
Langit nampak memperlihatkan warna biru cerahnya di hiasi dengan awan awan berwarna putih bersih. Udara dingin menyeruak ke tubuh orang orang membuat mereka malas untuk sekedar keluar rumah. Seperti Jia yang moodnya sedang buruk sejak kedatangan Alex, hari ini ia tidak berangkat bekerja karena harus mengurus sang mantan suami yang hanya bisa rebahan saja. Sebenarnya Jia enggan berdekatan dengan Alex, ia tidak mau membuat Alex berharap kembali pada hubungan ini, tapi mau bagaimana lagi? Hatinya tidak setega itu untuk meninggalkan Alex sendirian.
Alex terus menatap Jia tanpa berkedip membuat Jia jadi salah tingkah. Untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman dalam hatinya, Jia memilih memainkan ponselnya, ia mengetik naskah novel yang semalam terbengkalai.
Drt... Drt...
Ponsel Alex berdering, ia segera mengangkatnya karena telepon berasal dari pihak HRD. Kabar pemecatan pun terdengar di telinga Alex, Alex hanya bisa menganggukkan kepalanya tanpa protes karena ia sudah menduga sebelumnya, lalu ia mematikan sambungan ponselnya.
" Jia." Alex menatap Jia begitupun sebaliknya.
" Aku di pecat dari pekerjaanku, menurutmu aku harus bagaimana? Apa aku pulang kampung atau mencari pekerjaan di sini?" Tanya Alex meminta pendapat Jia.
Bingung... Satu kata yang Jia rasakan saat ini. Ia tidak bisa memberi solusi kepada Alex karena ia sendiri tidak tahu harus berbuat apa.
" Kalau aku tidak bekerja, bagaimana aku bisa menghidupi Valle ke depannya?" Ujar Alex.
" Untuk masalah itu kamu tidak perlu pikirkan dulu Mas, aku masih bisa menanggung biaya hidup Valle." Ujar Jia.
" Apa kau diam diam bekerja?" Selidik Alex.
" A... "
" Mam... Ma.. "
Baru saja Jia mau menjawab pertanyaan Alex, tiba tiba Argham datang membawa Raffa masuk ke dalam menghampirinya.
" Mama... " Alex mengerutkan keningnya menatap Jia dengan tajam seolah meminta penjelasan dari Jia.
Argham menatap Alex dengan tatapan tidak bersahabat. Mendadak hatinya panas melihat Jia bersama pria lain walaupun itu mantan suaminya.
" Mam.. Ma.. " Raffa mengulurkan tangannya kepada Jia.
" Sini sayang." Jia mengambil alih Raffa dari gendongan Argham.
__ADS_1
Alex semakin bingung dengan pemandangan di depannya. Hatinya bertanya tanya siapa pria dan anak kecil yang ada di depannya ini? Apakah ini sosok pria yang berhasil mencuri hati Jia? Alex menatap Argham dengan tatapan menelisik begitupun sebaliknya. Jia menatap keduanya, ia dapat merasakan aura yang mencekam saat ini.
" Mas Alex, kenalkan ini mas Argham. Dia majikanku dan mas Argham, ini mas Alex...
" Mantan suamimu." Sahut Argham memotong ucapan Jia.
Jia menganggukkan kepalanya. Alex kembali menatap Jia.
" Kau bekerja sebagai pengasuh anaknya?" Tanya Alex memastikan.
" Iya." Sahut Jia.
Alex beranjak dari posisinya, ia duduk bersandar pada sofa.
" Berhenti dari pekerjaanmu dan kembali padaku! Aku akan mencukupi semua kebutuhanmu." Ucap Alex tiba tiba.
" Tidak bisa, kau sudah terikat kontrak denganku. Kalau kau mau menikah, menikah denganku saja." Sahut Argham membuat Alex terkejut.
" Apa maksudmu hah? Apa kau menyukai istriku sampai kau menawarkan pernikahan kepadanya?" Ingin rasanya Alex berdiri menonjok wajah Argham karena kesal namun ia tidak bisa melakukannya karena kondisinya yang masih lemah.
Keduanya terlibat perdebatan memperebutkan Jia layaknya anak kecil memperebutkan mainan. Jia menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka kedua pria berusia tua itu bisa bersikap childish di depannya. Tidak mau mendengar keributan lebih lagi, Jia mencoba menghentikan mereka.
