
Langit biru di hiasi gumpalan awan putih membuat cuaca menjadi terang. Angin sepoi sepoi berhembus membuat suasana menjadi sejuk, sesejuk hati Argham saat ini. Hari ini tiba hari pernikahan Argham dan Jia yang berlangsung di rumah Argham. Di depan pak penghulu dan kedua saksi, Argham menunggu Jia turun dari kamarnya. Jantung Argham terasa berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya. Ia merasa gugup menjalani acara ijab qobul yang akan berlangsung beberapa menit lagi.
Tap... Tap... Tap...
Argham menoleh ke arah tangga dimana Jia berjalan menuruni anak tangga dengan di apit oleh Valle. Dengan memakai kebaya putih yang di padukan dengan rok batik cokelat serta riasan natural yang melekat di wajah putih Jia membuat Jia nampak sangat cantik. Rambut di sanggul ke atas memperlihatkan leher jenjang Jia yang putih mulus seperti susu membuat Argham membayangkan yang tidak tidak. Pikirannya sebagai lelaki melayang kemana mana. Argham mengulas senyuman di sudut bibirnya saat menyadari pikiran mesumnya, ia juga benar benar merasa bahagia pada akhirnya ia bisa menjadikan Jia istri dan cintanya.
Sampai di meja ijab, Jia duduk di samping Argham. Argham menatap Jia tanpa berkedip, sedangkan Jia hanya menundukkan kepalanya karena merasa malu. Pak penghulu segera memulai acaranya hingga pada Argham mengucap lafaz ijab qobul dengan satu kali tarikan tanpa rintangan sekalipun.
Kedua saksi bersemangat mengucapkan kata 'sah' membuat kedua insan berlawanan jenis ini menjadi pasangan suami istri yang sah, baik menurut hukum maupun menurut agama mereka. Argham menyematkan cincin pernikahannya di jari manis Jia begitupun sebaliknya. Suara tepuk tangan dari para tamu undangan mengiringi kebahagiaan mereka berdua. Jia mencium punggung tangan Argham dengan takzim, sedangkan Argham mengecup kening Jia lalu menyebulkan doa kebaikan untuk keduanya pada ubun ubun Jia.
" Selamat datang di keluarga kami sayang, selamat menjadi nyonya Argham dan ibu dari Raffa. Semoga kita bisa bekerja sama dalam membesarkan dan membimbing anak anak kita nanti. Dan semoga kita bisa menjadi orang tua yang baik bagi keduanya. Syukur syukur kalau kita punya tiga lagi selain mereka." Ucap Argham mengerlingkan sebelah matanya.
" Terima kasih Mas, aku akan bersamamu untuk wewujudkan keinginanmu." Ucap Jia sambil tersenyum.
Selesai acara penandatanganan dokumen pernikahan, acara di lanjut dengan resepsi. Para tamu undangan di persilahkan untuk menikmati hidangan yang ada sedangkan kedua pengantin duduk di kursi pelaminan. Acara pernikahan mereka berdua cukup sederhana sesuai keinginan Jia, mereka hanya mengundang tetangga dan beberapa teman serta kolega dari Argham saja. Bukan karena tidak senang atau tidak bahagia, namun Jia tidak mau menghamburkan hamburkan uang, lebih baik uangnya di simpan untuk masa depan anak anak mereka kelak. Yang penting sah di mata hukum dan Tuhan serta di saksikan oleh para tetangga yang akan menjadi tetangga baru Jia agar mereka tidak berpikir buruk tentang hubungan keduanya saat Jia tinggal bersama Argham.
Valle menghampiri keduanya sambil menggendong Raffa. Jia segera berdiri mengambil alih Raffa dari gendongan Valle, ia mencium kedua pipi gembul milik Raffa.
" Aku ucapkan selamat menempuh hidup baru untuk kalian berdua. Semoga kalian hidup bahagia bersamanya dan menjadi keluarga sakinah mawaddah dan warrohmah." Ucap Valle menatap keduanya.
Jia langsung menubruk tubuh Valle, ia memeluk putri tercinta dengan satu tangan dengan haru.
" Terima kasih sayang, bukan hanya kami berdua tapi kita semua. Kita akan hidup bahagia bersama, Mama, papa, kamu dan Raffa." Ucap Jia.
" Dan bersama adik adik kami berdua nantinya." Sahut Valle.
Jia tersenyum mendengar ucapan Valle. Argham beranjak dari kursinya menghadap Valle. Valle beralih menatap Argham begitupun sebaliknya.
