HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN

HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN
BUKAN DARAH DAGINGKU


__ADS_3

Sore ini Alex di minta Ayu untuk menjaga Mikayla karena Ayu ada urusan penting. Entah apa urusan itu sendiri, Alex tidak menanyakannya karena memang apapun yang di lakukan oleh Ayu ia tidak peduli. Alex duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya, tiba tiba bayangan Jia mengurus Valle kecil terlintas di kepalanya. Selama ini, Jia tidak pernah meninggalkan Valle kecil kepadanya, Jia selalu membawa Valle kemanapun ia pergi dengan alasan takut Valle rewel. Terbesit rasa bersalah di dalam hati Alex karena telah menyakiti hati Jia.


" Andai saja aku tidak mengabaikannya, aku rasa saat ini kami masih bersama. Tapi bagaimana dengan Mikayla dan Ayu? Aku juga tidak bisa menyembunyikan mereka berdua dari Jia selamanya, suatu saat Jia pasti akan tahu dan akan tetap memilih perpisahan ini juga. Bodoh kamu Alex, kenapa waktu itu kamu harus mabuk? Seharusnya kamu langsung pulang saja ke hotel tidak perlu menunggu bos Erick. Hah... Kenapa nasibku jadi seperti ini." Alex menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu karena pusing memikirkan masalah yang menimpa rumah tangganya sampai tangisan Mikayla membuyarkan lamunannya.


Oek... Oek...


" Kenapa nangis Mikay? Apa kamu haus?" Alex menepuk pelan dada Mikayla berharap Mikayla berhenti menangis namun Mikayla tetap menangis.


" Mungkin popoknya sudah penuh." Ujar Alex. Karena dulu Valle pasti menangis jika popok yang ia pakai sudah penuh.


Alex membuka popok yang di pakai oleh Mikayla, dan benar saja. Memang popoknya sudah penuh hingga membuat Mikayla risih, Ia terus menggejolkan kakinya sambil merengek.


" Ust.. ust.. sayang... Sabar dulu ya, Papa gantiin popok kamu dulu." Ujar Alex membuka diapers yang di pakai Mikayla lalu membuangnya di bak sampah yang Ayu sediakan di bawah ranjang.


Alex mengambil diapers baru yang biasanya di letakkan di dekat keranjang baju oleh Ayu namun ia tidak mendapatkannya. Ternyata diapers nya habis hanya ada bungkusnya saja. Alex mencoba mencari di almari, mencari stock yang baru karena kemarin ia melihat Ayu membeli tiga bungkus besar diaper untuk Mikayla.


Alex mencari dari almari satu ke almari yang lainnya namun ia tidak menemukannya, ia bahkan membuka almari baju milik Ayu namun tidak ada juga. Saat Alex hendak menutup pintunya, tiba tiba pandangannya tertuju pada buku berwarna pink yang Ayu simpan di bawah baju deretan paling bawah.


" Kenapa Ayu menyimpannya di sini? Biasanya dia meletakkannya di almari buku bersama buku buku yang lain." Gumam Alex.


Alex mengambil buku itu, buku kesehatan ibu dan anak. Entah kenapa ia penasaran dengan isinya. Ia pun membuka buku itu lembar demi lembar sampai pada lembar hari pertama periksa, umur kehamilan dan hari perkiraan lahir, mata Alex membola sempurna.


" Tanggal periksa pertama di sini tertulis satu hari sebelum pertemuan kami, dan usia kehamilannya saat itu lima minggu? Itu berarti Ayu sudah hamil sebelum bertemu denganku. Dan Mikayla tidak terlahir prematur? Tapi memang sudah waktunya dia lahir." Gumam Alex.


Tubuh Alex terhuyung ke belakang mendapati kenyatannya jika dirinya telah di tipu oleh Ayu. Ia merasa telah di permainkan oleh Ayu selama ini. Ia di paksa bertanggung jawab dan mengorbankan pernikahannya untuk kesalahan orang lain. Alex mengepalkan erat tangannya, ia merasa menjadi pria terbodoh di dunia ini yang bisa di permainkan oleh seorang wanita seperti Ayu.


Di saat hati Alex memanas seperti ini, Ayu membuka pintu lalu masuk ke dalam.

__ADS_1


" Mas kenapa Mikay tidak memakai celana seperti ini? Dia bisa masuk angin Mas." Ucap Ayu menghampiri Mikayla di ranjangnya.


Alex tidak bergeming, ia berusaha menahan emosi yang memuncak di dalam hatinya. Ia menatap Ayu yang saat ini sedang memakaikan diaper baru kepada Mikayla yang ia ambil dari bufet kecil yang berisi perlengkapan milik Mikayla. Setelah selesai, Ayu melihat ke arah Alex yang masih setia berdiri di depan Almari.


" Mas kamu kenapa?" Tanya Ayu menghampiri Alex. Alex mengangkat buku berwarna pink tersebut yang masih ia pegang.


Deg...


Jantung Ayu berdetak sangat kencang, ia membuang pandangannya ke segala arah tanpa mau menatap mata Alex.


" Katakan siapa ayah kandung Mikayla!" Ucap Alex penuh penekanan.


