
Di dalam ruangan ber AC yang nampak sangat nyaman bagi sang penghuni, Argham sedang fokus menyelesaikan pekerjaannya. Matanya fokus menatap layar komputer sedangkan jari jemarinya menari lihai di atas keyboard.
Ceklek....
Argham menoleh ke arah pintu, nampak Lora berjalan melenggak lenggok masuk ke dalam mendekati Argham.
" Mau apa kau kemari?" Tanya Argham menatap tajam ke arah Lora.
" Mama memintaku kemari untuk mengajakmu dan Raffa makan siang. Sekalian aku ingin pdkt dengan calon suami dan anakku." Sahut Lora tidak tahu malu, ia duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Argham menghentikan pekerjaannya. Ia menatap tajam Lora dengan perasaan kesal di dalam hatinya. Ia beranjak dari kursinya lalu berdiri di depan Lora sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya.
" Jangan bermimpi bisa menjadi ibu dari anakku, aku tidak sudi menikah denganmu. Lebih baik aku menduda seumur hidupku daripada memiliki istri sepertimu. Sekarang pergilah! Aku sedang banyak pekerjaan, kau hanya membuat moodku menjadi buruk saja. Pergilah sekarang juga sebelum aku meminta satpam untuk menyeretmu keluar dari sini." Ucap Argham.
" Jia bukan wanita baik baik Kak."
Argham langsung melotot begitu mendengar ucapan Lora. Ia tidak terima Lora merendahkan Jia. Wanita yang telah menjadi penghuni hatinya saat ini.
" Aku melihat Jia bersama dengan pria di rumahnya, aku kira dia punya hubungan dengan pria itu karena mereka nampak mesra." Ucap Lora tersenyum smirk.
Argham benar benar terkejut mendengar ucapan Lora. Ia menatap Lora dengan tatapan menyelidik.
" Tadi aku ke rumahmu, tapi sebelum aku turun dari taksi aku melihat Jia membawa Raffa keluar rumah, dia membawa Raffa ke rumahnya dengan menggunakan sepeda motor Kak. Bagaimana kalau Raffa kenapa napa?" Argham hanya biasa membungkam mulutnya. Ia ingin tahu bagaimana Lora bisa tahu apa yang telah Jia lakukan. Lebih tepatnya Argham merasa cemburu mendengar Jia bersama pria lain.
__ADS_1
" Untuk memastikan jika keponakanku baik baik saja, aku mengikuti motornya dari belakang sampai di rumah sederhana yang aku yakini itu adalah rumahnya. Ternyata dia sudah di tunggu oleh seorang pria. Dan apa kau tahu apa yang di lakukan mereka berdua?" Lagi lagi Argham hanya bisa bungkam mendengarkan Lora berbicara.
" Mereka berpelukan Kak, bahkan pria itu mencium kening Jia. Lalu pria itu merangkul Jia masuk ke dalam. Kalau mereka tidak punya hubungan, tidak mungkin kan? Apalagi aku dengar Jia janda anak satu, jangan jangan itu mantan suaminya. Walaupun mereka telah berpisah, tapi di antara mereka ada anak Kak. Bisa jadi mereka berencana untuk rujuk."
Argham mengepalkan erat tangan mendengar ucapan Lora. Tiba tiba emosi memuncak di dalam hatinya.
" Darimana kau tahu status Jia?" Tanya Argham.
" Aku menyelidikinya, aku harus memastikan jika yang menjadi istrimu adalah wanita yang baik. Namun pada kenyataannya dia wanita hina." Ucap Lora menghina.
" Lalu bagaimana dengan kakakmu? Bagaimana dengan Alena? Apa dia wanita baik?" Pertanyaan Argham menohok hati Lora.
" Kak Lena wanita yang baik, dia...
" Demi keluarganya dia rela berbuat apapun termasuk meninggalkan aku di saat aku terjatuh dan menjual dirinya kepada pria lain saat mengandung anakku."
Pedih... Hati Argham bagaikan di sayat sembilu saat mengatakan hal itu. Bagaimana tidak? Kehidupan sebelumnya bagaikan momok mengerikan di dalam hidupnya. Alena... Sang istri tercinta tega meninggalkannya di saat ia berada pada titik paling bawah. Perusahaan yang di pimpin Argham mengalami kebangkrutan, mendadak Argham menjadi pria miskin yang tidak punya apa apa, bahkan ia kehilangan rumah yang menjadi kenangan hidupnya bersama Alena selama bertahun-tahun lamanya. Karena desakan dari keluarganya, Alena meninggalkannya di saat ia usia kandungannya baru lima minggu, ia rela menjadi wanita penghibur demi mencukupi kebutuhan keluarganya.
