
Sampai di cafe xx, Jia dan Valle masuk ke dalam. Mereka berjalan melewati deretan meja dan kursi menuju ruang VIP reservasi atas nama Wahyu yang berada di bagian belakang. Sampai di depan ruang VIP nomer dua, Jia membuka pintunya.
Ceklek....
Wahyu yang sedang duduk di dalam menoleh ke arah pintu.
Deg.. Deg... Deg...
Jantung Jia dan Wahyu berdebar kencang saat manik mata mereka bertemu. Ada desiran halus yang merambat di dalam hati keduanya. Wahyu menyunggingkan senyumannya begitupun dengan Jia.
"Ya Tuhan.... Tenangkanlah hatiku! Normalkan lah detak jantungku. Aku harus kuat, aku harus bisa menahan perasaan ini, kamu harus kuat Jia. Kau pasti bisa, jangan mundur lagi. Ini yang terbaik untukmu dan dirinya." Batin Jia.
" Aku sangat bahagia Jia, setelah satu bulan lamanya akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Aku sangat merindukanmu, ingin sekali aku memelukmu saat ini." Batin Wahyu.
" Silahkan masuk Jia!" Ucap Wahyu menyadarkan Jia dari lamunannya.
Jia masuk ke dalam di ikuti oleh Valle, Wahyu mengerutkan keningnya saat melihat Valle ada bersama Jia. Untuk apa Jia mengajak Valle? Bagaimana kalau Valle mengetahui hubungan mereka dan memberitahu papanya? Ia terus menatap keduanya yang berjalan mendekat ke arahnya.
" Kau mengajak Valle?" Tanya Wahyu menatap Jia.
" Valle sudah tahu semuanya." Sahut Jia.
Deg...
Jantung Wahyu terasa berhenti berdetak.
Jia dan Valle duduk di kursi di depan Wahyu.
" Maksud kamu Valle tahu tentang.. " Wahyu menjeda ucapannya, ia menunjukkan dirinya dan Jia bergantian.
" Iya Om, aku tahu tentang hubungan kalian." Sahut Valle.
" Apa kau tidak marah pada kami?" Tanya Wahyu.
" Tidak Om, aku bisa mengerti alasan kalian melakukan ini. Karena aku menyadari setiap kesalahan pasti ada sebab dan akibatnya. Dan aku sangat tahu apa yang mama rasakan." Sahut Valle.
" Terima kasih telah memahami perasaan kami." Ucap Wahyu dj balas anggukkan kepala oleh Valle.
__ADS_1
" Darimana kau mengetahuinya? Apa mama kamu yang memberitahu kamu?" Tanya Wahyu memastikan. Ia khawatir jika Valle akan memberitahu papanya tentang masalah ini, dan itu bisa berakibat fatal untuk pernikahan keduanya. Wahyu tidak tahu saja tentang perpisahan Alex dan Jia.
" Apa Om ingat pas malam malam mama telepon tapi tidak mengatakan apapun?" Wahyu nampak sedang berpikir, tak lama kemudian ia menganggukkan kepalanya.
" Itu aku yang menelepon Om. Dan aku mendengar dengan jelas, kalau Om memanggil mamaku dengan sebutan sayang." Sambung Valle.
Ucapan Valle membuat Jia terkejut dan membuat Wahyu menjadi malu.
" Kau... " Jia menatap Valle.
" Maaf Ma, aku hanya ingin tahu dengan siapa Mama berhubungan sampai sampai Mama suka senyam senyum sendiri saat berbalas pesan." Kini giliran Jia yang merasa malu. Ia melirik Wahyu yang saat ini sedang menatapnya.
" Bukan begitu aku hanya...
" Aku tahu." Sahut Wahyu memotong ucapan Jia. Ia tidak perlu penjelasan dari Jia karena ia sudah tahu jawabannya. Jawabannya adalah Jia bahagia bersamanya.
Setelah itu mereka memesan makanan ringan seperti fried pottato dan tiga gelas jus anggur. Jia menyesap jusnya mengumpulkan keberanian untuk mengatakan apa yang akan menjadi keputusannya nanti.
" Sepertinya kau ingin mengatakan sesuatu! Katakanlah jangan sungkan! Aku akan mendengarkannya dengan baik! Apapun yang akan kau katakan, aku akan menerimanya. Asalkan kamu bahagia, aku juga bahagia Jia." Ucap Wahyu menatap Jia.
Dari sinilah Valle semakin mengerti mengapa ibunya bisa jatuh hati kepada Wahyu, ia dapat melihat kepedulian dan perhatian Wahyu kepada ibunya. Ingin rasanya ia menjadikan Wahyu sebagai ayahnya, namun semua sudah terlambat. Tidak mungkin ia memaksakan keadaan untuk saat ini.