" Pa.. Pa." Valle memeluk Argham dengan erat. Ia tidak menyangka akan memanggil papa pada orang lain selain Alex. Argham mengelus punggung Valle.
__ADS_1
" Terima kasih sayang, sebutan itu membuat Papa merasa sangat bahagia. Papa akan berusaha untuk menjadi papa yang baik untukmu. Papa akan menjalankan peran papa dengan baik. Terima kasih telah menerima papa sebagai papa kamu sayang." Ucap Argham mengelus punggung Valle.
" Sama sama Pa." Sahut Valle.
" Jia."
Mereka semua menoleh ke asal suara. Wahyu nampak menyunggingkan senyuman manis dan penuh luka kepada mereka semua. Bagaimana tidak? Hari ini adalah hari kebahagiaan untuk Jia namun tidak dengannya. Hari ini Wahyu resmi bercerai dengan istrinya bertepatan dengan hari pernikahan wanita yang ia cinta. Wanita yang hendak ia lamar kini malah menjadi milik pria lain yang tak lain adalah temannya.
Wahyu mendekati Jia lalu menatap manik mata hitam milik Jia.
" Selamat menempuh hidup baru, semoga kau selalu berbahagia bersama keluarga barumu. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaanmu. Sekali lagi selamat untukmu." Ucap Wahyu.
Tak kuasa menahan sesak di dadanya. Tiba tiba Wahyu memeluk Jia dengan erat. Tubuh Jia mematung seketika, ia mendekap Raffa agar tidak merasa sesak. Argham menatap keduanya dengan perasaan entah. Ada rasa cemburu merambat ke dalam hatinya, walaupun Wahyu sahabat Jia dan sahabatnya namun ia tidak rela jika Jia tersentuh oleh pria lain.
" Ehm ehm."
A
" Selamat menempuh hidup baru Bro, semoga bahagia." Wahyu menepuk punggung Argham.
" Terima kasih, silahkan menikmati hidangannya Yu." Ucap Argham.
" Terima kasih, aku langsung pulang karena masih ada urusan. Sekali lagi selamat untuk kalian berdua." Tidak mau lebih lama menahan sakit, Wahyu langsung berlalu begitu saja. Jia menatap kepergiannya dengan perasaan bersalah.
" Kau mau mengejarnya?"
Jia langsung menoleh ke arah Argham.
" Kenapa aku harus mengejarnya? Apa aku punya alasan?" Bukannya menjawab, Jia malah balik bertanya.
__ADS_1
" Aku melihat kesedihan dalam matamu. Entah mengapa aku merasa kamu dan punya saling memendam perasaan." Ucapan Argham menohok hati Jia.
" Jangan berpikir macam macam Mas! Kita baru saja memulai hubungan tapi kau sudah mulai meragukan aku. Tapi ya terserah Mas Argham saja lah. Aku tidak mau ambil pusing." Ucap Jia kesal. Ia merasa Argham selalu menyudutkannya.
Jia turun dari pelaminan lalu berjalan menuju kamarnya, ingin sekali Argham mengejarnya namun salah satu temannya malah datang menghampirinya.
" Eits.. Pengantin baru mau kemana? Jangan ngamar dulu, mending kita bergabung dengan teman yang lain." Eko... Salah satu teman Argham semasa kuliah yang sekarang menjadi partner kerja menariknya menuju salah satu meja dimana teman teman Argham yang lainnya menunggu.
" Widih pengantin lawas menjadi baru. Selamat bro, semoga bahagia." Ucap Adnan menyalami Argham.
" Thank you Bro." Sahut Argham duduk di samping Eko.
" Gue lihat lihat, istri lo cantik juga. Dan masih muda lagi, nggak nyangka kalau dia udah punya anak gadis." Ujar Tomi.
Argham hanya mengangguk kepala. Jujur, badan dan jiwanya memang di sini tapi hati dan pikirannya berada bersama Jia. Ia tidak menyangka jika ucapannya membuat Jia tersinggung, padahal niat hati ia hanya ingin menggoda Jia.
" Semoga Jia mau memaafkan aku." Ujar Argha dalam ati.
TBC....
Ayo kita kirim doa restu buat Jia dan Argham. Semoga di bab empat puluh mereka terpilih oleh editor sebagai cerita terbaik dari yang baik.
Jangan lupa tekan like, koment, vote dan hadiahnya ya...
Terima kasih....
Miss U All...
TBC....
__ADS_1