HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN

HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN
THE END


__ADS_3

Yang awalnya selalu memberikan penolakan atas perjanjian pernikahannya dengan Wahyu, kini Claris tidak bisa apa apa karena tujuh bulan sejak hari itu kini Wahyu telah mempersunting nya sebagai istri sahnya baik di mata hukum negara maupun agama. Selama tujuh bulan itu Wahyu gagal meluluhkan hati Claris, pasalnya bukannya Claris semakin dekat dengannya tapi malah Claris semakin kesal dengannya. Ia benar benar membenci sosok pria bernama Wahyu.


Selesai acara resepsi Wahyu memboyong Claris ke rumah barunya. Ia mengajak Claris menuju kamarnya, kamar yang akan mereka berdua tempati selamanya. Claris duduk di tepi ranjang mengabaikan Wahyu yang keberatan menyeret kopernya.


" Taruh saja di situ Om! Nanti biar aku yang menatanya di almari." Ucap Claris menatap Wahyu.


" Tidak mau aku bantu menatanya di almari?" Tanya Wahyu penuh perhatian.


" Nggak usah, di sana banyak barang barang pribadiku. Aku nggak mau Om sampai melihatnya apalagi memegangnya." Sahut Claris.


" Seharusnya tidak apa apa, setidaknya aku harus menghafal barang barang milik istriku, termasuk itu." Ucap Wahyu ambigu.


" Terima kasih, aku mau istirahat dulu. Bangunkan aku saat makan malam nanti." Ucap Claris membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Rasanya letih sekali menjadi ratu sehari dalam acara pernikahannya.


Wahyu menyunggingkan senyuman di bibirnya. Meskipun Claris selalu bersikap dingin padanya tapi ia merasa sangat bahagia akhirnya Tuhan telah menjodohkan mereka berdua. Ia berharap pernikahannya akan membawa kebahagiaan dan abadi untuk selamanya, ia tidak mau gagal untuk yang kedua kali.


Di tempat lain tepatnya di rumah Argham, nampak Jia meringis kesakitan sambil memegangi perutnya yang terasa mulas. Ya.. Minggu minggu ini adalah hari perkiraan ia melahirkan sang buah hati tercinta. Rasanya begitu nikmat setelah hampir tiga belas tahun ia tidak pernah merasakan hal seperti ini lagi.


" Shhh... " Jia berjongkok sambil membuka lebar kakinya, sedangkan Argham terus berada di sampingnya.


Ya.. Saat ini mereka berada di dalam ruangan bersalin. Satu jam lalu Jia di bawa kemari dan telah di periksa oleh dokter. Jia hendak melahirkan dan sudah mengalami pembukaan sempurna, tinggal menunggu pecah ketuban saja.

__ADS_1


" Shh... Sakit Mas." Rintih Jia.


" Iya sayang, maaf." Argham mengelus punggung Jia dengan lembut. Rasa bersalah menyelinap dalam hatinya karena telah membuat Jia kesakitan seperti ini.


" Jangan terus terusan meminta maaf Mas, Mas Argham tidak bersalah. Sudah kodratnya menjadi seorang wanita mengalami hal seperti ini Mas. Aku ikhlas kok menerimanya, aku justru menikmatinya. Maaf kalau aku membuat Mas semakin panik." Sahut Jia.


" Tidak sayang kamu tidak salah." Ucap Argham.


Argham berjongkok di depan Jia, ia mengusap perut Jia dengan lembut.


" Sayangnya Papa cepat lahir ya, kasihan mama kamu sedari tadi kesakitan." Ucap Argham.


Tak lama Jia merasakan kontraksi hebat. Ia di minta berbaring di atas ranjang sambil membuka kakinya lebar. Seorang dokter spesialis kandungan memintanya untuk mendorong bayi yang sudah berada di ujung bagian intimnya.


" Alhamdulillah." Ucap Argham menghela nafasnya lega. Ia menciumi wajah Jia dengan perasaan bahagia.


" Terima kasih sayang, Mas sangat bahagia." Ucap Argham.


" Aku juga bahagia Mas, semoga kelahiran putra kita membawa keberkahan untuk rumah tangga kita." Ucap Jia.


" Amin." Sahut Argham.

__ADS_1


Dokter memberikan bayi Jia kepada Argham, Argham menatapnya dengan penuh kasih sayang. Bayi tampan, berwajah imut kemerahan membuat hati Argham terharu. Ia mengecup pipinya dengan penuh kelembutan.


" Selamat datang dalam keluarga kita sayang, semoga kau menjadi anak sholeh dan selalu di sayangi semua orang." Ucap Argham.


" Amin." Sahut Jia.


" Sayang, kau akan memberi nama siapa pada anak kita hmm?" Tanya Argham. Selama ini Jia sudah menyiapkan nama untuk calon babbynya, namun ia masih merahasiakannya dari semua orang.


" Aku memberinya nama Alfanna Narendra Mas. Saat aku hamil dia aku ngefans dengan seorang musisi youtuber dari kampung halamanku yang bernama Alfanna." Ucap Jia.


" Apa Mas Argham tidak keberatan? Kita bisa memanggilnya Alfan." Sambung Jia.


" Baiklah tidak apa apa, nama yang bagus." Sahut Argham.


Argham kembali mencium wajah babby Alfan dengan lembut. Lengkap sudah kebahagiaan keluarga mereka. Argham sangat bersyukur telah di pertemukan dengan wanita sebaik Jia. Ia berharap kebahagiaan tidak akan menjauh dari keluarga kecilnya. Ia ingin bahagia bersama mereka semua.


...The end.... ...


Karena novel ini tidak terpilih editor sampai bab ini, maka author memilih untuk menamatkannya. Mohon maaf jika endingnya kurang memuaskan. Sebenarnya ceritanya masih panjang, namun percuma jika di lanjutkan karena author tidak dapat apa2 kecuali dari hasil views saja dan itu sangat kecil sekali.


Terima kasih untuk readers semua yang telah mensuport author dari awal hingga akhir..

__ADS_1


Jangan lupakan author ya, suatu hari nanti author akan kembali membawakan cerita untuk kalian semua. Untuk sementara ini author mau berhenti dulu.


Miss U All 🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2