" Stop hentikan!!!" Ucap Jia berdiri di tengah mereka. Keduanya diam lalu menatap Jia yang sedang menggendong Raffa.
" Kenapa kalian bersikap seperti anak kecil seperti ini hah? Apa kalian tidak malu dengan umur kalian berdua? Sudah tua tapi tidak bisa bersikap dewasa." Cibir Jia.
" Jia aku hanya ingin melindungimu dari mantan kamu itu." Ucap Argham melirik Alex.
" Aku juga melindungimu dari pria seperti dirinya." Sahut Alex membalas lirikan Argham.
" Seperti apa yang kamu maksud? Aku lebih baik darimu, pria yang telah menyia-nyiakan istrinya." Ujar Argham membuat Jia dan Alex terkejut.
Darimana Argham tahu masalahnya? Siapa yang memberitahu Argham tentang hal itu? Wahyu? Jia sendiri? Pikiran Jia dan Alex melayang begitu saja menerka nerka akan hal itu.
__ADS_1
" Maaf mas Argham, aku tidak tahu darimana kamu bisa mempunyai pikiran seperti itu, apapun masalah kami tolong jangan terlalu jauh mencampuri urusan pribadiku." Ucapan Jia membuat Alex mengembangkan senyumannya. Argham merasa kesal karena Jia terkesan membela mantan suaminya.
" Dan kau mas Alex, tolong jangan berpikir jika aku mau kembali padamu." Kali ini senyuman lebar mengembang di bibir Argham. Argham menjulurkan lidahnya kepada Alex. Alex pun membalasnya, Jia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah mereka berdua.
" Kalian hanya akan membuang waktu dan tenaga saja untuk saling berebut, karena aku tidak akan memilih satu pun dari kalian berdua." Ucapan Jia membuat Argham dan Alex bermuka masam. Entah mengapa Jia seperti mematahkan harapan yang sedang tumbuh di dalam hidup mereka.
" Walaupun kau berkata seperti itu tapi aku akan tetap mencoba mengambil hatimu kembali sampai kau menjadi istriku lagi." Ujar Alex ingin mengalahkan Argham.
" Aku juga akan berusaha mencuri hatimu agar kau bisa memilihku dan menjadi istriku serta menjadi ibu dari anak anakku." Ucap Argham. Jia tidak mengambil hati ucapan Argham, ia merasa Argham hanya sedang bergurau saja atau sekedar memanas manasi Alex. Entah darimana pikiran itu berasal, Jia tidak tahu. Ia tidak mau pusing dengan memikirkan hal hal itu.
Jia lebih memilih membawa Raffa keluar rumahnya. Ia duduk di teras sambil memangku Raffa.
" Mam... Ma." Raffa mengelus pipi Jia seperti biasanya.
Argham menyusul Jia ke depan, ia duduk di kursi samping Jia.
" Apa Raffa sudah makan Mas?" Tanya Jia menatap Argham sekilas.
" Belum, Raffa tidak mau makan. Itu sebabnya aku membawanya ke sini." Sahut Argham.
" Kasihan sekali anak Mama satu ini, nanti kita beli bubur tim ya di depan sana terus Raffa makan yang banyak deh." Ucap Jia mencium pipi Raffa membuat Raffa tertawa terbahak bahak layaknya anak kecil.
" Jia masalah ucapanku tadi... "
" Aku harap kamu hanya bercanda Mas." Sahut Jia memotong ucapan Argham.
" Aku akan mengundurkan diri kalau sampai ucapanmu itu mengandung unsur kenyataan, aku tidak akan nyaman bekerja pada orang yang menginginkan aku. Lebih baik aku...
" Kau benar, aku hanya bercanda." Kali ini Argham yang memotong ucapan Jia.
" Aku hanya memanas manasi mantan suamimu itu, tetaplah bekerja padaku. Raffa sangat membutuhkanmu." Sambung Argham.
" Tentu." Sahut Jia tersenyum.
__ADS_1
" Biarkan Jia menganggap semua ucapanku hanya candaan saja, aku tidak mau terlalu terburu buru menilai perasaan ini. Biarkan semua mengalir seperti air yang mengalir, aku yakin Jia membutuhkan waktu untuk menata hatinya kembali." Batin Argham.
TBC....