
Hari hari berlalu tak terasa enam bulan sudah hubungan terlarang antara Jia dan Wahyu berjalan. Walaupun hanya menjalin hubungan online tanpa pertemuan, namun membuat keduanya sama sama bahagia. Keduanya menyadari posisi masing masing, untuk itu salah satu dari mereka tidak pernah menuntut untuk hubungan ini.
Malam ini Alex pulang dari luar kota, selesai mandi ia mendekati Jia yang sedang duduk bersandar pada head board sambil memainkan ponselnya. Lebih tepatnya mengetik bab baru pada novelnya. Jia hanya melirik Alex sekilas setelah itu ia kembali fokus ke layar ponselnya, tiba tiba Alex memeluk Jia dengan mesra. Jia tahu apa yang sedang Alex inginkan saat ini. Karena memang sudah biasanya setelah pulang dari luar kota, hasrat Alex terus membara hingga beberapa hari lamanya.
" Jia." Alex menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Jia membuat tubuh Jia meremang karena hembusan nafas Alex yang mengenai lehernya.
" Hmm." Gumam Jia.
" Aku menginginkanmu." Ucap Alex.
Seperti dugaan Jia sebelumnya. Ingin sekali Jia menolaknya namun bukankah melayani Alex masih menjadi kewajibannya?
Sesungguhnya Jia benar benar merasa jengah, gairahnya kepada Alex sudah tidak ada lagi karena telah tergantikan oleh Wahyu. Namun ia menganggukkan kepala agar Alex tidak curiga jika ia sudah tidak ada rasa kepadanya.
Tanpa menunggu jawaban Jia, Alex mendorong pelan tubuh Jia. Ia menindih tubuh Jia sambil terus menatapnya. Jia memejamkan matanya saat Alex mengelus lembut pipinya. Tiba tiba bayangan Wahyu muncul di dalam pikirannya. Jia mencoba menghilangkan bayangan itu namun semakin Alex mendekatinya semakin jelas bayangan Wahyu mendominasi pikirannya.
" Ya Tuhan apa yang sedang aku pikirkan saat ini? Mas Alex yang menjamah ku tapi kenapa bayangan Wahyu yang ada? Ya Tuhan.. Berdosa kah jika aku seperti ini? " Batin Jia benar benar menangis. Ia berperang dengan batinnya sendiri.
Alex sibuk dengan kegiatannya, ia menyesap leher Jia membuat beberapa stempel kepemilikan di sana. Jia memejamkan matanya menahan gejolak di dalam hatinya. Tiba tiba...
" Maaf Mas aku tidak bisa." Alex benar benar terkejut dengan ucapan Jia. Hasrat yang semula memuncak mendadak menjadi hilang seketika. Ia menatap Jia dengan tatapan menyelidik.
" Kenapa Jia?" Tanya Alex.
Jia...
Jia tersenyum kecut mendengar Alex menyebut namanya. Dari dulu belum pernah Jia mendengar kata sayang yang keluar dari bibir Alex.
Alex turun dari tubuh Jia, Jia kembali duduk di tepi ranjang menggantung kedua kakinya.
" Katakan Jia! Kenapa kau menolakku?" Tanya Alex yang duduk di belakang Jia.
Jia hanya bisa bungkam, ia tidak tahu harus menjawab apa. Jika ia menjawab yang sebenarnya, ia takut Alex akan terluka. Tidak hanya Alex, yang lebih Jia pikirkan adalah Valle. Bagaimana perasaan Valle jika mengetahui bahwa ibunya mencintai pria lain? Bagaimana perasaan Valle jika hubungannya dengan Alex tidak bisa di selamatkan? Bagaimana nasib Valle jika ia dan Alex tidak bisa bersama lagi?
__ADS_1
Berbagai pertanyaan bersarang di dalam kepala Jia. Terlambat? Memang sudah terlambat jika Jia memikirkan itu sekarang. Namun ia tidak menyesali perasaan cintanya untuk Wahyu karena itu merupakan sebuah anugerah. Setidaknya ia bisa merasakan bahagia walau hanya sebentar.
" Jia kenapa kamu diam saja?" Alex menarik lengan Jia membuat Jia menatapnya.
" Apa karena kau memiliki pria lain?" Selidik Alex.
" Ya."
Jeduarrrrr.....
Bagaikan di sambar petir di siang bolong, tubuh Alex benar benar terasa kaku tidak bisa di gerakkan. Lidahnya terasa kelu. Bagaimana bisa istri yang ia cintai selama ini tega mengkhianatinya?
Alex turun dari ranjang, ia berdiri di depan Jia sambil menatapnya dengan tajam.
" Bagaimana ini bisa terjadi Jia? Aku tahu aku banyak kekurangan. Tapi selama ini aku tidak pernah mengkhianatimu, aku selalu menjaga cinta kita sampai detik ini Jia. Kenapa kau mencari kekuranganku dan menutupnya dengan kelebihan dari pria lain? Kenapa Jia?" Alex mengguncang kedua bahu Jia.
" Maafkan aku!" Hanya itu yang bisa Jia ucapkan.
Alex menarik kasar rambutnya. Ia sama sekali tidak mengerti dengan sikap Jia.
Alex melampiaskan kemarahannya pada benda benda yang tidak bersalah itu. Suami mana yang tidak akan marah mendengar istrinya memiliki pria lain dalam hidupnya? Suami mana yang akan menerima semua itu? Begitupun dengan Alexia benar benar merasa marah dan kecewa kepada Jia.