Ayu tidak bergeming, ia tidak langsung menjawab pertanyaan Alex mau mengelak pun percuma karena ia yakin Alex sudah membaca isi data di dalamnya.


" Katakan Ayu!!!!" Bentak Alex membuat Ayu berjingkrak kaget.


Ayu menggelengkan kepalanya, ia tidak bisa mengatakan apa apa. Entah setan darimana tiba tiba Alex mencekik Ayu lalu mendorong tubuh Ayu hingga punggungnya menabrak almari. Dada Ayu terasa sesak, nafasnya tercekat di tenggorokan.


" Katakan siapa pria yang menghamilimu! Atau aku akan membunuhmu dan anakmu sekarang juga karena kau berani menjebakku." Ancam Alex menekan tangannya yang ada di leher Ayu.


" E... Erick."


Jeduarrrr.....


Bagaikan di sambar petir di siang bolong, Alex benar benar terkejut dengan ucapan Ayu. Ia tidak menyangka jika bos yang selama ini ia percaya kini mengkhianatinya. Alex menjauhkan tangannya dari leher Ayu.


" Uhuk.. Uhuk... "

__ADS_1


" Kau punya hubungan dengannya?" Selidik Alex. Ayu menganggukkan kepalanya sambil mengelus lehernya yang terasa panas. Ia menghirup oksigen sebanyak banyaknya menghilangkan sesak di dadanya.


" Kenapa kau lakukan ini padaku? Kenapa aku yang harus bertanggung atas semua ini? Kenapa Ayu???" Teriak Alex menatap tajam ke arah Ayu.


" Erick yang merencanakannya." Jawaban Ayu kembali membuat Alex terkejut.


Alex tidak menyangka bos yang selama ini begitu baik kepadanya ternyata mengkhianatinya. Bos yang selama ini ia anggap sebagai saudara telah memanfaatkan dirinya demi menutupi kesalahannya sendiri. Alex benar benar terpukul dengan kenyataan yang telah menghantamnya saat ini.


" Erick adalah kekasihku, kekasih yang sangat aku cintai selama dua tahun ini. Apapun aku berikan kepadanya termasuk tubuh ini. Sampai aku hamil Mikayla, Erick tidak mau bertanggung jawab kepadaku, dia bilang dia belum siap menikah. Dia masih ingin sendiri mengembangkan kariernya. Aku bingung saat itu, memaksa Erick untuk bertanggujg jawab pun percuma. Lalu dia merencanakan pertemuan kita waktu itu, dia memintaku untuk menjebakmu supaya kamu mau bertanggung jawab atas kehamilanku. A.. Aku tidak bisa berpikir apa apa saat itu, aku terpaksa mengikuti rencananya, karena aku tidak mau anakku lahir tanpa seorang ayah. Aku tidak mau menanggung malu Mas. Maafkan aku!" Terang Ayu.


" Kau benar, tidak terjadi apa apa kepada kita waktu itu. Aku sengaja menjebakmu, maafkan aku! Hiks.. " Ayu bukan orang yang jahat yang sengaja memanfaatkan orang lain, tapi demi anak di dalam kandungannya, ia pun berubah menjadi wanita jahat dan tidak punya hati. Sebagai seorang ibu apapun akan ia lakukan demi anaknya walaupun itu menghancurkan kehidupan orang lain.


Salah? Ayu tahu jika itu salah, tapi keadaan telah menghimpitnya. Ia hanya berusaha menghindar dari masalah yang ia hadapi saat itu hingga ia membuat masalah untuk kehidupan orang lain.


Alex menarik kasar rambutnya meluapkan kekesalan di dalam hatinya.


" Aku bahkan menghancurkan pernikahanku sendiri karena kamu dan anak itu Ayu. Aku harus berpisah dari istri yang sangat aku cintai selama ini. Aku terpaksa menyakiti hati Jia dengan menikahimu secara diam diam agar anak itu punya status. Karena aku pikir anak itu adalah anakku. Tapi ternyata aku melakukannya demi orang lain. Hiks... " Tubuh Alex luruh ke lantai. Ia tidak kuasa menahan kesedihan yang mendera di dalam hatinya. Ia merasa telah di permainkan oleh takdir Tuhan.


" Aku minta maaf! Aku tidak tahu harus bagaimana saat itu. Yang aku pikirkan hanyalah status untuk anakku. Aku minta maaf Mas! Aku tidak bermaksud menyakitimu." Ucap Ayu duduk di depan Alex.


" Aku tidak akan pernah memaafkan kalian berdua, aku akan membuat perhitungan pada kalian berdua. Aku tidak terima dengan apa yang kalian lakukan padaku. Kalian lihat saja apa yang bisa di lakukan oleh seorang Alex untuk menghancurkan kalian berdua. Aku pasti akan melakukannya." Ucap Alex beranjak dari posisinya. Ia keluar dari kamar membawa amarah yang memuncak di dalam hatinya.


Kira kira apa ya yang akan di lakukan oleh Alex? Tunggu jawabanya di bab bab selanjutnya. Biarkan Alex bergerak dengan tenang, kita lanjut ke Jia dulu ya...


Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya..


Terima kasih...

__ADS_1


Miss U All...


TBC....


__ADS_2