
Erick yang melihat Ayu berlari membawa pisau langsung berteriak memanggil Devita.
" Devi!!!!!" Erick menarik tubuh Devita ke belakang lalu ia mendorong Ayu sekuat tenaga.
Brugh... Plek...
Ayu jatuh tersungkur ke lantai, pisau yang di pegangnya terlempar jauh begitu saja. Devita melongo melihat apa yang sedang terjadi. Ia tidak menyangka jika Ayu akan bertindak seperti sekarang ini. Bukankah tadi Ayu baik baik saja? Lalu kenapa sekarang Ayu mencoba menyerangnya? Pikir Devita.
" Kau gila Ayu!!!" Bentak Erick.
" Dia yang gila." Ayu menunjuk Devita sambil beranjak berdiri.
" Dia bilang cinta padamu, dia bilang tidak bisa hdup tanpamu dan tanpa malu dia memintaku untuk melepaskanmu Erick." Teriak Ayu membuat Devita tercengang. Bagaimana Ayu bisa memfitnahnya seperti itu?
Erick menoleh ke belakang sekilas, Devita menggelengkan kepalanya.
" Aku tidak akan membiarkan dia merebutmu dariku. Aku yang selama ini mencintaimu, hanya aku Erick. Aku akan membunuhnya." Ayu maju ke depan hendak menarik Devita namun dengan sigap Erick menahan Ayu. Ia mencekal kedua lengan Ayu dan menatapnya dengan tajam.
" Lepasin Erick!!! Aku akan membunuhnya. Dia pelakor, dia mau merebutmu dariku." Ucap Ayu sambil berteriak.
" Berani kau menyentuhnya, maka kau yang akan mati. Aku yang akan membunuhmu jika sampai kau berani melukainya Ayu." Ucap Erick penuh penekanan. Ia mendorong Ayu hingga tubuhnya terhuyung ke belakang.
" Kenapa hah? Kenapa kau membelanya? Apa kau juga mencintainya?"
Seharusnya ini menjadi kesempatan yang baik untuk Erick mengungkapkan perasaannya, namun ia malah bungkam. Rasanya lidahnya terasa kelu untuk mengatakan yang sejujurnya.
Devita yang menanti jawaban Erick, memejamkan matanya. Ia tahu inilah yang akan terjadi. Erick tidak mencintainya itu sebabnya ia tidak bisa menjawab pertanyaan Ayu. Devita membalikkan badan, ia melangkah meninggalkan pasangan suami istri itu.
" Katakan Erick!" Ayu menarik kerah leher Erick.
" Katakan apa kau mencintainya?" Ayu menatap tajam mata Erick.
" Ya." Sahut Erick dengan nada tinggi tanpa sadar.
" Aku mencintainya dan aku akan menikahinya."
Jeduarrr....
Devita yang begitu terkejut mendengar ucapan Erick langsung menghentikan langkahnya. Ia kembali membalikkan badan menatap Ayu dan Erick. Ayu tersenyum sambil menaikkan dagunya seolah bangga telah berhasil membuktikan kebenaran perasaan Erick padanya.
" Aku akan menceraikanmu dan aku akan menikahi Devita secepatnya." Kepalang tanggung, mungkin ini saatnya Erick mengatakan yang sebenarnya. Erick mendekati Devita lalu menggenggam tangannya.
" Aku mencintainya, aku mencintai Devita sama seperti aku mencintai Jia dulu." Ucap Erick.
Ayu memejamkan matanya menahan perih di hatinya sedangkan Devita masih terbengong.
__ADS_1
" Heh." Ayu tersenyum sinis menatap keduanya.
" Lakukan saja! Aku sudah siap berpisah darimu. Lagian tidak ada gunanya aku terus berada di sampingmu sedangkan yang kau inginkan bukan aku." Ucap Ayu pilu.
" Syukurlah kalau kau sadar diri, ini akan mempermudah hidupku." Ucap Erick tanpa perasaan.
Devita melepas genggaman tangan Erick. Erick menatap wajah cantiknya, begitupun sebaliknya.
" Tidak Kak."
" Kenapa Devi?" Erick menangkup pipi Devita.
" Aku mencintaimu. Kelembutanmu, sifat keibuanmu, dan perhatianmu membuat hatiku berpaling padamu. Aku tahu mungkin kau berpikir aku tidak tahu diri sehingga dengan berani aku mengungkapkan perasaan ini padamu. Tapi inilah yang aku rasakan, aku mencintaimu Devita." Ungkap Erick.
Seharusnya Devita merasa senang karena cintanya telah terbalas. Tapi melihat ketulusan Ayu, perasaan senang itu berubah menjadi rasa bersalah. Ia menatap Ayu dengan tatapan sendu, nampak jelas kepedihan yang teramat sangat mendalam dari mata Ayu. Sangat sakit melihat suami yang ia cintai telah menyatakan cinta kepada wanita lain di depannya.
" Ba.. Bagaimana dengan mbak Ayu?" Pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir Devita.
Ayu tersenyum menatap Devita, setidaknya Devita masih mempedulikan perasaannya.
" Erick tidak pernah mencintaiku, pernikahan kami dan adanya Mikayla adalah sebuah kesalahan. Erick menikahiku karena rasa tanggung jawabnya kepada Mikayla. Tapi apalah artinya pernikahan jika salah satu di antara kami tidak menginginkannya? Walaupun kami terus bersama, kami tidak akan bahagia." Ucap Ayu.