" Kenapa Jia???" Teriak Alex menatap nyalang ke arah Jia.
" Kau terlalu mengabaikan aku selama ini Mas, kau hanya sibuk bekerja. Di saat aku butuh dukungan, kau tidak ada. Di saat aku butuh sandaran, kau juga tidak ada. Dan di saat aku butuh kenyamanan, kamu hanya memberikan aku tekanan Mas. Lalu aku harus bagaimana di saat ada pria yang memberikan perhatiannya kepadaku? Di saat pria itu selalu ada untukku, dan di saat pria itu telah membuatku merasa nyaman saat bersamanya. Aku harus bagaimana Mas?" Tanya Jia menatap Alex. Tak terasa air mata menetes begitu saja di pipinya.
Sebenarnya Jia tidak tega menyakiti Alex seperti ini, namun jika ia tidak mengatakannya sekarang maka Alex akan semakin terluka jika ia tahu dari orang lain. Karena sepintar pintarnya menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga.
Deg...
Jantung Alex terasa berhenti berdetak. Benarkah setidak pedulinya ia terhadap Jia hingga Jia merasakan semua itu?
" Aku merasa menderita dengan semua sikapmu Mas. Kau selalu menyalahkan aku dalam segala hal, kau selalu mengekang aku selama ini, kau bahkan tidak pernah memberikan kepudilanmu kepadaku Mas. Hiks... Aku merasa sendiri. Aku merasa tidak punya teman untuk berbagi. Hatiku sakit Mas saat mendapat perlakuan seperti itu darimu."
__ADS_1
" Tapi dia... Dia hadir mengobati rasa sakit ini, dia hadir memberikan aku semangat, dia hadir memberikan aku kekuatan dalam menghadapi semua ini. Awalnya aku menolak perasaan ini, namun semakin aku menolaknya maka semakin besar perasaanku padanya Mas." Ungkap Jia menyayat hati Alex.
" Maafkan aku Jia, maafkan aku jika selama hidup denganku ternyata kau tidak bahagia. Selama ini aku merasa menjadi suami yang bertanggung jawab kepada keluarga. Selama ini aku berpikir telah memberikan yang terbaik untukmu. Tapi aku salah, ternyata aku tidak bisa mengenali istriku sendiri. Aku tidak bisa melihat kesedihanmu. Aku tidak tahu jika sikapku selama ini membuatmu menderita Jia. Maafkan aku!" Ucap Alex menangkup wajah Jia.
" Bukan hanya kamu yang salah Mas, tapi aku juga. Kita sama sama tidak bisa mengerti satu sama lain. Aku juga tidak bisa mengungkapkan isi hatiku kepadamu karena tidak adanya keberanian dalam hatiku. Aku minta maaf padamu." Ucap Jia.
Grep...
Alex menarik Jia ke dalam pelukannya. Tidak ada rasa nyaman lagi di dalamnya. Hanya ada rasa hambar yang merasuk ke dalam hari Jia.
" Hiks... " Keduanya sama sama terisak menyesali perbuatan dan perilaku masing masing.
Setelah merasa mendingan, Alex melepas pelukannya. Ia mengusap air mata yang mengalir di pipi Jia.
" Katakan! Siapa pria itu Jia? Siapa pria yang telah membuatmu berpaling dariku!" Ucap Alex mengeluarkan titahnya.
" Kau tidak perlu tahu siapa pria itu Mas, yang jelas sekarang hatiku sudah bukan milikmu lagi." Entah keberanian darimana Jia bisa mengatakan kalimat itu.
" Kenapa aku tidak boleh tahu? Apa kau berniat untuk mengakhirinya?" Tanya Alex membuat Jia terkejut. Ia menatap Alex begitupun sebaliknya.
" Aku akan memaafkanmu kalau kau mau mengakhiri hubunganmu dengannya. Jangan pikirkan aku! Tapi pikirkan tentang Valle! Dia pasti akan sangat terluka jika tahu ibunya memiliki hubungan dengan pria lain. Apalagi sampai kita berpisah Jia, aku mohon! Jangan hukum Valle untuk kesalahan kita berdua." Ucap Alex menggenggam tangan Jia.
Jia merasa bimbang saat ini, ia memang berniat untuk mengakhiri hubungannya dengan Wahyu. Tapi ia tidak menyangka jika respon Alex akan seperti ini. Ia menjadi merasa sangat bersalah terhadap suaminya.
" Kenapa kau memberikan perhatian seperti ini sekarang Mas? Kenapa tidak dari dulu kamu seperti ini? Kenapa kau melakukannya setelah aku pindah ke lain hati? Apa kau sengaja membuat aku merasa bersalah?" Bukannya menjawab, Jia malah balik bertanya.
" Maafkan aku jika semua ini terlambat bagimu Jia, mulai saat ini aku akan merubah sikapku sedikit sedikit agar aku menjadi sempurna di matamu. Aku tidak rela kau bersama pria lain selain aku Jia. Aku mohon! Jangan tinggalkan aku!" Ucap Alex.
" Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan? Aku lebih suka Mas Alex memarahiku daripada memohon seperti ini. Aku ingin terus bersamanya namun hati ini menolaknya, aku harus bagaimana ya Rob?"
Nah loh... Bingung nggak nih kalau kalian jadi Jia? Mau lanjut apa putus nih?
Jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya...
__ADS_1
Miss U All...
TBC...