
Hari ini Alex memulai pergerakannya, ia mengancam Ayu untuk tidak memberitahu Erik kalau ia sudah mengetahui yang sebenarnya, dan Ayu pun menurutinya karena ia tidak punya pilihan lain. Saat ini di ruangan Erik, Alex sedang duduk berdua dengan bos kepercayaannya. Mereka sedang membicarakan proyek luar kota, lebih tepatnya Erik meminta Alex untuk menemaninya seperti biasa. Dan membicarakan rencana pesta ulang tahun perusahaan Erik.
" Bagaimana Lex, apa kau siap?" Tanya Erik.
" Aku selalu siap, apapun perintahmu pasti akan aku lakukan asalkan kau tidak memerintah ku untuk menikahi kekasihmu Bos."
Deg...
Ucapan Alex membuat Erik menelan ludah, ia menatap Alex dengan gugup.
" Kenapa kau berkata seperti itu? Tidak mungkin aku memintamu untuk melakukan itu, pasti aku sendiri yang akan menikahi kekasihku. Aku yang mencintainya masa' kamu yang menikahinya. Ada ada saja kamu Lex." Ujar Erik mencoba menghilangkan kecurigaan Alex. Alex terkekeh seperti biasanya saat ia bercanda.
Singkat cerita Alex keluar dari ruangan Erik, ia tersenyum smirk melihat beberapa helai rambut yang saat ini berada dalam genggamannya. Dengan alibi sebuah uban, Alex berhasil mendapatkan apa yang ia mau. Alex menyimpan rambut itu pada plastik obat yang ia simpan di saku celananya lalu ia kembali ke ruangannya.
Pulang dari kantor Alex meminta Ayu menjelaskan apa yang telah Erik rencanakan saat itu sampai pada kejadian ia terbangun di dalam kamar hotel bersama Ayu, tanpa Ayu tahu jika Alex telah merekam semua ucapannya. Alex juga menyimpan buku kesehatan ibu dan anak milik Ayu sebagai penguat bukti kejahatan yang Erik lakukan padanya. Kini tinggal menghitung mundur kehancuran Erik ada di depan mata.
Berbeda dengan Jia, hari ini adalah hari pertama Jia bekerja sebagai babby sister untuk babby Raffa. Saat ini Jia sedang menggendong babby Raffa sambil menyuapinya dengan nasi tim khusus bayi buatannya sendiri. Sedangkan Valle sudah berangkat sekolah dengan di antar sopir. Kalau Argham masih berada di dalam kamarnya, mungkin ia sedang bersiap berangkat ke kantornya.
" Ayo a' sayang, biar kamu cepat besar. Kalau sudah besar mau jadi apa nih? Mau jadi pengusaha seperti papa atau mau jadi dokter." Jia mencoba mengalihkan perhatian Raffa agar ia makan banyak.
" Mam.. Mam.. Mam... " Celoteh Raffa sambil mengunyah makanan dalam mulutnya.
" Anak pintar." Ucap Jia tersenyum senang. Jia merasa punya hiburan sendiri untuk melupakan kesedihan dalam hidupnya.
Tap.. Tap.. Tap...
Suara langkah Argham menuruni anak tangga terdengar di telinga Jia, Jia mendongak menatap Argham. Ia mengerutkan keningnya, pasalnya Argham memakai pakaian kasual bukan pakaian kantor. Celana levis panjang di padukan dengan jaket kuning kunyit kecoklatan membuat Argham nampak lebih tampan. Sesaat Jia nampak tertegun namun sedetik kemudian ia berhasil menguasai dirinya kembali.
" Mas Argham tidak berangkat bekerja?" Entah mengapa pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir Jia.
Argham tersenyum menatap Jia, senyuman termanis yang pernah Jia lihat.
__ADS_1
" Hari ini aku sengaja libur, aku ingin tahu bagaimana kau mengurus Raffa untuk yang pertama kalinya. Aku ingin menilai apakah kau sudah benar dalam mengurus Raffa atau belum. Bukan aku tidak percaya padamu tapi aku hanya ingin memastikan saja." Sahut Argham. Memang alasan yang masuk akal namun entah apa alasan yang sebenarnya hanya dia yang tahu.
" Owh.. " Gumam Jia.
" Maaf! Aku menukar waktu makan Raffa dengan waktu mandinya, aku berpikir kalau Raffa mandi setelah makan itu membuat badannya bersih, jadi pas dia tidur nanti aku tidak khawatir dia akan tersedak makanan, karena aku yakin makanannya sudah tertelan semua." Ujar Jia.
Argham nampak mengangguk anggukkan kepalanya.
" Benar juga pemikiranmu Jia, pantas saja waktu itu Raffa sempat kejang saat tidur, saat aku bawa ke rumah sakit ternyata dia masih ada makanan yang menyangkut di tenggorokannya." Ucap Argham baru mengerti.
" Kasihan dedek Raffa ya, ayo makan lagi." Jia kembali menyuapi Raffa.
Sesekali Raffa mengelus pipi Jia sambil berceloteh memanggil Jia mama. Argham duduk di sofa ruang tamu sambil memainkan ponselnya, tidak.. Lebih tepatnya pura pura. Tangannya memang memegang ponsel tapi matanya tertuju pada Jia, ia mengikuti kemanapun Jia bergerak.
