HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN

HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN
ERICK SI HATI BATU


__ADS_3

Bagai di hantam bebatuan besar, tubuh Erick tercengang saat melihat Ayu terkapar di bawah sana. Darah segar mengalir dari bagian depan kepalanya karena Ayu jatuh dalam posisi tengkurap. Nafasnya tercekat, Erick bahkan tidak mampu untuk sekedar meneriakkan nama Ayu. Tubuhnya terasa lemas, kakinya terasa lunglai. Ia benar benar seperti kehilangan tenaga.


Suara ribut tetangga yang berdatangan membuat Erick tersadar dari lamunannya. Ia segera berlari ke dalam sebelum ada yang melihatnya berdiri di balkon kamar. Ia tidak mau di tuduh sebagai pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri. Sambil menggendong Mikayla, Erick berlari menuruni satu per satu anak tangga, ia keluar menghampiri kerumunan orang orang yang melihat kondisi Ayu saat ini.


Deg...


Jantung Erick berdetak sangat kencang, ia merasa ketakutan jika sampai nyawa Ayu melayang. Tubuhnya mematung menatap wajah Ayu yang berlumuran darah. Ya.. Salah satu tetangga Erick adalah seorang dokter, ia ingin mencoba memberikan pertolongan pertama pada Ayu sehingga ia membalikkan tubuh Ayu. Ia memeriksa denyut nadi pada pergelangan tangan dan leher Ayu yang ternyata masih berdetak.


" Istri anda masih hidup tuan Erick, lebih baik kita langsung bawa ke rumah sakit saja sebelum semuanya terlambat." Ucapnya.


Sebenarnya ingin sekali para tetangga bertanya kepada Erick tentang kejadian naas yang menimpa istrinya, namun mereka lebih mementingkan keselamatan nyawa Ayu di bandingkan rasa penasarannya.


Tidak bisa berkata apa apa, Erick hanya bisa menganggukkan kepalanya saja. Ia terlihat sangat syok dengan kondisi Ayu saat ini, belum lagi tangisan Mikayla yang belum juga berhenti. Nampak seorang gadis muda menghampiri Erick.


" Kak Erick, boleh saya menggendong putrimu? Sepertinya dia menangis sudah dari tadi." Ujarnya. Devita... Putri dari dokter Rayhan yang sedang menyelesaikan gelar dokter umum di sebuah universitas ternama di kota itu.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Erick memberikan Mikayla padanya. Ajaib.... Mikayla langsung terdiam dalam gendongan Devita. Dokter Rayhan dan para tetangga membantu Erick membawa Ayu ke rumah sakit menggunakan ambulans yang tadi di telepon oleh dokter Rayhan. Beruntung rumah Erick tidak jauh dari rumah sakit setempat.


Di dalam perjalanan, Erick terus menatap wajah Ayu, selang oksigen menempel pada kedua lubang hidungnya. Ada perasaan bersalah terbesit di dalam hati Erick. Ayu... Wanita yang selama ini selalu bersamanya, wanita yang selalu mengisi kekosongan hatinya, wanita yang selalu menghiburnya di saat kegelisahan melanda hidupnya dan wanita yang rela menyerahkan seluruh jiwa dan raga untuknya.

__ADS_1


Bayangan senyuman dan tawa Ayu melintas di pikiran Erick. Mereka sangat dekat sebelum Erick mengatakan tentang perasaannya yang sebenarnya jika ia hanya mencintai Jia. Bahkan setelah Ayu menikah dengan Alex, mereka masih sangat dekat. Tapi setelah kejadian itu, Erick mulai menjauhkan diri dari Ayu, sejak Alex mengetahui rencananya, ia menjadi semakin membenci Ayu. Ia merasa Ayu lah penyebab harapannya bersama Jia musnah.


Mengingat Jia, Erick menyunggingkan senyumannya. Sudah lama ia tidak membuntuti Jia lagi karena pekerjaan yang telah membuatnya sibuk. Dalam hati ia bertanya, apa kabar sang pujaan hatinya? Ia akan menyusun rencana untuk memisahkan Jia dari suaminya lagi. Setelah semua itu berhasil, ia akan mengejar Jia sampai ia mendapatkannya.


Sampai di rumah sakit, Ayu segera mendapat pertolongan dari dokter yang berjaga di instalasi gawat darurat. Erick dan dokter Rayhan duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruangan.


