HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN

HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN
KEDATANGAN TAMU DI MALAM HARI


__ADS_3

Alex dan yang lainnya menatap Erik dengan tatapan menyelidik. Tiba tiba jantung Alex berdetak kencang, ia teringat dengan sosok pria yang menjadi selingkuhan Jia, entah mengapa ada ketakutan dalam dirinya, takut jika Jia dan Erik memang memiliki hubungan sebelumnya. Atau mungkin Erik pria yang di cintai oleh Jia saat ini? Apa itu sebabnya Jia merahasiakan identitas pria itu dari dirinya karena tidak mau membuat hubungan keduanya retak? Berbagai dugaan bersemayam di dalam hati Alex.


" Jian Prisillya, adalah wanita yang aku cintai saat aku duduk di bangku SMP. Dia adik kelas yang berhasil mencuri hatiku selama ini, dan sampai saat ini aku masih mencintainya Alex." Alex tertegun mendengar ucapan Erik.


Erik berjalan mendekatinya, ia berdiri di depan Alex sambil menatapnya.


" Aku pernah mengungkapkan perasaanku padanya namun Jia menolakku dengan alasan ingin fokus belajar bukan mencari pacar. Aku menghargai keputusannya, aku mencoba memendam perasaanku, aku berpikir akan mengutarakan perasaanku lagi setelah Jia lulus SMP." Erik menghembuskan nafasnya kasar. Ia memasukkan kedua tangannya pada kantong celananya.


" Tapi sebelum aku melakukannya, aku benar benar di buat terkejut oleh berita pernikahan kalian berdua." Sambung Erik.


Awalnya Erik tidak percaya, tapi setelah ia menyelidiki berita itu ia mendapati kenyataan jika ternyata berita itu memang benar adanya. Hati Erik benar benar hancur saat itu mendengar wanita yang sangat ia cintai telah menikah dengan pria lain. Ingin rasanya Erik merebut Jia dari tangan Alex saat itu juga. Tapi apalah daya Erik yang hanya seorang siswa SMA. Ia bertekad akan merebut Jia setelah ia menjadi pria yang sukses, dan baru sekarang kesempatan itu datang.


Erik menggunakan Ayu untuk menghancurkan pernikahan Alex, ia berencana ingin kembali mendekati Jia namun ia tidak tahu saja jika ternyata Jia telah mencintai pria lain sebelum ia berhasil mendekatinya.


" Jika menggunakan Ayu untuk memisahkan kami, lalu kenapa selama ini kau tidak muncul di hadapan Jia untuk merebut hatinya?" Tanya Alex menatap Erik.


" Kau akan curiga jika aku tiba tiba mendekati Jia, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk bergerak. A... "


" Sayangnya waktu itu tidak berpihak padamu Erik." Sahut Alex memotong ucapan Erik.


Erik mengerutkan keningnya sambil menatap Alex. Ia tidak tahu apa maksud kata kata yang di ucapkan oleh Alex.


" Jia mencintai pria lain sebelum kami berpisah, jadi tidak ada kesempatan bagimu untuk mendekatinya." Ucap Alex.


" Dan akan aku pastikan kau tidak akan mendapatkan kesempatan itu Erik, aku yang akan kembali mengejar Jia dan mendapatkan cintanya." Sambung Alex tersenyum smirk. Walaupun ia tidak yakin dengan usahanya sendiri tapi ia tetap harus optimis, apalagi ada Valle di antara mereka berdua yang bisa di jadikan bahan pertimbangan.


" Kalau begitu kita akan menjadi pesaing Alex. Kita akan menjadi pesaing dalam memperebutkan hati Jia, kita akan lihat siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah." Ucap Erik tersenyum smirk.


Alex menatap Ayu sekilas, lalu kembali menatap Erik.


" Sama sepertimu, aku akan menjadikan Ayu yang kedua. Aku akan menikahi Jia secara resmi dan akan menjadikannya istri pertamaku, dan setelah itu aku akan menjadikan Ayu istri siriku. Bukanlah itu adil untuk kami bertiga?"

__ADS_1


Mendengar kalimat itu membuat Alex naik pitam, ia menarik kerah leher Erik lalu memberikan satu bogeman pada pipinya. Tidak terima dengan perlakuan Alex, Erik pun membalasnya. Perkelahian pun tidak bisa di hindarkan, Alex tidak peduli dengan konsekuensi yang akan ia dapatkan setelah ini yang jelas ia ingin menghajar pria brengsek di depannya saat ini.


Mendengar kegaduhan, dua petugas keamanan hotel segera berlari mendekati mereka berdua, mereka berusaha melerai dua orang yang sedang terlibat saling serang. Alex di paksa keluar sedangkan Erik di bawa ke kamar yang ia sewa di ikuti oleh Ayu.


Alex melajukan motornya menuju rumahnya, rumah yang pernah ia huni bersama Jia. Ia ingin memberitahu Jia tentang masalahnya dengan Ayu. Ia juga ingin mengutarakan keinginannya untuk rujuk kembali. Di dalam perjalanan, Alex terus berdoa dalam hatinya. Ia berdoa semoga Jia terketuk hatinya dan mau kembali kepadanya.


