafkan kami yang telah melukaimu. Kami tidak bermaksud menyakitimu sayang. Hiks.. Mama tidak berpikir sebelumnya jika apa yang Mama lakukan akan menyakitimu hiks.. Mama benar benar tidak pantas menjadi seorang ibu. Mama tidak bisa di jadikan panutan untuk putri Mama tercinta ini. Mama tidak bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk kalian berdua. Jika saja Mama lebih sabar menghadapi sikap papamu, pasti semua ini tidak akan terjadi sayang. Jika saja Mama bisa lebih baik menjaga papamu, pasti papamu tidak akan mengalami hal buruk seperti ini. Maafkan Mama sayang. Mama benar benar meminta maaf padamu." Berulang ulang Jia meminta maaf kepada putrinya. Ia merasa telah menjadi ibu yang buruk untuk Valle.


" Jangan menyalahkan diri Mama sendiri karena bukan Mama yang salah di sini, tapi Papa. Kalau papa bisa memberikan perhatian lebih kepada Mama, Mama pasti tidak akan berpindah ke lain hati. Dan bukan Mama yang harus menjaga papa, tapi papa sendiri yang harus menjaga dirinya sendiri."


" Mengurus diri sendiri tidak bisa, bukannya mengurus Mama tapi papa justru mengabaikan Mama. Ini semua karena kesalahan papa. Aku membenci papa seumur hidupku Ma." Ucap Valle mengepalkan erat tangannya.


Cukup sudah ibunya merasa tertekan dan terkekang selama ini. Valle tidak akan membiarkan Jia merasakan sakit lagi, apalagi hal yang lebih menyakitkan dari ini. Valle akan memastikan jika Jia akan berpisah dari Alex. Ia tidak mau Jia menderita karena harus menerima madu dan anak dari suami kedua papanya.


Tanpa mereka sadari, Alex mendengar dan melihat apa yang merek lakukan. Ia menangis tergugu sambil membekap mulutnya agar tidak terdengar oleh dua penghuni kamar yang sedang saling memberikan dukungan itu. Alex bangga kepada Valle yang mampu memberikan dukungannya dengan penuh kepada mamanya. Jika pun suatu hari nanti ia dan Jia akan berpisah pada akhirnya, ia tidak merasa terlalu mengkhawatirkan Jia karena ada Valle, sang anak sekaligus sahabat yang akan selalu berada di sampingnya.


Alex kembali ke kamarnya, ia mengemas barang barangnya ke koper miliknya yang biasa ia gunakan untuk keluar kota. Ia cukup sadar diri untuk tidak memaksa Jia lagi. Bukankah ini yang ia inginkan? Bukankah ia menginginkan Jia mendapat pria lain yang lebih baik darinya?


Alex merasa tidak ada gunanya memaksakan kehendaknya, bukan hanya Jia yang membenci dirinya namun Valle juga. Ia tidak mau membuat keduanya semakin menderita. Apalagi Valle mendukung hubungan Jia dengan kekasihnya itu berarti pri itu jauh lebih baik darinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesuai rencananya, pagi ini selesai sarapan Alex berpamitan dengan Jia dan Valle. Mereka masih duduk di meja makan dengan santai.


" Valle." Panggil Alex menatap Valle.


" Hmm." Gumam Valle.


Alex paham jika Valle hanya bergumam itu tandanya ia dalam mode kecewa.

__ADS_1


" Papa minta maaf karena telah menyakiti kamu dan mama kamu. Papa tahu kamu sudah mengetahui apa yang terjadi di antara kami. Kau benar sayang, bukan Mama yang salah tapi Papa. Papa tidak akan membela diri di sini karena memang dari dulu Papa orang yang cuek. Apalagi setelah insiden delapan bulan yang lalu, sikap Papa kepada mamamu semakin menjadi hingga membuat mamamu merasa nyaman dengan pria lain." Alex menghirup nafas sedalam dalamnya.


" Papa akan pergi dari sini, rumah ini milikmu. Papa tidak akan mengambilnya, Papa berharap setelah ini kita masih bisa menjalin hubungan kekeluargaan seperti seperti sebelumnya. Mungkin Papa akan menjadi mantan suami Mama kamu, tapi Papa tidak akan pernah menjadi mantan Papa kamu sayang. Karena sebelum kamu menikah, kamu masih milik Papa sepenuhnya." Ucap Alex.


" Dan kamu Jia." Alex beralih menatap Jia, sang istri tercinta.


" Maafkan aku karena aku telah menyakitimu, tapi semua yang aku katakan bukanlah kebohongan. Aku memang mengkhianati pernikahan kita dengan menikahi Ayu. Tapi aku tidak pernah mengkhianati cinta kita, karena sampai saat ini aku hanya mencintaimu. Hanya kamu pemilik cinta dan hati ini." Ujar Alex.


" Aku minta maaf Mas." Ucap Jia menatap Alex dengan tatapan sayu.


" Bukan kamu yang salah Jia, aku lah yang salah di sini. Aku yang seharusnya minta maaf padamu. Maafkan aku! Aku pergi bukan karena aku tidak mencintaimu ataupun karena aku sudah tidak ingin bersamamu. Tapi aku pergi karena aku menyadari kesalahanku. Aku tidak ingin memaksakan kehendakku untuk kita tetap bersama, karena aku tahu itu hanya akan menyakitimu saja. Jaga diri baik baik! Dan jaga anak kita. Aku akan menunggu surat gugatan cerai darimu. Tapi jika kau berubah pikiran, aku akan sangat bahagia untuk hal itu. Sekali lagi maafkan aku!" Ucap Alex.


Alex beranjak dari kursinya, ia berlalu dari dapur menuju kamarnya. Jia dan Valle hanya diam saja tanpa mampu menahan kepergian Alex. Keduanya nampak sedih dengan semua yang terjadi pada keluarganya.


Alex keluar dari kamar sambil menyeret kopernya. Ia menatap Jia dan Valle bergantian. Ia memandang dua orang yang mereka cintai cukup lama, setelah itu ia segera berlalu dari rumah yang telah menjadi kenangan selama tiga belas tahun ini.


Jia menatap Valle, begitupun sebaliknya. Tersirat kesedihan yang mendalam di dalam hati mereka namun mereka berusaha untuk tetap tenang. Jia mengulas senyuman di wajahnya, di balas senyuman oleh Valle.


Mau sekuat apapun mereka menyembunyikan kesedihannya, pada kenyataannya keduanya kuasa menahan sesak di dadanya. Tiba tiba Valle memeluk Jia, mereka kembali menumpahkan air mata. Jia tidak pernah menyangka jika hubungan yang ia jaga selama ini berakhir sampai di sini dan dengan cara yang sangat luar biasa.


" Maafkan aku Mas! Maafkan aku yang tidak pandai menahan badai yang menerjang rumah tangga kita. Aku tidak tahu kenapa aku serapuh ini, maafkan aku!" Batin Jia.


Huaaaaa... Author sendiri malah yang mewek ini...


Udah double up nih.. Author tunggu kopinya...


Jangan lupa telan like koment vote dan hadiahnya bair author semangat mengetiknya ya...

__ADS_1


Miss U All...


TBC....


__ADS_2