HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN

HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN
AKULAH ORANGNYA


__ADS_3

Bagaikan di tengah tengah lautan yang dalam, ingin sekali rasanya Jia tenggelam di dalamnya daripada harus terlibat dengan tiga pria yang membuatnya pusing sekarang ini. Ia menimang nimang Raffa setelah mematikan ponselnya, tak lama tangisan Raffa pun berhenti.


" Ada apa Jia? Siapa yang meneleponmu?" Tanya Argham menatap Jia.


" Wahyu, dia jatuh di jalan depan Mas. Bisa tolong bantu bawa dia ke sini? Dia membutuhkan bantuan." Ujar Jia.


" Tentu saja, dia sahabatku. Aku akan ke sana sekarang, kamu jagain Raffa aja biar dia nggak nangis lagi. Sepertinya dia juga mengantuk." Ucap Argham menatap Raffa yang nampak memejamkan matanya.


" Baiklah." Sahut Jia.


" Aku pergi dulu." Argham keluar dari kamar lalu meninggalkan rumah Jia untuk menjemput Wahyu.


Sedangkan di dalam kamar, Alex menatap Jia dengan tajam.


" Siapa lagi pria yang bernama Wahyu?" Selidik Alex.


" Dia teman kecilku sekaligus temannya mas Argham sekarang." Sahut Jia.


" Apa kau punya hubungan dengan salah satu dari mereka?" Alex bertanya lagi.


" Tentu saja." Sahut Jia enteng membuat Alex terkejut.


" Kau dan...


" Aku dan Wahyu berhubungan sebagai teman, dan dengan mas Argham ada hubungan pekerjaan. Untuk apa kamu ingin tahu semua itu Mas? Aku harap setelah ini kau tidak akan mencampuri urusan pribadiku lagi karena sekarang kau bukan siapa siapaku lagi." Ujar Jia.


Alex memejamkan matanya menahan pedih di dadanya, entah mengapa ia merasa Jia punya hubungan dengan salah satu dari mereka. Jia keluar dari kamar Valle meninggalkan Alex menuju kamarnya sendiri untuk menidurkan babby Raffa. Ia menidurkan Raffa di tengah tengah ranjang lalu mengapitnya dengan bantal di pinggirnya. Setelah itu ia keluar dari kamarnya bertepatan dengan Argham yang sedang merapat Wahyu masuk ke dalam.


" Astaga... Kenapa bisa begini Yu?" Tanya Jia menghampiri keduanya. Jia bergidik ngeri melihat luka pada lutut kanan Wahyu yang tergores aspalan.


" Apa kau punya kotak p3k Jia? Kalau ada tolong obatin lukanya!" Ujar Argham.


" Sebentar! Aku ambilkan." Jia mengambil kotak p3k yang ia simpan di bufet. Setelah itu ia kembali ke mendekati Wahyu.


Dengan telaten Jia mengobati luka Wahyu dengan telaten. Wahyu menatap Jia tanpa berkedip memperhatikan gerakan Jia, merasa di perhatikan Jia mendongak. Manik mata keduanya saling bertemu. Jantung keduanya berdebar kencang, Wahyu melempar senyuman termanis nya membuat Jia segera memutus pandangannya. Argham yang melihatnya meras aneh dengan pandangan keduanya.

__ADS_1


" Ehmm.. ehm... " Argham berdehem membuat keduanya keduanya jadi salah tingkah.


" Aku buatkan minuman dulu untuk kalian." Ujar Jia berlalu ke dapur.


Alex yang merasa penasaran dengan apa yang terjadi di depan, memaksakan dirinya untuk berjalan, ia berpapasan dengan Jia yang hendak ke dapur.


" Mau kemana Mas?" Tanya Jia.


" Mau menemui teman temanmu." Sahut Alex berlalu begitu saja menghampiri Wahyu dan Argham.


Alex duduk di sofa seberang berhadapan dengan Wahyu dan Argham.


" Kamu yang bernama Wahyu?" Tanya Alex menunjuk Wahyu.


" Ya." Sahut Wahyu menatap Alex. Sosok laki laki yang membuat Jia berpaling kepadanya.


" Kata Jia kau temannya sejak kecil, apa kamu tahu siapa pria yang menjalin hubungan dengan Jia?"


Glek...


Pertanyaan Alex membuat Wahyu menelan kasar salivanya. Mendengar itu Argham pun menatap Wahyu dengan tajam, sama halnya dengan Alex ia juga menanti jawaban Wahyu saat ini.