" Aku ikhlas melepas Erick untukmu Devita, kau wanita yang Erick inginkan. Cintai Erick sama seperti aku mencintainya. Maafkan aku! Aku harus melakukan hal seperti tadi demi membuat Erick berkata jujur padamu. Aku ucapkan selamat untukmu Devita, kau wanita yang beruntung bisa mendapatkan hati Erick yang sekeras batu. Aku permisi." Ayu berlalu meninggalkan kedua sejoli yang saling jatuh cinta. Walaupun hatinya remuk redam, namun ia bahagia melihat Erick bahagia. Masalah hidupnya dan Mikayla akan ia bicarakan nanti dengan Erick. Yang penting sekarang Erick harus menyelesaikan masalahnya dengan Devita.
Hening...
" Aku."
" Aku." Ucap keduanya bersamaan.
" Kamu dulu." Ucap Devita.
" Kamu saja dulu, aku akan mendengarkannya." Ujar Erick.
Devita menarik nafasnya dalam dalam seolah mengumpulkan kekuatan untuk mengeluarkan apa yang ia pikirkan.
" Apa kau benar benar mencintaiku?" Tanya Devita to the point.
" Ya, aku mencintaimu." Sahut Erick.
" Aku diam karena aku merasa rendah diri, aku merasa tidak pantas untuk wanita sebaik dirimu karena aku hanya pria brengsek yang tidak punya hati." Sambung Erick.
" Kau benar Kak, kau memang tidak punya hati. Di depan istrimu saja kau berani menyatakan cinta pada wanita lain." Sindir Devita tersenyum sinis.
" Ayu memang istriku, tapi aku tidak pernah mencintainya. Dan aku tidak pernah menganggap Ayu sebagai istriku melainkan ibu dari anakku. Hati dan perasaan tidak bisa di paksa Devi, meskipun kami hidup bersama namun hati ini tidak menginginkannya." Ujar Erick.
__ADS_1
" Apa suatu hari nanti kau juga akan melakukan hal yang sama denganku setelah kau tidak mencintaiku lagi?"
Deg...
Erick tertegun dengan pertanyaan yang Devita lontarkan, ia tahu jelas apa maksud ucapan Devita. Devita takut jika ia akan tersakiti seperti Ayu saat ini.
Devita menatapnya dengan seksama seolah sedang menilai jawaban dari mimik muka Erick saat ini.
" Kau harus tahu Devi, sekali aku jatuh cinta aku tidak akan pernah memikirkan wanita lain. Apalagi mencintai wanita lain, aku tipe pria yang setia. Sekali cinta maka selamanya akan cinta, apalagi kalau kita bisa bersama." Ucap Erick tegas.
" Apa kau sama sekali tidak ada perasaan terhadap mbak Ayu?" Devita bertanya lagi.
" Tidak... " Sahut Erick.
" Bukan hanya satu dua tahun kami bersama, tapi kami telah melewati hari hari bersama selama bertahun-tahun. Namun pada kenyataannya aku sama sekali tidak tertarik padanya. Aku hanya menjadikannya pelampiasan saja karena aku gagal mendapatkan cinta wanita yang aku cintai sebelummu. Itu sebabnya aku merasa diriku brengsek dan tidak pantas untukmu." Terang Erick.
Devita tahu memang bukan Ayu yang Erick cintai tapi wanita lain karena Ayu sudah menceritakan semuanya sebelum ini. Mengenai siapa wanita itu, Devita tidak tahu dan tidak mau tahu karena baginya itu hanya masa lalu.
" Kau benar Kak, kau memang tidak pantas untukku." Ucap Devita membuat Erick terkejut.
" Apa maksudmu Devi?" Selidik Erick.
" Kau sudah tahu aku mencintaimu, dan aku juga sudah tahu kalau kau juga mencintaiku. Bagiku itu sudah cukup." Ucap Devita beranjak dari tempatnya. Hatinya mendadak menjadi kacau antara ingin memulai dan mengakhiri.
" Apa kau tidak mau menerima cintaku? Apa kau tidak ingin hidup bersamaku?" Selidik Erick menatap Devita.
Devita hanya diam, ia memalingkan pandangannya ke langit langit ruangan.
" Kita saling mencintai Devi, kau dan aku akan menjadi kita dalam satu ikatan yaitu ikatan pernikahan." Ujar Erick.
" Menikahlah denganku dan kita akan hidup bahagia." Pinta Erick.
" Aku tidak bisa percaya denganmu begitu saja Kak, aku tidak mau hanya menjadi persinggahanmu saja hingga suatu saat nanti setelah kita bersama kau mengatakan ingin kembali kepada mbak Ayu dengan alasan Mikayla. Pastikan dulu perasaanmu sebelum kau mengambil keputusan. Jangan sampai kau menyesali keputusan yang telah kau buat ini." Devita menjauh meninggalkan Erick.
Reaksi Devita benar benar di luar dugaan Erick, dalam bayangan Erick Devita senang dan langsung menerimanya begitu saja tanpa ada drama seperti ini. Benar benar di luar ekspektasi.
" Aku akan membuktikan cintaku padamu Devi."
Devita menoleh ke belakang, ia melempar senyuman kepada Erick lalu melanjutkan langkahnya keluar dari pintu rumah Erick. Ayu yang diam diam mengintip mereka kembali meneteskan air matanya.
Walaupun sebelumnya ia mengalami koma, namun ia tahu apa yang terjadi dalam kehidupan Erick dan dirinya. Di alam bawah sadarnya ia bisa mendengar dengan jelas ungkapan cinta Devita untuk Erick. Hingga akhirnya ia menyadari jika kepergian Devita untuk menyelamatkan pernikahannya.
Namun sebesar apapun usaha Devita pada akhirnya hubungan Ayu dan Erick akan tetap berakhir. Ayu wanita malang yang pernah berharap di jadikan ratu oleh seorang Erick, namun pada kenyataannya ia hanya di jadikan boneka saja.
TBC...
__ADS_1