Saat itu Argham benar benar merasa terpuruk, berkali kali ia membujuk Alena untuk kembali bersamanya namun Alena tidak mau. Hingga Alena melahirkan Raffa, ia mengalami pendarahan hebat hingga nyawanya tidak bisa di selamatkan. Saat itu tidak ada yang peduli pada babby mungil yang baru lahir ke dunia itu. Lora dan keluarganya bahkan tidak mau melihat darah daging mereka. Hingga Argham bertekad untuk membesarkan anaknya sendiri.
Saat usia Raffa menginjak enak bulan, perusahaan Argham kembali normal. Bahkan perusahaan berkembang pesat hingga saat ini. Dari sinilah Argham bisa memahami arti kehidupan. Ia bertekad untuk mencari sosok istri yang berhati lembut dan bisa berpikir dewasa, yang lebih penting adalah memiliki kasih sayang yang tiada tara seperti Jia. Mengingat hal itu, Argham jadi teringat Jia. Ia segera mengambil kunci mobil di atas mejanya lalu keluar begitu saja meninggalkan Lora.
Tidak lupa Argham menelepon Gandi lalu memintanya untuk mengawasi Lora yang masih tinggal di dalam ruangan. Ia turun ke bawah menggunakan lift menuju parkiran mobilnya. Sampai di parkiran, Argham segera melajukan mobilnya menuju rumah Jia. Di dalam perjalanan nampak Argham sedang memikirkan sesuatu, ia menebak nebak siapa pria yang datang menemui Jia saat ini? Hingga dua puluh menit kemudian, Argham sampai di kediaman Jia. Ia dapat melihat motor matic Jia yang terparkir di depan rumah, itu tandanya Jia masih ada di sana.
__ADS_1
Sedangkan di dalam rumah, saat ini Jia duduk di sofa menghadap mantan suami dan ibu mertuanya.
" Jia, ibu tahu kalau Alex salah. Tapi alangkah lebih baik jika kamu memaafkannya dan kembali kepadanya. Ibu akan menjamin Alex pasti akan merubah sikapnya padamu. Kasihan Valle Nak, Valle membutuhkan sosok ayah kandung untuk mendampingi pertumbuhannya. Berpikirlah dengan jernih Jia! Jangan mementingkan diri sendiri, jika masih bisa di perbaiki untuk apa kalian berpisah. Kembalilah pada Alex, ibu akan sangat bahagia kalau kalian bisa rujuk kembali." Ucap bu Lastri, ibu dari Alex.
Mendengar itu Argham menghentikkan langkahnya di balik pintu, ia ingin mendengar jawaban dari mulut Jia.
" Maaf Bu! Valle sudah besar, dia bisa memahami apa yang aku rasakan saat ini. Walaupun aku kembali pada Mas Alex, kami tidak akan hidup bahagia Bu. Perasaanku sudah tidak sama lagi seperti dulu. Aku tidak mau memaksakan keadaan, karena aku pernah merasakan sakitnya terpaksa bertahan. Sekali lagi maafkan aku Bu!" Ucap Jia. Argham merasa lega mendengar jawaban yang Jia berikan kepada ibu mertuanya. Ia masih punya harapan untuk mendapatkan Jia setelah ini.
" Baiklah ibu tidak akan memaksamu lagi, kalau ibu banyak salah selama ini ibu minta maaf padamu. Kalau begitu ibu permisi dulu." Ucap bu Lastri. Tidak ada gunanya ia berada di sini, buktinya selama hampir satu jam ia di sana berusaha membujuk Jia namun Jia tetap tidak mau kembali kepada putranya.
" Ayo Lex kita pulang!" Ajak Bu Lastri beranjak dari tempat duduknya.
Alex dan ibunya kelaur dari rumah Jia, mereka menghentikkan langkahnya saat berhadapan dengan Argham yang berdiri di depan pintu. Bu Lastri menatap Argham dengan intens.
" Jia, siapa dia?" Tanya bu Lastri menunjuk Argham.
" Kenalakan Bu! Saya Argham." Argham menyodorkan tangannya di sambut oleh bu Lastri.
" Calon suaminya Jia."
Jeduaaarrrr.....
TBC....
__ADS_1