" Mam.. Mama." Raffa berceloteh lagi.
" Apa sayang hmm? Habiskan makanannya dan kita main sebentar setelah itu kamu mandi ya." Ujar Jia.
Setelah Raffa menghabiskan makanannya, Jia membawanya ke kamar Argham di ikuti Argham dari belakang. Sebenarnya Jia merasa canggung tapi ia harus bersikap profesional kan? Sampai di dalam kamar Jia menurunkan Raffa pada karpet bulu yang melintang di dekat ranjang agar babby Raffa bisa berdiri sambil berpegangan pada ranjang.
Jam setengah delapan, Jia memandikan Raffa dengan air hangat. Raffa nampak senang bermain air, ia menggejolkan kaki dan menepuk nepuk air sambil tertawa. Sungguh suasana yang tidak pernah terjadi selama ini karena selama ini bi Ijah memandikan Raffa dengan cepat, berbeda dengan Jia saat ini.
Selesai mandi Jia memakaikan baju kepada Raffa dengan telaten karena Raffa terus merangkak menjauh dari Jia, sepertinya ia sedang menggoda Jia.
" Hmm Raffa sedang menggoda Mama ya, baiklah kalau Raffa mau bercanda Mama akan meladeninya. Kita lihat siapa yang akan menjadi pemenangnya." Argham tersenyum mendengar ucapan Jia, ia duduk di tepi ranjang sambil terus menatap kegiatan Jia.
" Yei berhasil... " Pekik Jia kegirangan setelah berhasil memakaikan pakaian lengkap kepada Raffa.
Jia menggendong Raffa lalu mencium perutnya membuat Raffa tertawa lepas.
" Akhirnya Mama yang jadi pemenangnya, sekarang Raffa bisa bermain dulu di sini sebelum Raffa bobok." Jia menurunkan Raffa di karpet bulu. Argham pun ikut bergabung dengan mereka.
" Maaf Mas, bisa jagain Raffa sebentar? Aku mau membuatkan susu dulu buat Raffa." Ucap Jia menatap Argham begitupun sebaliknya. Untuk beberapa saat manik mata mereka beradu, Jia lebih dulu memutuskan pandangannya.
__ADS_1
" Tentu." Ucap Argham memalingkan wajahnya mencoba menghilangkan kegugupannya.
Jia beranjak dari tempatnya, ia turun ke dapur membuat susu untuk Raffa. Di dalam kamar, Argham menghirup udara dalam dalam. Entah mengapa ia selalu merasa gugup berada di dekat Jia.
" Hah... Ya Tuhan, rasanya jantungku hampir copot berada di dekat Jia. Entah mengapa rasanya juga begitu damai berada di dekatnya. Senyumannya membuat hatiku merasa hangat, dan perhatiannya kepada Raffa membuat aku menganguminya. Jia... Kau memporak porandakan hidupku."
" Apa Mas?"
Argham menoleh ke arah pintu dimana Jia sedang berjalan mendekatinya.
" Mas Argham tadi ngomong apa? Kalau aku nggak salah dengar, Mas Argham menyebut namaku." Ujar Jia.
" Ah tidak, aku hanya sedang berbicara dengan Raffa saja." Kilah Argham.
" Owh." Gumam Jia.
" Sini sayang minum dulu." Jia menidurkan Rafda di pangkuannya, ia memberikan dot susu pada Raffa, Raffa menyesapnya dengan kuat. Lama kelamaan mata Raffa pun terpejam. Jia menidurkan Raffa di ranjangnya, sedangkan Argham turun ke bawah menuju ruang kerjanya. Jia menunggu Raffa tidur sambil mengetik naskah novelnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam ini tiba malam pesta ulang tahun perusahaan Erik yang di selenggarakan di sebuah hotel ternama di kota itu. Ia mengundang semua kolega bisnisnya untuk menikmati acara yang ia buat. Sampai tiba pada saat ia memberikan sambutan sekaligus mempromosikan tentang proyek barunya, layar proyektor yang menyala di depan sana menampilkan gambar yang tidak senonoh. Terdengar bisik bisik dari para tamu, Erik melongo membulatkan matanya dengan sempurna, bagaimana tidak? Di depan sana terpapang jelas fotonya dan Ayu yang bergelung dalam satu selimut di sebuah kamar hotel. Semua tamu melempar tatapan remeh ke arah Erik, Erik mengepalkan erat tangannya menahan emosi yang memuncak di dalam dirinya.
" Sialan!!! Siapa yang berani melakukan ini padaku? Aku akan membuat perhitungan padanya." Gumam Erik geram.
Di depan sana Alex nampak menyunggingkan senyumannya. Senyuman kemenangan karena ia yakin, Erik akan hancur setelah ini.
" Ini baru awal Erik, kau akan lihat kelanjutannya."
Bagaimanakah kelanjutannya? Jangan lupa tekan like koment vote dan mawar yang banyak biar Alex makin semangat nih...
Terima kasih...
Miss U All....
__ADS_1
TBC....