HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN

HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN
MERASA TERUSIK


__ADS_3

Di dalam rumah mewah milik Argham, saat ini Jia sedang duduk di lantai beralaskan karpet bulu bersama Raffa. Ia menyuapi bubur bayi pada Raffa dengan telaten, ia sengaja mengajak Raffa mainan agar bisa makan banyak.


" A' lagi sayang." Jia menyodorkan sesendok bubur bayi ke depan mulut Raffa. Dengan pintarnya Raffa membuka mulutnya lalu mengunyah makanan itu sambil berceloteh.


" Mam.. Mam.. " Celoteh Raffa sambil melempar lemparkan mainannya. Tentunya mainan yang terbuat dari bahan elastis agar tidak membuatnya terluka.


" Iya anak pintar, makan yang banyak biar cepet gedhe." Jia melanjutkan kegiatan menyuapi Raffa sampai habis. Selesai makan Jia mengajak Raffa bermain sebentar lalu memandikannya.


Selesai mandi dan memakaikan baju, Jia membawa Raffa turun ke bawah, ia membiarkan Raffa bermain di lantai sambil mengajarinya berdiri sendiri tanpa berpegangan. Tak lama bel rumah berbunyi. Jia meminta bi Ijah untuk membukanya. Tak sampai lima menit, bi Ijah kembali menghampiri Jia.


" Non Jia, di depan ada Non Lora yang ingin bertemu dengan Raffa katanya. Apa Bibi harus mempersilahkannya masuk atau bagaimana." Ujar bi Ijah.


Jia nampak berpikir sejenak, ia merasa bingung. Apakah ia boleh mengijinkan Lora menemui Raffa atau tidak, karena sepertinya Argham tidak menyukai Lora. Namun ia juga tidak memberikan larangan.


" Minta dia untuk menunggu sebentar Bi! Aku akan menelepon Mas Argham dulu." Tidak mau mengambil resiko, Jia segera menggendong Raffa lalu berjalan menuju kamarnya. Baru saja ia menginjakkan kakinya di tangga pertama, suara Lora sudah mengagetkannya.


" Mau di bawa kemana keponakanku? Kau tidak berhak menyembunyikan Raffa dariku. Aku tantenya dan hanya aku yang berhak menjadi ibunya. Bukan kamu yang hanya orang lain, Jia." Ucap Lora.


Jia mengurungkan niatnya untuk menaiki tangga, ia mendekati Lora tanpa takut sehingga lalu berdiri di depan Lora. Jia menatap Lora dengan tajam, ia tahu bagaimana caranya menghadapi tipe tipe wanita sepertinya.


" Yang menentukan berhak dan tidaknya itu bukan kamu, tapi Mas Argham. Karena dia orang yang paling berhak atas diri Raffa bukan kamu nona Lora." Ucap Jia penuh penekanan. Lora melotot mendengar ucapan Jia. Ia tidak menyangka jika Jia seberani ini padanya. Ia pikir Jia wanita yang mudah di tindas, namun rupanya ia salah. Ia mengepalkan erat tangannya.


" Jadi kau tidak perlu repot repot mengingatkanku akan hal itu. Walaupun aku tahu jika nantinya Mas Argham pasti akan menyerahkan hak Raffa sepenuhnya padaku setelah kami menikah namun aku akan tetap menghargai mas Argham sebagai ayahnya Raffa." Sambung Jia tersenyum sinis.

__ADS_1


" Jangan bermimpi Jia! Kak Argham tidak akan pernah menikahimu. Akulah satu satunya wanita yang akan menjadi pengganti kak Leona, bukan dirimu ataupun orang lain." Ucap Lora membalas senyuman sinis Jia.


" Iya kah?" Tanya Jia menatap remeh ke arah Lora.


" Aku rasa tidak seperti itu, wanita yang akan menjadi ibu dari Raffa adalah wanita yang Mas Argham cintai. Bukan wanita yang pura pura peduli pada keponakannya dengan tujuan memaksa menikah dengannya. Apa kau tahu siapa wanita yang di cintai Mas Argham?" Ucapan Jia membuat Lora sedikit terkejut.


