
Tap... Tap.. Tap...
Derap langkah orang berlarian terdengar di telinga Erik, ia menoleh ke asal suara dan betapa terkejutnya ia, ternyata para wartawan berbondong bondong mendekatinya bersiap dengan kamera yang menggantung di lehernya.
Cekrek.. Cekrek...
Kilatan lampu kamera nampak menyorot ke arah Erik, Erik merasa kebingungan, entah kenapa para awak media bisa masuk ke acaranya. Para petugas yang ia tugaskan untuk menjaga pintu depan juga entah kemana, ia tidak tahu kenapa semuanya menjadi kacau seperti ini.
Di depan sana layar proyektor masih menyala, kali ini menampilkan rekaman video pengakuan Ayu yang telah menjebak Alex karena Erik tidak mau bertanggung jawab kepadanya.
" Matikan!!!! Matikan layar proyektornya!!!" Erik berteriak berharap petugas yang mengoperasikan komputer mematikannya namun video tetap berjalan sampai pada rekaman CCTV sembilan bulan yang lalu di mana Ayu dan dirinya menjebak Alex dengan minuman itu.
Para tamu undangan terlihat mencibirnya, Erik benar benar kehilangan mukanya, ia menatap tajam ke arah Alex yang menyunggingkan senyumannya.
Melihat senyuman Alex, Erik menjadi tahu siapa dalang di balik semua ini, ia menghampiri Alex lalu menarik kerah baju Alex dengan kasar.
" Apa yang sebenarnya kau inginkan hah!!!! Kenapa kau melakukan semua ini? Kenapa kau berusaha menghancurkan reputasiku dengan cara seperti ini Alex!!!" Bentak Erik.
" Kau yang lebih dulu menghancurkan aku, maka sekarang giliran aku yang menghancurkanmu agar kita sama sama hancur Erik." Sahut Alex tenang.
" Salah kau sendiri mengapa kau jadi orang bodoh hah? Kenapa kau begitu gampang di bodohi olehku? Kau langsung percaya begitu saja dengan kejadian waktu itu, kau bahkan tidak berpikir dua kali untuk menikahi Ayu. Lalu dimana salahku?" Teriak Erik membuat Alex bungkam.
Ya.. Erik memang benar, ini terjadi karena kebodohannya. Kenapa ia dulu begitu percaya pada Ayu? kenapa ia tidak mencari tahu kebenarannya lebih dulu? Ingin rasanya Alex memukul kepalanya sendiri namun semua telah berlalu, tidak ada gunanya di sesali lagi. Dan Alex yakin jika semua yang terjadi karena kehendak Tuhan. Mungkin memang Jia bukan jodohnya, atau mungkin memang harus terjadi perpisahan lebih dulu untuk membuat Alex sadar akan sikap dinginnya kepada Jia.
" Ya.. Kau memang benar, ini memang kebodohanku. Itu sebabnya sekarang aku mengungkap semua kebenarannya. Aku ingin kau bertanggung jawab pada Ayu dan Mikayla karena setelah ini aku akan menceraikannya. " Ucap Alex.
" Aku tidak sudi bertanggung jawab kepada mereka berdua, apalagi menikahi Ayu. Sampai kapan pun aku tidak akan menikahi wanita murahan itu!"
Bugh....
Sebuah bogeman Alex tepat mengenai bibir Erik, hingga bibir Erik mengeluarkan darah.
" Kau... " Erik menunjuk Alex.
__ADS_1
" Selain baj!ng@n ternyata kau juga pecundang. Bagaimana bisa kau merendahkan kekasihmu sendiri, apalagi dia telah melahirkan anakmu. Darah dagingmu." Ucap Alex.
" Aku tidak peduli, yang jelas aku tidak mau terikat dengan yang namanya pernikahan." Sahut Erik.
Melihat perdebatan keduanya, salah satu wartawan perempuan memberanikan diri mendekati mereka berdua.
" Tuan Erik, bagaimana bisa Anda tidak bertanggung jawab kepada darah daging anda sendiri Tuan? Apa ini sifat asli dari seorang Erik Danarendra?" Erik merasa geram dengan pertanyaan itu, ia menatap tajam kepada wartawan itu.
" Atas ijin siapa kau masuk ke sini? Atas ijin siapa kalian berani bertanya seperti itu kepadaku hah!!!" Ucap Erik berteriak.
" Sudahlah tuan Erik! Tidak ada gunanya anda marah marah seperti ini, biarkan media melakukan pekerjaannya karena memang ini berita yang sangat mengejutkan. Dan saya yakin berita ini akan menjadi trending topik di halaman depan." Ucap tuan Wilson, salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan Erik.
Erik menatapnya begitupun sebaliknya.