" Bagaimana ini bisa terjadi tuan Erick? Tidak ada unsur kekerasan kan di dalamnya?" Erick menatap tajam manik mata dokter Rayhan, ia tidak terima dokter Rayhan menyudutkannya dengan perkataan yang ia ucapkan.


" Kau seorang dokter forensik, kau pasti tahu jawabannya hanya dengan melihat luka yang ada di tubuh Ayu. Apa kau menemukan tanda tanda kekerasan di sana?" Erick menyerang dokter Rayhan dengan membalikkan pertanyaan.


Dokter Rayhan tersenyum.


" Saya rasa tidak ada, saya yakin anda tidak akan tega melakukan semua itu. Saya bertanya seperti itu karena sebelumnya saya mendengar tangisan bayi anda Tuan. Saya berpikir kalian sedang terlibat cekcok tadi. Saya minta maaf jika pertanyaan saya menyinggung hati anda." Ujar dokter Rayhan di balas anggukkan kepala oleh Erick.


Setelah hampir satu jam menunggu, akhirnya dokter keluar dari ruangan. Melihat itu Erick segera menghampirinya dan menanyakan keadaan Ayu saat ini.


" Istri anda dalam keadaan koma Tuan, benturan di kepalanya membuat jaringan otaknya tidak mampu bekerja normal seperti sebelumnya. Kita berdoa saja semoga pasien berhasil melalui masa kritis dan bisa segera sadar dari koma." Terang dokter.


" Sampai kapan istri saya tidak sadarkan diri Dok?" Tanya Erick.

__ADS_1


" Kami belum bisa memastikannya Tuan, melihat kondisinya yang cukup parah tidak memungkiri adanya kemungkinan koma hingga berbulan bulan. Kami akan melakukan scan pada kepalanya, jika terdapat darah yang menggumpal kami harus segera melakukan operasi." Ujar dokter.


" Lakukan yang terbaik untuknya." Entah kenapa kata kata itu lolos begitu saja dari bibir Erick. Ia tidak tahu apa yang ia inginkan saat ini. Yang jelas Ayu harus selamat demi mengurus Mikayla.


Dokter pamit undur diri, Erick kembali duduk di kursinya. Ia menarik kasar rambutnya sambil mengedarkan pandangan ke sembarang arah hingga netranya tertuju pada wanita yang berjalan sendirian ke arahnya. Ia menyunggingkan senyumannya melihat cantiknya sang pujaan hati. Siapa lagi kalau bukan Jia? Ia ke sini untuk menjenguk Wahyu bersama Argham, namun tiba tiba Argham ada keperluan mendadak. Itulah sebabnya Jia masuk ke dalam sendirian.


Deg.. Deg... Deg...


Jantung Erick semakin berdetak kencang saat Jia semakin mendekatinya. Saat Jia melewatinya tiba tiba..


Grep...


Erick mencekal tangan Jia membuat Jia terkejut. Sontak Jia langsung menatap ke arahnya dan menepis tangannya.


" Apa apaan kamu Kak Erick? Jangan sembarangan pegang pegang tangan orang atau aku akan berteriak agar mereka mengira jika kau sedang melakukan pelecehan terhadapku." Ucap Jia sedikit mengancam.


Bukannya takut, Erick justru terkekeh mendegar ancaman Jia. Ia berdiri di depan Jia lalu menyudutkan Jia ke tembok. Jia nampak panik, apalagi lorong tempatnya berdiri merupakan lorong yang sepi karena terletak di paling ujung. Jia merutuki kebodohannya sendiri yang memilih jalan ini, memang jalan ini akan membawanya lebih cepat sampai ke ruangan Wahyu. Namun ia tidak menyangka jika akan bertemu dengan mantan kakak kelasnya dulu.


Deg...

__ADS_1


Jantung Jia berdetak kencang saat Erick menatapnya dengan lekat dalam jarak sedekat ini, Jia mencoba mendorong Erick namun tidak ada pergerakan sama sekali dari tubuh Erick. Erick justru menguncinya dengan meletakkan kedua tangannya di samping kepala Jia, nafas Jia begitu cepat membuat dadanya naik turun. Hal itu terlihat sangat seksi di mata Erick. Erick memajukan wajahnya sampai....


TBC.....


__ADS_2