HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN

HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN
BERUSAHA MEMBANTAH


__ADS_3

Suasana menjadi mencekam seperti berada di tengah tengahnya jalannya keputusan sidang. Jantung Jia dan Wahyu sama sama berdetak sangat kencang bagai genderang mau perang. Wahyu menatap Jia begitupun sebaliknya. Begitu juga dengan Argham dan Alex, mereka menatap keduanya bergantian.


Wahyu tersenyum menatap mereka semua.


" Semua orang tahu kalau aku dan Jia punya hubungan."


Deg...


Ucapan Wahyu membuat semua orang terkejut termasuk Jia. Jantungnya berpacu dengan cepat secepat kilat menyambar. Ia merasa cemas jika sampai Wahyu mengatakan yang sebenarnya tentang kebenaran hubungan mereka. Akan lebih baik jika Alex dan Argham tidak tahu menahu soal itu.


" Kami berteman sejak dulu, wajarkan kalau kami saling chat an. Apa kamu menemukan chat yang bersifat pribadi di situ sampai kamu berpikiran kalau aku dan Jia memiliki hubungan khusus?" Wahyu menatap Argham begitupun sebaliknya. Argham diam saja karena memang tidak ada chat yang bersifat pribadi seperti layaknya sepasang kekasih yang sayang sayangan.


" Tidak kan? Lalu kenapa kau bisa menyimpulkan kalau kami ada hubungan selain pertemanan? Kau membuat semua orang salah paham saja. Kasihan Jia sampai ketakutan begitu wajahnya." Sambung Wahyu menatap Jia.


Argham dan Alex pun ikut menatap Jia. Jia nampak menundukkan kepalanya, ia merasa lega Wahyu dapat mengelak tuduhan Argham.


" Jia, maafkan aku! Aku tidak bermaksud menyudutkanmu." Ucap Argham mendekati Jia. Ia duduk di samping Jia membuat Alex memanas.


" Tidak apa apa, sekarang semuanya sudah jelas kan? Aku tidak ada hubungan apa apa dengan Wahyu Tolong jangan berpikir buruk tentang hubunganku dengannya. Aku permisi." Jia masuk ke dalam kamarnya, ia merebahkan tubuhnya di samping Raffa. Ia mengelus elus kepala Raffa dengan lembut.


Di ruang tamu, Wahyu, Argham dan Alex saling melempar pandangan. Alex beranjak dari kursi lalu menyusul Jia ke kamarnya. Kamar yang dulu ia huni bersama Jia dengan penuh kebahagiaan. Merasa ada seseorang yang masuk ke kamarnya, Jia beranjak dari posisinya. Ia duduk di tepi ranjang, begitupun dengan Alex. Ia duduk di samping Jia.

__ADS_1


" Jia, setelah aku pikir pikir aku mau pulang saja ke kampung. Aku ingin menata hati dan hidupku setelah ini. Kau tenang saja, untuk biaya hidup Valle biarkan aku yang menanggungnya. Aku akan berusaha mencari pekerjaan untuk tanggung jawabku menafkahi Valle." Ujar Alex.


" Aku tidak bisa menahan ataupun mendorongmu Mas, aku dukung semua keputusanmu. Semoga setelah ini kau bisa menemukan kebahagiaan. Aku minta maaf karena aku tidak bisa membuat keluarga kita bersatu seperti dulu lagi. Perasaan tidak bisa di paksakan Mas, walaupun aku berusaha untuk mencintaimu lagi tapi pada kenyataannya aku tidak bisa. Hati dan cintaku telah terpaut untuk orang lain. Maafkan aku!" Ucap Jia menundukkan kepalanya.


Alex mengepalkan erat tangannya menahan sakit sekaligus emosi di dalam hatinya setelah mendengar apa yang Jia katakan padanya.


" Tidak apa apa, mungkin sudah takdir kita berdua tidak bisa bersama." Sahut Alex.


" Kau istirahatlah! Aku kembali ke kamar Valle dulu." Ujar Alex beranjak dari duduknya keluar dari kamar Jia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam rumah mewah berlantai tiga, Erik menyeret Ayu menuju kamar tamu. Ia mendorong tubuh Ayu hingga punggungnya menubruk pinggiran ranjang yang terbuat dari kayu.


" Aku sudah menanti wanti dirimu untuk membuang buku sialan itu, tapi kenapa kau malah menyimpannya hah?" Bentak Erik menunjuk dahi Ayu dengan kasar.