" Saya tidak menyangka anda punya peringai seperti ini, dengan tega anda menindas pegawai anda sendiri untuk menikahi kekasih anda. Dan cara yang anda lakukan sungguh memalukan sekali tuan Erik, anda tega menjebak pak Alex dan menghancurkan rumah tangganya demi menutupi aib anda sendiri. Saya tidak mau bekerja sama lagi dengan anda tuan Erik, saya akan menarik saham saya sekarang juga." Ucapan tuan Wilson membuat Erik terkejut.
" Jangan terburu buru mengambil keputusan dan menyimpulkan kebenaran semua ini tuan Wilson, ini semua tidak benar. Di sini sayalah yang merasa di jebak Tuan." Ucap Erik.
Erik hanya bisa bungkam ia tidak tahu harus bagaimana. Bayangan kehancuran perusahaannya sudah di depan mata. Pikirannya melayang entah kemana, ia sendiri tidak tahu.
Alex mengembangkan senyumannya, ia merasa senang bisa membuka kedok Erik di depan semua orang, tidak sia sia ia menghabiskan uang tabungannya untuk mendapatkan rekaman CCTV beberapa bulan lalu, ia sengaja mengumpulkan semua bukti bukti itu agar ia bisa menghancurkan Erik seperti Erik menghancurkannya.
" Tuan Erik, apakah setelah ini anda akan bertanggung jawab kepada darah daging anda dan kekasih anda? Apakah anda berniat untuk menikahi kekasih anda?" Tanya wartawan.
Semua orang menatap ke arah Erik menjadikannya sebagai pusat perhatian. Erik mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan pesta itu. Alex berjalan mendekatinya.
" Aku rasa kau masih punya hati nurani untuk tidak menelantarkan mereka Erik. Aku akan menceraikan Ayu dan aku akan mengembalikan Ayu padamu. Ayu bukan hakku, tapi dia hakmu." Ucap Alex.
Alex menepuk tangannya sebanyak dua kali, di pintu masuk nampak Ayu berjalan menggendong Mikayla menghampiri mereka berdua. Erik menatap Ayu begitupun sebaliknya. Semakin dekat, semakin dekat dan tepat berada di depan Erik, Ayu menghentikan langkahnya. Para wartawan tidak melewatkan moment itu.
" Ayu." Ucap Alex. Ayu menatap Alex begitupun sebaliknya.
" Ayu Safira, di depan semua orang aku menalakmu sekarang juga. Kau bukan lagi istriku tapi kau orang lain bagiku. Aku mengharamkanmu menyentuhku begitupun sebaliknya. Aku telah menceraikanmu Ayu." Ucap Alex.
__ADS_1
Alex mengucap kata talak sebanyak tiga kali hingga putus lah sudah hubungan pernikahan keduanya. Alex merasa lega terbebas dari hubungan ini, beruntung ia mengetahui yang sebenarnya sebelum ia meresmikan pernikahan mereka.
Setelah itu Alex memberikan hak penuh atas Ayu kepada Erik. Alex dan para tamu undangan lainnya menekan Erik untuk bertanggung jawab kepada Ayu, hingga pada akhirnya Erik pun menerimanya. Alex menyatukan tangan Erik dan Ayu di sambut tepuk tangan oleh para tamu undangan.
Alex berjalan menuju pintu keluar, tiba tiba ucapan Erik menghentikan langkahnya.
" Alex, apa kau ingin tahu alasanku melakukan semua ini padamu?"
Alex membalikkan badannya, ia menatap Erik yang nampak menyunggingkan senyumannya.
" Ya, aku ingin tahu! Sekarang katakan apa alasanmu." Sahut Alex.
" Karena aku mencintai istrimu."
Jeduaarrr.....
Alex nampak sangat terkejut mendengar ucapan Erik. Bagaimana bisa Erik mencintai istrinya sedangkan mereka jarang bertemu. Pertemuan Erik dan Jia bisa di hitung jari, bahkan seingat Alex mereka bertemu hanya dua kali saja yaitu pas acara makan malam.
" Kau pasti heran kenapa aku bisa bilang begitu, asal kau tahu Alex. Aku lebih dulu mengenal Jia daripada kamu." Lagi lagi ucapan Erik berhasil membuat Alex terkejut. Dengan langkah pelan, Alex kembali mendekati Erik.
" Bagaimana bisa kau berkata seperti iru Erik? Apa kau sedang berusaha membodohiku lagi?" Selidik Alex.
" Tidak, aku mengatakan yang sebenarnya. Jia adalah...... "
Siapa hayoooo...
Penasaran? Jangan lupa like koment vote dan mawar yang banyak dulu biar Alex tegar mendengar kebenarannya.
Terima kasih...
Miss U All...
TBC...
__ADS_1