HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN

HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN
FAKTA YANG SEBENARNYA


__ADS_3

Jia nampak diam saja, ia bingung harus bagaimana. Melihat itu Alex merasa kecewa, ia meninggalkan Jia ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka agar fresh kembali. Jia menatap kepergiannya dengan pandangan kosong, ia benar benar tidak bisa berpikir apa apa. Hati dan pikirannya saling bertolak belakang. Di sisi lain ia ingin bahagia, tapi kebahagiaannya bukan bersama Alex lagi. Tapi di sisi lain ia memikirkan nasib Valle. Benar benar pemikiran yang rumit.


Drt... Drt...


Ponsel Alex di atas nakas berdering tanda panggilan masuk, Jia melirik layar ponsel yang menyala yang menampilkan kontak sang pemanggil saat ini.


" Gondrong." Nama kontak itu. Hanya nama saja tanpa ada foto profilenya.


Jia tidak berani mengangkatnya karena ia masih menghargai privasi Alex. Apalagi dari teman Alex dari keluarganya saja Jia tidak berani mengangkat karena ia berpikir mereka perlunya dengan Alex bukan dengannya, kalau mereka perlu dengan Jia pasti akan menelepon ke nomernya.


Ponsel Alex berhenti berdering, namun berganti dengan notif pesan yang masuk ke dalam WhatsApp.


Ting..


Mas angkat, ini sangat penting


Mas?... Siapa yang memanggil Alex dengan sebutan Mas? Selama ini teman teman Alex memanggilnya dengan sebutan Al, ataupun Bro. Lalu siapa sebenarnya dia? Adiknya? Tidak mungkin, Jia hafal nomer adiknya Alex. Jia mulai penasaran dengan orang yang mengirim pesan kepada Alex.


Drt... Drt...


Ponsel kembali berdering, dengan tangan gemetaran Jia memberanikan diri untuk mengangkatnya.


Klik...


Mas Al cepat datang ke rumah sakit xx, anak kita mau lahir Mas.


Jeduarrrr....


Bagaikan di sambar petir di siang bolong, tubuh Jia terasa kaku. Jantungnya terasa berhenti berdetak, nafasnya tercekat.


Apa ini? Apa yang terjadi dengan Alex dan wanita si penelepon itu? Anak? Mau melahirkan? Siapa? Apakah Alex mengkhianatinya lebih dulu daripada pengkhianatan yang ia lakukan? Berbagai pertanyaan bersarang di kepala Jia. Sampai Alex keluar dari kamar mandi.


Alex segera mendekati Jia saat melihat ponselnya menempel di telinga Jia.


" Apa ada yang telepon?" Tanya Alex menatap Jia.


Jia menganggukkan kepalanya.


" Siapa?" Tanya Alex.


" Ibu dari anakmu."

__ADS_1


Deg...


Jantung Alex berdebar sangat kencang, ia langsung merebut ponsel yang ada di tangan Jia. Ia berjalan menuju pintu,


" Tetaplah di sini! Aku ingin mendengar apa yang kalian bicarakan. Aktifkan loudspeakernya!" Ucap Jia menghentikan langkah Alex. Ales mengaktifkan loudspeaker pada ponselnya. Ia merasa mungkin ini saat yang tepat Jia mengetahui semuanya.


Alex menatap Jia dengan penuh rasa bersalah, hingga suara di seberang sana mengalihkan perhatian Alex.


" Mas maaf aku tidak tahu kalau ada istrimu." Ucapnya.


" Aku sudah bilang jangan menelepon saat aku di rumah, kenapa kamu tidak mendengarkan aku Ayu." Ucap Alex penuh penekanan.


" Mas aku mau melahirkan, aku ingin kau menepati janjimu yang akan menemaniku jika anak kita lahir. Mumpung masih pembukaan dua Mas, segeralah ke sini aku akan menunggumu." Ucap wanita bernama Ayu yang entah siapa.


" Aku tidak bisa ke sana, kau yang menimbulkan masalah di sini jadi aku harus menyelesaikan masalahku dengan Jia. Kau minta ibumu saja untuk menemanimu, aku akan datang kalau masalah di sini sudah selesai. Dan kamu harus mengerti akan posisimu saat ini." Ucap Alex mematikan sambungan telepon.


Jia yang mendengarnya tidak bisa bereaksi apa apa. Ia akan menunggu penjelasan dari Alex lalu menimbang keputusan yang akan ia ambil nanti.


Alex kembali mendekati Jia yang duduk di tepi ranjang, tiba tiba Alex berlutut di bawah kaki Jia membuat Jia terkejut.


" Maafkan aku!" Ucap Alex membenamkan wajahnya pada pangkuan Jia.


" Untuk apa?" Tanya Jia.


Deg...


Jantung Jia terasa berhenti berdetak, kecewa? Tentu saja. Istri mana yang tidak kecewa di selingkuhin suaminya sampai menikah siri segala? Namun ia tidak merasakan sakit di dalam hatinya karena memang hatinya telah mati untuk Alex.


" Saat aku menemani bosku ke kota B untuk menghadiri acara pesta perayaan ulang tahun perusahaan, bos mengajakku minum bersama teman temannya, salah satunya yaitu Ayu. Entah apa yang terjadi setelah itu aku tidak mengingat apapun. Saat aku terbangun di pagi hari, aku dan Ayu berada di kamar yang sama dengan kondisi tidak pantas Jia. Kami melakukan kesalahan, kami melakukan dosa besar tanpa aku sadari." Alex memejamkan matanya menahan pedih di dadanya. Ia tidak berniat mengkhianati ataupun menyakiti Jia, namun inilah yang terjadi dan Jia harus tahu itu.


