HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN

HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN
PERSIAPKAN DIRIMU


__ADS_3

Matahari mulai menampakkan sinarnya, angin sejuk mulai berhembus dari pantai ke daratan. Suara kicau burung menambah cerah pagi ini, secerah hati Argham karena kedatangan Lora dan Ardian ke rumahnya. Lora dan Ardian duduk berhadapan dengan Jia dan Argham di sofa ruang tamu. Jia menatap keduanya seolah meminta penjelasan untuk apa mereka datang kemari, namun sepertinya keduanya tidak mau memberikan jawaban hingga bibirnya terasa gatal untuk menanyakannya.


" Ada perlu apa kalian berdua kemari? Apa kalian mau menuntut tanggung jawab dari suamiku? Apa kalian sudah punya semua bukti bukti yang akurat untuk menyudutkan suamiku?" Argham justru tersenyum mendegar pertanyaan yang Jia lontarkan untuk Lora dan Ardian.


" Tidak nona Jia, kami tidak punya bukti apa apa untuk menuntut tuan Argham selain kejadian di kamar hotel yang anda saksikan dengan mata kepala anda sendiri." Sahut Ardian.


" Lalu?" Jia bertanya kembali.


" Kami kemari untuk meluruskan kesalahpahaman ini." Sahut Ardian.


" Baiklah, silahkan anda jelaskan semuanya! Saya akan mendengarkannya." Sahut Jia dengan tegas.


Ardian menatap Lora sekilas lalu menatap Jia dan Argham bergantian.


" Sebelumnya perkenalkan, nama saya Ardian. Saya adalah kekasih Lora. Di sini Lora akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara dia dan tuan Argham." Ucap Ardian.


Ardian meminta Lora untuk menjelaskan semuanya. Akhirnya Lora pun mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dari awal hingga akhir membuat Jia bisa bernafas lega. Ternyata suaminya memang benar benar tidak bersalah. Bukan tidak bersalah, tapi tidak melakukan apapun. Bagi Jia, Argham tetap bersalah karena lebih memilih mabuk bersama teman temannya di banding menghabiskan waktu bersamanya. Seandainya Jia tahu kepergian Argham lebih awal, ia pasti akan melarangnya sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi.


" Aku minta maaf Jia, aku telah mengacaukan pernikahan kalian." Ucap Lora.


" Siapa bilang?" Tanya Jia, Lora dan yang lainnya mengerutkan keningnya, mereka tidak tahu apa maksud Jia.


" Pernikahan kami baik baik saja, hal yang kau lakukan tidak akan mampu menggoyahkan pernikahan kami Lora. Aku dan mas Argham menganggapnya hanya angin lalu. Jadi jika kau menganggap kau telah berhasil mengacaukan pernikahan kami, itu salah." Ucap Jia dibumbui sedikit dusta karena pada kenyataannya ia terpengaruh dengan kejadian ini.


Lora nampak mengepalkan erat tangannya. Ia merasa Jia sedang merendahkannya.


" Jia benar, pernikahan kami baik baik saja." Sahut Argham menggenggam tangan Jia.

__ADS_1


" Syukurlah kalau begitu tuan Argham, terima kasih telah membantuku menemukan Lora." Lora terkejut dengan ucapan Ardian. Ia menatap Ardian dan Argham bergantian.


" Apa kalian saling kenal?" Selidik Lora.


" Sebenarnya kamu tidak saling kenal sebelumnya, aku menggunakan jasa travel milik tuan Argham. Aku.... "


Ya... Dari pulau Bali ke kota Jakarta, Ardian menggunakan jasa travel yang Arghak jalankan. Entah kebetulan atau keberuntungan, mereka bertemu di transit terakhir pemberhentian travel Argham. Karena tidak tahu daerah kota ini, Ardian bertanya kepada Argham lalu menceritakan tujuannya datang kemari, yaitu mencari Lora. Bermodalkan foto dan foto KTP Lora yang ia curi sebelumnya, Argham tahu jika Lora yang Ardian cari adalah Lora yang sama dengan Lora yang menjebaknya.


Argham merasa sangat senang saat itu, ia merasa permasalahannya dengan Jia akan segera terselesaikan. Itu sebabnya Argham membantu Ardian, bahkan ia sendiri yang mengantar Ardian ke rumah Lora. Namun ia tidak tahu jika Ardian menculik Lora saat Lora hendak pergi ke club untuk mencari mangsa. Selain uang, Lora juga mencari kepuasan batin. Setelah berkali kali menikmatinya dengan Ardian membuat Lora merasa ketagihan dan ingin merasakannya setiap harinya.