" Baiklah akan aku beri tahu, satu satunya wanita yang Mas Argham cintai itu adalah aku." Ucap Jia menunjuk dirinya sendiri.


" Dan dapat di pastikan kalau akulah wanita yang akan di nikahi oleh Mas Argham, bukan kamu." Sambung Jia.


" Ya Tuhan semoga mas Argham tidak akan pernah tahu kalau aku berbicara omong kosong seperti ini, atau aku akan menanggung malu seumur hidupku." Ujar Jia dalam hati.


" Kau bisa lihat siapa wanita yang akan di nikahi oleh kak Argham, aku atau kamu." Ucap Lora.


" Jika kau berani menikah dengan kak Argham maka aku akan melenyapkan Raffa."


Deg...


Jantung Jia terasa berhenti berdetak, emosi memuncak begitu saja di dalam hatinya, ia kembali menghampiri Lora di bawah sana. Manik matanya menatap Lora dengan tajam.


" Berani kau mencelakai Raffa walaupun seujung kuku pun, aku akan melenyapkan seluruh keluargamu. Ayahmu dan ibumu akan lenyap di tanganku." Ancam Jia mengepalkan erat tangannya hingga buku buku jarinya memutih di depan wajah Lora membuat Lora bergidik ngeri. Jia tidak terima jika ada orang yang mengancam keselamatan Raffa. Apalagi orang seperti Lora.


" Walaupun Raffa bukan darah dagingku tapi aku menganggapnya sebagai putra kandungku sendiri, aku tidak akan membiarkan satu orang pun menyakitinya. Aku akan membuat perhitungan dengan orang yang mempunyai niat jahat padanya. Kau harus tahu itu dan kau juga harus merasakannya." Teriak Jia di akhir kalimatnya sambil mendorong kuat tubuh Lora hingga...

__ADS_1


Brak...


Lora jatuh terduduk di lantai, punggungnya menubruk meja yang ada di ruang keluarga hingga membuatnya meringis kesakitan.


" Awh sialan." Umpat Lora sambil mengelus punggungnya.


" Ini belum seberapa Lora, jika sampai kau menyentuh Raffa apalagi melukainya, kau akan merasakan akibatnya yang lebih parah dari ini. Atau kalau perlu aku akan melenyapkanmu saat itu juga." Ancam Jia.


Jia mendekati Lora, tanpa belas kasihan ia menginjak punggung tangan Lora membuat Lora memekik kesakitan.


" Argh... Jia sialan." Teriak Lora.


Jia meninggalkan Lora begitu saja, ia masuk ke dalam kamar Argham lalu menguncinya dari dalam. Ia segera menidurkan Raffa dengan cara memeluknya lalu mengelus dada Raffa dengan pelan sampai terpejam.


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di dalam ruangan berac dan berukuran enam kali enam, Argham nampak duduk di kursi kebesarannya sambil tersenyum lebar. Sedari tadi matanya tidak jauh jauh dari laptop yang menampilkan rekaman CCTV di rumahnya. Ia dapat melihat semua yang terjadi di antara Lora dan Jia. Ia tidak menyangka jika Jia wanita tangguh yang tidak mudah di tindas oleh orang lain. Tekadnya untuk mendapatkan Jia semakin kuat, ia yakin jika Jia adalah wanita yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya.


" Aku harus mencari cara untuk mendapatkan Jia, namun aku tidak boleh terkesan memaksanya. Tapi kira kira apa yang harus aku lakukan?" Argham mengetuk ngetukkan pensilnya pada meja hingga menimbulkan bunyi berirama sambil memikirkan sesuatu. Terkadang ia mengerutkan keningnya, kadang ia memejamkan matanya sampai pada ia melebarkan senyumnya. Ia berhasil mendapatkan cara untuk membuat Jia mau menikah dengannya. Dengan cara apakah Argham akan merayu Jia?


Penasaran? Tunggu di bab selanjutnya.


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2