HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN

HANCURNYA SEBUAH KESETIAAN
BERSIKAP DEWASA


__ADS_3

Jeduarrrr....


Bagaikan di sambar petir di siang bolong, Jia dan Wahyu benar benar merasa terkejut dengan ucapan Argham. Bagaimana Argham bisa tahu masalah ini? Apakah Argham mencari tahu tanpa sepengetahuan Jia? Jia menatap Wahyu sekilas lalu menatap Argham.


" Apa yang kau katakan Gham? Jia wanita baik baik dia...


" Kau sendiri yang mengatakannya semalam." Sahut Argham memotong ucapan Wahyu sambil menatapnya.


Deg...


Wahyu mencoba mengingat apa yang terjadi padanya semalam. Tidak kuat menahan kesedihan karena di tinggalkan oleh Jia, ia pergi ke club malam. Di dalam club ia mabuk berat karena menenggak tiga botol minuman keras dalam waktu sekejap. Entah apa yang ada di pikiran Wahyu saat itu, yang jelas ia ingin menghilangkan sosok Jia dari pikirannya.


Aku dan Jia saling mencintai. Kami menjalin hubungan sebelum dia berpisah dari Alex. Kami sangat bahagia bro... Kami bahagia menjalin hubungan asmara terlarang ini, walaupun pada akhirnya kami harus berpisah karena Argham. Dia lebih memilih Argham daripada aku karena alasan Raffa. Anaknya Argham membutuhkannya, itu sebabnya dia lebih memilih meninggalkan pria yang di cintainya demi kebahagiaan orang lain.


Deg....


Jantung Wahyu berdetak sangat kencang, ia tidak menyangka jika yang terjadi padanya bukanlah sebuah mimpi tapi sebuah kenyataan. Kenyataan pahit yang harus Argham telan di awal pernikahannya. Ia benar benar terkejut begitu mendengar pengakuan Wahyu semalam. Ia sama sekali tidak menyangka jika kedua orang yang mengaku sebagai sahabat itu pernah menjalin hubungan terlarang.


Tidak mengerti dengan apa yang terjadi, Jia menuntut penjelasan dari suaminya. Dan betapa terkejutnya Jia saat Argham menceritakan semuanya. Dapat Jia lihat, kekecewaan terpancar di mata Argham. Rasa bersalah menjalar di hatinya karena telah menutupi masalah ini darinya. Ia mendekati Argham lalu menggenggam tangannya dengan erat. Keduanya saling menatap satu sama lain.


" Aku minta maaf Mas! Aku minta maaf karena telah membuat kecewa. Mungkin kau merasa jika aku terkesan menyembunyikan hal ini darimu Mas." Ucap Jia. Argham hanya diam saja, ia ingin tahu apa yang coba Jia jelaskan padanya.


" Bukankah semua itu hanya masa lalu? Masa lalu yang sengaja aku simpan rapat rapat, hubungan kami terjalin jauh sebelum aku mengenal mas Argham dan hubungan kami berakhir juga sebelum aku mengenal mas Argham. Semua itu sudah berlalu Mas, aku sengaja menyembunyikan hal ini dari mas Argham karena aku menganggap masalah ini sebuah aib. Aku malu mas, aku malu karena Mas Argham mengetahui semua ini, aku malu karena aku pernah menikmati peran sebagai wanita murahan. Tapi satu hal yang harus mas Argham tahu, aku melakukannya karena ada alasan tertentu, dan aku tidak bisa memberitahu mas Argham akan hal itu. Cukup aku dan mantan suamiku yang tahu masalah kami. Mungkin sekarang Mas berpikir kalau aku bukan wanita baik baik, aku bukan wanita yang tepat untuk menjadi istri mas maupun ibu dari Raffa. Aku yakin Mas Argham pasti sangat menyesal telah menikahi wanita sepertiku, aku minta maaf Mas. Aku.. Aku... " Jia tidak bisa berkata apa apa lagi. Dadanya terasa sesak seolah bebatuan besar telah menghimpitnya.

__ADS_1


Tiba tiba...


Grep....


Argham menarik Jia ke dalam pelukannya. Jia semakin terisak mengeluarkan sesak di dadanya dalam pelukan Argham. Ia merasa bersalah karena tidak mengatakan hal ini sebelumnya kepada Argham, namun ia tidak menyesalinya. Bukankah jika Argham benar benar tulus mencintainya, ia akan menerimanya apa adanya? Pikir Jia.