" Sekarang masalah sudah terselesaikan, aku harap kau tidak akan melakukan kesalahan yang sama pada lain orang Lora. Kau tidak hanya merugikan orang lain tapi juga dirimu sendiri. Jangan bertingkah seperti kakakmu, atau kau akan menyesalinya suatu hari nanti. Jika kau sudah mendapat yang tepat, segeralah menikah! Kau akan menemukan kebahagiaan di dalamnya." Ucap Argham memberikan nasehat kepada mantan adik iparnya.


Lora hanya menganggukkan kepalanya saja. Setelah itu Ardian dan Lora berpamitan pulang sedangkan Jia dan Argham kembali ke kamarnya. Raffa masih nampak tertidur di atas ranjang.


Tiba tiba Argham memeluk Jia dari belakang saat Jia hendak menyiapkan baju ganti untuk Raffa.


Argham melingkarkan tangannya ke perut Jia lalu menyusupkan wajahnya ke tengkuk leher Jia membuat tubuh Jia meremang.


" Lepas Mas! Aku harus menyelesaikan pekerjaanku sebelum Raffa bangun." Ucap Jia.


" Biarkan seperti ini! Kalau kamu tidak membiarkan aku mendekatimu, lalu bagaimana kita bisa dekat? Bagaimana perasaan cinta bisa tumbuh di dalam hatimu untukku Jia?" Ujar Argham.


Jia hanya bisa diam, ia membenarkan semua ucapan Argham. Namun tanpa Jia sadari perasaan itu sudah mulai tumbuh di dalam hatinya. Tekadnya untuk melupakan Wahyu dan menggantikannya dengan Argham begitu besar hingga membuatnya mudah untuk membuka hati. Bukan karena memiliki sifat mudah jatuh cinta, namun lebih mengarah kepada kewajibannya sebagai seorang istri yang harus mencintai suaminya dengan sepenuh hati.


" Ngomong ngomong nanti malam apa aku sudah bisa unboxing?" Pertanyaan Argham membuat Jia melongo, matanya membulat sempurna, mulutnya menganga lebar namun beberapa detik kemudian ia berhasil menguasai dirinya.


Argham menggesekan hidungnya ke leher Jia, Jia memejamkan matanya menahan rasa geli yang menjalar pada tubuhnya. Sadar tidak ada perlawanan dari sang istri, perlahan Argham memutar badan Jia. Keduanya saling melempar tatapan membuat jantung berdetak sangat kencang.

__ADS_1


Argham menangkup wajah Jia dengan kedua tangannya. Ia memajukan wajahnya lalu menempelkan bibirnya tepat di bibir Jia. Jia memejamkan matanya lalu membuka sedikit mulutnya. Kesempatan itu Argham gunakan untuk menyusupkan lidahnya ke mulut Jia, ia mengekspos setiap inchinya dengan lembut. Suara decapan terdengar memenuhi ruangan kamar mereka berdua.


Keduanya saling menikmati manisnya bertukar saliva. Jiwa keduanya seperti melayang ke nirwana setelah sekian lama tidak merasakan hal seperti ini. Apalagi Argham, sudah hampir dua tahun lamanya ia menahan semua rasa ini. Hari ini ia benar benar merasakan kabahagiaan yang tiada tara.


Di rasa keduanya kehabisan nafas, Argham melepas pagutannya. Ia mengusap lembur bibir Jia dengan jempolnya.


" Terima kasih." Ucap Argham. Jia menjadi salah tingkah ia memalingkan wajahnya menatap ke sembarang arah.


" Nanti malam tinggal unboxing nya." Bisik Argham di telinga Jia.


Jia kembali melongo mendengar ucapan Argham. Unboxing? Benarkah Argham akan melakukannya? Bagaimana jika Argham benar benar melakukannya? Apakah dirinya sudah siap? Apakah malam pertama mereka bisa di sebut unboxing? Banyak pertanyaan dan pemikiran yang bersarang di kepala Jia. Argham tersenyum melihat tingkah istrinya yang terlihat manis di matanya.


Cup...


Argham mencium kening Jia dengan mesra membuyarkan lamunan Jia. Keduanya kembali saling menatap.


" Persiapkan dirimu! Aku berangkat dulu, aku akan pulang lebih awal dari shorum. Aku mencintaimu." Argham kembali mencium kening Jia, setelah itu ia berlalu meninggalkan kamarnya untuk berangkat kerja.


Jia menyentuh dadanya yang terasa berdebar debar.


" Unboxing... "


TBC......


Mohon doa dan dukungannya supaya cerita Jia dan Argham terpilih oleh editor di bab ke empat puluh ini.


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2