Jam sepuluh malam Alex sampai di rumahnya. Rumah yang menjadi kenangannya bersama Jia selama tiga belas tahun ini. Ia menatap rumah itu dengan pandangan kosong, tiba tiba sekelebat bayangan bayangan Jia menyambutnya pulang kerja dan candaan mereka bertiga yang menghiasi pernikahan mereka selama ini berputar di kepala Alex. Alex tersenyum bahagia seolah ia sedang berada dalam masa itu. Namun beberapa detik kemudian kenangan indah itu berganti dengan kenangan yang telah menyakiti Jia tanpa Alex sadari. Kenangan dimana Alex memperlakukan Jia dengan dingin, mengabaikan perhatian yang Jia berikan kepadanya selama ini. Apex baru menyadari, ternyata Jia wanita yang begitu penyabar menghadapi sikapnya. Terbesit rasa bersalah di dalam hati Alex karena telah menyia-nyiakan Jia. Tak terasa air mata menetes begitu saja membasahi pipi Alex.


Memang benar adanya, kalau sudah tiada baru terasa. Jika seseorang sudah pergi dari kita, kita baru bisa merasakan betapa berharganya kehadiran seseorang itu. Sama seperti apa yang Alex rasakan saat ini, penyesalan sudah tiada guna lagi. Mau memperbaiki hubungan yang sudah retak mungkin masih bisa terjadi, namun jika memperbaiki hati yang sudah hancur sangatlah tidak mungkin. Sepandai apapun kita dalam memperbaikinya maka lukanya tetap akan membekas di sepanjang hidupnya.


Dengan langkah sedikit ragu, Alex mendekati pintu rumah berwarna coklat itu. Ia ketuk beberapa kali hingga penghuni rumah membuka pintu untuknya.


Jia nampak terkejut melihat Alex berdiri di depannya malam malam begini, ia pikir bapak bapak peronda yang akan mengambil iuran bulanan. keduanya saling melempar tatapan. Dapat Jia lihat dengan jelas sisa air mata yang ada di sudut mata Alex. Tiba tiba...


Grep...


Tubuh Jia mematung saat Alex memeluknya. Pelukan yang dulu selalu membuatnya nyaman kini terasa hambar. Pelukan yang dulu sangat ia nantikan, kini menjadi risih. Berbeda lagi dengan Alex yang masih memiliki perasaan untuknya, jantungnya semakin berdebar kencang saat tubuhnya menempel pada tubuh Jia. Wanita yang sampai saat ini masih ia cintai.


" Jangan seperti ini Mas! Aku tidak mau ada yang salah paham dengan hubungan kita." Ucap Jia. Bukan ia merasa paling suci, tapi ia sedang berusaha menjaga perasaan orang yang saat ini telah menjadi istri Alex. Ia ingin berubah menjadi wanita baik baik.


" Jia, ada yang ingin aku bicarakan padamu. Bolehkah aku masuk?" Tanya Alex menatap Jia.


" Tapi ini sudah malam Mas, a... "


" Aku bukan orang lain Jia, aku ayah dari anakmu. Orang lain tidak akan berpikir macam macam kecuali kalau kamu membiarkan pria lain masuk ke rumah ini." Ucapan Alex menohok hati Jia, bagaikan sindiran yang tepat mengenai sasarannya.


" Baiklah." Sahut Jia.


Keduanya masuk ke dalam, Jia mempersilahkan Alex duduk di sofa ruang tamu, mereka duduk saling berhadapan yang hanya terhalang oleh meja saja.


" Jia." Jia mendongak menatap Alex.

__ADS_1


" Aku dan Ayu sudah bercerai."


Deg...


Jia merasa terkejut dengan ucapan Alex. Ia tidak menyangka jika keduanya akan berpisah secepat ini. Ingin rasanya Jia menanyakan alasannya namun Jia tidak mau terlibat dalam hidup Alex lagi.


" Aku telah menemukan bukti jika Mikayla bukanlah putriku." Jia tidak kaget dengan ucapan Alex kali ini karena ia sudah menduganya bukan?


" Dia anaknya bos Erik."


" Apa????" Pekik Jia.


" Iya, ternyata Ayu..... " Alex menceritakan semua kebenarannya. Saat Alex menceritakan siapa Erik, Jia nampak terkejut. Ia mencoba mengingat ingat sosok kakak kelasnya dulu yang bernama Erik hingga ia berhasil menangkap ingatan itu.


Ya.. Erik Danarendra anak kelas sembilan A yang dulu pernah mengatakan cinta padanya saat ia berada di kelas tujuh.


" Ya aku mengingatnya sekarang." Ucap Jia.


" Terlepas dari masalah itu, aku ingin mengungkapkan keinginanku datang kemari Jia." Ucap Alex menggenggam tangan Jia.


" Kembalilah padaku! Kita buka lembaran yang baru, aku akan mengubah sikapku menjadi pria yang selalu membuatmu merasa nyaman. Aku bahkan akan melakukan apapun demi kalian berdua. Ayo kita rujuk Jia! Jika bukan demi kita, lakukanlah demi Valle sayang. Demi masa depan anak kita. Valle pasti akan merasa bahagia jika kita kembali bersama, hanya kita berdua tanpa masa lalu kita yang membuat kita terpisah. Mau ya?" Alex menatap Jia. Tatapan matanya memancarkan cinta yang begitu mendalam, bahkan Jia bisa merasakan itu.


Jia menjadi bimbang, apa yang akan ia lakukan ia sendiri tidak tahu.


" Jia, aku mohon!" Ucap Alex mencium punggung tangan Jia.


" A.. Aku... "


Aku butuh dukungan berupa like koment vote dan mawar yang banyak dari readers biar bisa membuat keputusan yang benar, Jia tunggu ya... Terima kasih...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2