" Tapi dengan kau bertanya begitu, sama saja kau telah memberitahuku tentang masalah Jia. Aku jadi tahu alasan kalian berpisah. Aku rasa itu salah satu penyebabnya." Sambung Wahyu membuat Alex menyadari kebodohannya. Sama saja ia membuka aib keluarganya sendiri.


" Sial... Kenapa aku bisa keceplosan bertanya padanya sih. Kalau sampai Jia tahu aku menanyakan masalah ini padanya, dia pasti sangat marah." Batin Alex merutuki kebodohannya.


" Tapi siapapun pria itu, yang jelas pria itu pasti lebih baik darimu karena aku tahu Jia tidak akan salah memilih seperti sebelumnya." Ucap Wahyu tersenyum sinis.


" Apa kau berpikir Jia telah salah karena memilihku sebelumnya?" Alex menatap Wahyu dengan tatapan menantang.


" Bisa jadi. Karena kalau kau yang terbaik, Jia tidak akan berpaling darimu dan menjauh darimu."


Skak mat...


Jawaban Wahyu bagaikan hasil putusan sidang yang telah di ketuk palu oleh majelis hakim. Alex mendadak menjadi bisu tanpa mau berkata apa apa lagi sampai Jia membawa tiga cangkir kopi untuk tiga pria yang telah menghilangkan ketenangan hidupnya.

__ADS_1


Jia menyajikan kopinya di depan Wahyu, Argham dan Alex membuat ketiganya tersenyum dan mengucapkan terima kasih secara bergantian.


" Jia, kau istirahat saja! Temani Raffa, biar aku yang akan menjemput Valle." Ucap Argham.


Jia melirik Wahyu begitupun sebaliknya. Wahyu menggelengkan kepalanya seolah tidak mengijinkan Jia untuk pergi. Ingin sekali Jia menggunakan kesempatan yang Tuhan berikan saat ini untuk memandangi wajah Wahyu sampai puas, namun di sisi lain ia takut hatinya akan terpaut nama Wahyu lagi dan membuatnya semakin susah untuk melupakan Wahyu.


" A... Aku di sini saja." Nyatanya Jia lebih memilih memberikan jawaban sesuai kata hatinya.


Wahyu tersenyum sambil bernafas lega, ia mencuri pandang ke arah Jia dan hal itu tidak lepas dari pantauan Argham.


" Wahyu, by the way ada perlu apa kamu ke sini?" Tanya Argham membuat Wahyu beralih menatapnya.


" Aku ingin menyusulmu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu mengenai proyek pemasangan monopol di kawasan xx. Tapi pas aku menyebrang jalan ada anak kecil membawa sepeda tanpa melihat ke arahku. Aku mencoba menghindarinya malah aku oleng dan jatuh menubruk batu besar yang ada di pinggir jalan. Alhasil lututku lecet semua." Terang Wahyu.


" Makanya lain kali jangan meleng kalau jalan, jadi nyium aspal kan lututmu." Ujar Argham.


Mereka melanjutkan mengobrol sedangkan Jia memainkan ponselnya, sesekali Jia menimpali pertanyaan yang mereka lontarkan padanya.


Drt..


Ponsel Jia bergetar tanda pesan masuk. Ia melirik Wahyu sekilas lalu membuka pesan yang ternyata bersama darinya.


Aku ke sini mau menemuimu, aku merindukanmu. Tapi ternyata ada dua orang penganggu, aku tidak tahu ada mereka di sini ~Wahyu


Jia tersenyum membaca pesan itu. Tak lama ia mengetikkan sesuatu lalu mengirimkannya pada Jia.


Hh kasihan ~Jia


Mereka berbalas pesan tanpa mempedulikan Argham dan Alex yang terlibat percakapan unfaedah itu. Argham yang merasa janggal dengan keduanya, langsung merebut ponsel di tangan Wahyu.


" Argham kembalikan." Ucap Wahyu hendak merebut ponselnya kembali namun gagal, karena ia tidak bisa berdiri.


Argham keluar rumah lalu membaca pesan yang sedang berlangsung di kolom chat Wahyu. Argham dapat membaca pesan yang Wahyu kirimkan namun ia tidak bisa membaca pesan yang Jia kirim karena Jia langsung menghapusnya begitu Argham merebut ponsel Wahyu tadi. Namun Argham dapat melihat nama kontak yang terpapang jelas di sana. Ia menatap Wahyu dan Jia bergantian lalu mendekati mereka.


" Wahyu, Jia, kalian punya hubungan?"

__ADS_1


" ????"


TBC....


__ADS_2