" Aku ingin mengakhiri hubungan kita. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan terlarang ini Wahyu. Kita sudahi saja semuanya cukup sampai di sini." Ucap Jia menundukkan kepala.
Berat... Sangat berat melepas seseorang yang kita sayang. Melepas seseorang yang membuat kita nyaman, melepas seseorang yang menjadi penyemangat sekaligus inspirasi untuk hidup kita. Namun apalah daya Jia, ia tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang lain. Cukup rumah tangganya dan suaminya yang kandas, jangan pernikahan orang lain.
" Apa kau yakin dengan keputusanmu?" Tanya Wahyu menatap Jia.
" Iya." Jia menganggukkan kepalanya.
Wahyu hanya bisa diam tidak mau menanyakan alasan Jia melakukan semua ini. Ia tidak mau menyudutkan Jia dalam hal ini karena ia juga menyadari siapa Jia dan dirinya.
" Aku sadar Wahyu, sebesar apapun cinta yang aku miliki untukmu itu tidak akan ada artinya. Kita tidak akan pernah bisa bersama, yang ada kita hanya akan menyakiti hati kita berdua dan pasangan kita. Walaupun sangat berat bagiku tapi aku tetap harus memutuskan hubungan ini kan? Ini kesalahanku karena telah menerima cintamu jadi biarkan aku yang merasakan rasa sakit ini, jangan istrimu." Ucap Jia sekuat mungkin menahan air mata yang siap menetes di pipinya.
" Terima kasih sudah menemaniku dan menjadi pusat kebahagiaanku walau hanya sementara, tapi aku bahagia Yu. Ini merupakan kenangan terindah dalam hidupku. Maafkan aku!" Sambung Jia.
Wahyu menggenggam tangan Jia, hati Jia merasa hangat dengan sentuhannya.
__ADS_1
" Aku bisa memakluminya Jia, aku tahu jika hari ini pasti akan tiba. Kau wanita yang baik, kau tidak akan pernah bisa menyakiti orang lain."
" Tapi aku telah menyakiti istrimu dan suamiku." Ujar Jia.
" Aku tahu kau punya alasan untuk semua itu." Sahut Wahyu.
" Tapi jangan pernah katakan kalau cintamu tidak berarti apa apa Jia, cintamu sangat berarti dan sangat berharga dalam hidupku. Aku bahagia bisa merasakan cintamu walaupun dalam waktu yang sesingkat ini. Aku berharap ke depannya kau bisa hidup bahagia bersama suami dan anakmu." Ucap Wahyu.
" Mama sama papa sudah cerai Om."
Jeduarrr....
Bagaikan di sambar petir di siang bolong, Wahyu benar benar sangat terkejut mendengar ucapan Valle. Ia tidak pernah menyangka jika Jia dan Alex akan berpisah. Ia menatap Jia dengan tatapan menyelidik. Jia hanya bisa menundukkan kepalanya.
" Jia, tatap mataku!" Ucap Wahyu.
Jia mendongak menatap Wahyu hingga manik mata mereka bertemu.
" Apa ini terjadi karena aku?" Tanya Wahyu.
" Bukan, ada alasan sendiri aku berpisah dengannya. Aku rasa ini jalan terbaik untuk kami berdua." Ucap Jia.
" Aku tidak akan memaksakan untuk mengatakan alasannya padaku, yang jelas aku turut prihatin atas apa yang menimpa pernikahanmu Jia. Kalau saja aku masih sendiri, ini akan menjadi kabar bahagia untukku karena aku bisa bebas mengejarmu. Tapi saat ini, ini menjadi kabar terburuk untukku karena hatiku semakin menginginkanmu namun keadaan semakin menghimpitku. Aku hanya bisa berdoa semoga kau bahagia. Walaupun hubungan cinta kita berakhir tapi aku harpa hubungan pertemanan kita tidak akan pernah berakhir Jia. Aku akan selalu ada untukmu, jika kau butuh bantuan aku siap membantumu." Ujar Wahyu. Valle semakin kagum dengan sosok Wahyu yang terlihat sangat menghargai ibunya.
" Terima kasih telah mengerti dan memahami keadaanku saat ini Wahyu. Aku minta maaf karena tidak bisa melanjutkan hubungan terlarang ini. Aku juga akan mendoakan untuk kebahagiaanmu. Dan aku memang membutuhkan bantuanmu Wahyu." Ucap Jia.
Wahyu menatap Jia dengan intens.
" Katakan apa yang bisa aku bantu! Aku pasti akan membantumu." Ucap Wahyu.
" Aku membutuhkan...... "
Membutuhkan apa ya? Cinta? Uang? kasih sayang?
Penasaran? Tekan like koment vote dan mawar yang banyak buat author dulu biar author makin semangat...
Miss U All...
__ADS_1
TBC....