Ayu sengaja menyimpan buku itu karena ia akan menjadikan buku itu sebagai kenangan pertama buah hatinya. Ia tidak menyangka jika Alex akan menemukannya, padahal selama ini Alex tidak pernah tertarik masalah bayinya. Ia hanya sesekali mendatangi Ayu untuk memberikan biaya hidup selama kehamilannya. Hal ini membuat Ayu tidak mengkhawatirkan akan hal itu.


Tapi siapa sangka jika semua ini akan terjadi kepadanya, Alex mengetahuinya dan juga menceraikannya. Kini tidak ada seorang pun yang bisa Ayu jadikan sebagai tumpuan hidup. Ayah dari bayinya saja tidak peduli padanya. Haruskah ia menyalahkan dirinya sendiri atau Erik? Ayu benar benar bingung saat ini, ia hanya bisa pasrah pada keadaan.


" Tapi aku tahu kalau kau wanita bodoh, kau merasa paling pintar dengan menyimpan buku itu. Kau pasti merasa yakin kalau Alex tidak akan menemukan buku itu kan? Kau memang tidak bisa di andalkan." Cibir Erik.

__ADS_1


" Kau harus mendekati Alex lagi, jangan biarkan Alex kembali pada Jia. Aku akan mulai mendekati Jia melalui anaknya." Ujar Erik.


" Aku tidak mau." Sahut Ayu membuat Erik terkejut karena Ayu berani membangkangnya.


" Jangan mengurusi hidup mereka lagi Erik! Lebih baik kita bentuk keluarga bahagia bersama anak kita. Dia membutuhkanmu, dia membutuhkan kasih sayangmu sebagai seorang ayah. Aku akan melakukan apapun asalkan kau mau menikahiku dan menjadikan aku sebagai istrimu yang sebenarnya. Aku mencintaimu Erik, dan sampai kapan pun aku akan mencintaimu." Ujar Ayu mendongak menatap Erik.


" Persetan dengan cintamu, aku tidak mencintaimu. Kau hanya pelampiasan bagiku, kalau bukan karena media dan para petinggi perusahaan memaksaku untuk membawamu, aku tidak akan mau membawamu kemari. Aku hanya mencintai Jia, hanya Jia, Jia dan Jia. Bukan kamu ataupun orang lain." Ucap Erik kukuh.


Bagai di tusuk pisau yang runcing dan tajam, hati Ayu terasa begitu pilu. Rasa sakit menjalar ke dalam hatinya dengan begitu dalam mendengar ucapan Erik yang terkesan merendahkannya. Ia baru menyadari akan posisinya dalam hidup dan hati Erik. Ingin rasanya ia berteriak lalu memaksa Erik untuk menerimanya dan mencintainya sekarang juga, namun ia tidak akan menghadapi permasalahan ini dengan emosi. Ia akan menerima segala sikap dan perlakuan Erik kepadanya. Ia yakin, jika suatu saat nanti Erik bisa menerimanya dan Mikayla dengan penuh cinta.


" Terserah kau saja, berusahalah sendiri untuk menarik hati Jia. Aku tidak mau terlibat urusan dengan mas Alex lagi. Aku tidak punya masalah padanya. Setelah aku menjadi ibu, aku ingin memberikan contoh yang baik pada anakku. Maafkan aku jika aku tidak bisa lagi membantumu." Ucap Ayu beranjak. Ia naik ke atas ranjang menidurkan Mikayla di sampingnya.


Erik yang melihatnya merasa geram.


" Aku akan membuangmu Ayu! Pergilah dari sini dan jangan mengganggu hidupku lagi." Ucap Erik.


" Aku berada di sini karena menjaga kehormatanmu. Kalau media tahu kau tidak bertanggung jawab padaku, kau akan kehilangan posisimu di perusahaanmu sendiri. Jadi biarkan aku tetap di sini maka posisimu akan aman." Ucap Ayu.


Entah keberanian darimana Ayu bisa membantah Erik. Ya.. Ada beberapa petinggi perusahaan yang tidak jadi menarik sahamnya karena mereka menganggap Erik sangat berkompeten, mereka tidak mau melibatkan masalah pribadi dengan masalah perusahaan. Itu sebabnya mereka masih mempercayakan Erik sebagai CEO di perusahaannya dengan syarat ia harus bertanggung jawab kepada Ayu dan Mikayla.


Erik yang merasa kesal pun meninggalkan kamar yang akan di huni oleh Ayu selama tinggal di rumahnya. Ayu tersenyum menatap kepergian Alex.

__ADS_1


" Aku akan menggunakan Mikayla untuk mengejar cintamu Rik. Semoga aku berhasil melakukannya."


TBC....


__ADS_2