" Aku ingin memberitahumu tapi aku tidak punya keberanian untuk itu, aku mencoba melupakan kejadian yang bagiku adalah sebuah musibah namun sebulan kemudian Ayu memberitahuku kalau dia hamil. Dia hamil anakku hiks.... " Alex terisak meluapkan kesedihan. Kesedihan yang selama ini ia tanggung sendiri.


" Ayu dan ibunya menuntut tanggung jawab dariku, aku tidak bisa berbuat apa apa Jia. Mereka terus mendesakku sampai pada akhirnya aku menikah di bawah tangan dengannya."


" Aku merasa sangat bersalah padamu Jia, setiap aku melihatmu aku merasa tersiksa. Aku tidak sanggup menghadapi semua perhatianmu padaku, aku tidak sanggup menerima cinta darimu lagi karena aku merasa aku tidak pantas mendapatkannya. Itu sebabnya aku bersikap acuh kepadamu selama ini. Aku berpikir, jika aku bersikap dingin denganmu kau akan merasa jengah, dan berpindah ke lain hati agar rasa bersalah ini sedikit berkurang. Tapi setelah tujuanku tercapai aku justru merasa sakit. Aku sakit mengetahui kau mencintai orang lain Jia, hidupku terasa hancur setelah aku tahu kau sudah tidak mencintaiku lagi hiks... Maafkan aku Jia, aku minta maaf. Aku tidak sengaja melakukan kesalahan itu. Hiks... " Alex menangis tergugu mengakui kesalahannya.


Jia benar benar terkejut dengan apa yang telah Alex katakan. Bahkan sampai ia tidak bisa berkata apa apa lagi.


" Jia, aku mohon maafkan aku! Jangan ada kata pisah di antara kita Jia, jika kau menganggap aku telah mengkhianatimu kau juga telah mengkhianatiku Jia. Kita satu sama, kita telah melakukan hal yang sama Jia." Ucap Alex.


" Tapi aku melakukan ini karena kecuranganmu Mas, andai saja kau tidak menjauh dariku aku tidak akan melakukan semua ini." Ucap Jia.

__ADS_1


" Aku tahu Jia. Maafkan aku!" Ucap Alex.


" Selama ini aku merasa sangat bersalah karena telah mengkhianatimu Mas, aku menyalahkan diriku sendiri atas semua yang terjadi cintaku. Aku merasa menjadi wanita yang paling hingga karena telah mengkhianati cinta suami yang selama ini menjaga cintanya untukku. Tapi ternyata aku salah, aku salah karena telah berpikiran seperti itu. Bukan aku yang mengkhianatimu, tapi kau sendiri yang membuatku melakukan semua ini. Tapi tidak apa apa, semua sudah terjadi. Mungkin memang suratan takdir kita harus seperti ini."


" Apa selama ini kau bertanggung jawab dengannya?" Tanya Jia. Alex menganggukkan kepalanya.


" Itu sebabnya kau selalu bilang tidak punya uang?" Alex kembali menganggukkan kepalanya.


" Maka lakukanlah seperti apa yang kau lakukan di belakangku selama ini Mas."


" Apa maksudmu Jia?" Tanya Alex.


" Aku tidak akan menghalangi hubungan kalian berdua apalagi ada anak di antara kalian. Pada dasarnya perasaanku untukmu telah hilang, jadi aku rasa tidak ada gunanya lagi kita di paksakan untuk bersama." Ucap Jia.


" Tidak Jia, jangan lakukan itu!" Ucap Alex menggenggam tangan Jia.


" Resmikan pernikahan kalian, aku akan mengurus surat perpisahan kita." Ucap Jia beranjak dari posisinya.


" Jia jangan lakukan itu! Aku hanya mencintaimu Jia, setelah aku menikahinya aku tidak pernah menyentuhnya, aku terpaksa menikahinya Jia demi tanggung jawabku kepada anakku. Aku..


" Maka lakukan seperti itu saja, sepertinya memang kita tidak bisa bersama lagi. Maafkan aku!" Jia keluar dari kamarnya dengan perasaan kecewa dan terluka.


" Arghhhhh." Teriak Alex menarik kasar rambutnya.


" Semua ini terjadi gara gara wanita itu, kalau saja dia tidak datang dalam hidupku maka semua ini tidak akan terjadi pada pernikahanku." Ucap Alex geram.


Jia masuk ke dalam kamar Valle, ia naik ke atas ranjang lalu memeluk Valle dengan erat.


" Hiks... " Jia menangis meratapi nasib baik yang tidak berpihak kepadanya. Ia tidak pernah menyangka jika Alex telah mengkhianatinya sejauh ini. Delapan bulan, delapan bulan Alex menyembunyikan semua ini rapat rapat darinya. Sedangkan Jia yang tiga bulan saja sudah berani mengakui kesalahannya.Ia metasa Alex bukan pria yang pantas untuk di pertahankan.


" Jangan menangis Ma." Ucap Valle membalikkan badannya menghadap Jia.


Jia langsung mengusap air matanya.


" Tinggalkan papa dan mari kita mencari kebahagiaan sendiri. Selama ini aku tahu kalau Mama tidak bahagia dengan sikap papa. Mama tetap bertahan karena memikirkan aku, aku tidak apa apa Ma, aku bahagia jika melihat melihat Mama bahagia. Seperti Mama bersama om Wahyu." Ucapan Valle membuat Jia merasa terkejut.


" Apa kau tahu tentang itu?" Tanya Jia menatap putrinya.


" Aku tahu semuanya, tapi aku harap Mama..... " Valle menjeda ucapannya.


" Apa sayang?" Tanya Jia.

__ADS_1


" Mama....


TBC....


__ADS_2