Benar kata Jia, mereka pasti punya alasan masing masing untuk melakukan hal terlarang itu. Argham harus bisa memahaminya, apalagi itu terjadi jauh sebelum Jia mengenalnya. Itu berarti Jia tidak mengkhianatinya, lalu untuk apa Argham marah? Kenapa Argham tidak berpikir sampai ke situ? Argham benar benar merutuki kebodohannya sendiri karena telah menyudutkan Jia sehingga Jia merasa menjadi wanita terendah di dunia ini.


" Aku yang seharusnya minta maaf padamu sayang. Aku benar benar minta maaf." Jia menjauhkan tubuhnya lalu menatap Argham.


" Tidak seharusnya aku mengungkit masalah ini Jia. Karena emosi sesaat dan perasaan cemburu ini membuatku ingin menangkap basah hubungan kalian berdua." Ujar Argham menangkup wajah Jia dengan kedua tangannya.


" Aku cemburu dan sakit hati saat Wahyu mengakui hubungan kalian sebelumnya, hatiku buta karena di liputi amarah sampai aku lupa jika apa yang terjadi di antara kalian hanya masa lalu. Maafkan aku! Seharusnya aku lebih bijak menghadapi permasalahan ini."


Sebenarnya rasa cemburu dan khawatir Jia masih mencintai Wahyu masih mendominasi pikiran Argham. Namun ia mencoba berpikir rasional agar hubungannya dengan Jia tidak retak. Ia tidak mau anak anak mereka menjadi korban dari keegoisannya.


Jia tersenyum menatap Argham.


" Saat ini di depan Mas Argham, aku katakan kalau aku sudah mengakhiri hubunganku dengan Wahyu sebelum kita menikah. Dan perasaanku untuk Wahyu perlahan menghilang seiring berjalannya waktu." Argham bernafas lega mendengar ucapan Jia.


" Aku tahu dimana posisiku saat ini Mas, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti yang aku lakukan sebelumnya dengan menjalin hubungan dengan pria lain di belakang suamiku. Cukup sekali dan tidak akan terulang lagi."


Sakit...

__ADS_1


Hati Wahyu sakit sesakit tertusuk duri di jalanan. Berbanding terbalik dengan perasaan Jia, perasaan cinta masih menggunung di hati Wahyu saat ini. Hatinya tidak rela melihat Jia bahagia bersama orang lain, tapi apalah dayanya yang bukan siapa siapa. Ia mengusap air mata yang menetes di pipinya sebelum yang lain melihatnya.


" Aku percaya padamu sayang, maafkan aku!" Argham mencium kening Jia, di balas anggukkan kepala olehnya.


Argham berdiri di samping Jia menghadap Wahyu yang masih terbaring di ranjangnya.


" Aku minta maaf karena telah mengacaukan semuanya Jia. Aku tidak sadar jika aku telah membuka aib yang telah kita berdua simpan selama ini. Aku minta maaf!" Ucap Wahyu.


" Seberapa rapat kita menyimpannya pasti suatu saat akan terbuka juga Wahyu, yang aku sesali adalah Mas Argham tahu tentang hal ini dengan cara seperti ini. Seharusnya dia tahu lewat mulutku sendiri, tapi tidak apa apa. Mungkin semua memang harus berjalan seperti ini Wahyu, kau tidak perlu merasa bersalah. Tidak ada pernikahan tanpa permasalahan, tergantung bagaimana kita menyikapinya." Ujar Jia berbesar hati.


Argham merangkul pundak Jia.


" Aku tidak menyangka jika istriku memiliki hati yang besar seperti ini. Aku semakin mencintaimu sayang, bodohnya aku telah menyakitimu dengan tuduhan itu. Maafkan aku!" Lagi lagi Argham mencium kening Jia di depan Wahyu.


" Sudah mesra mesraannya! Kau membuat hatiku sakit saja." Ujar Wahyu mennyekimuti seluruh tubuhnya membuat keduanya terkekeh.


Jia menghembuskan nafasnya lega, masalah bisa terselesaikan dengan baik. Kini tugasnya menyakinkan Argham agar tidak meragukannya lagi. Argham menggenggam tangan Jia lalu mencium punggung tangannya. Jia melempar senyumannya kepada Argham.


" Terima kasih Mas karena telah memaafkan dan memahami keadaanku." Ucap Jia.


" Kembali kasih sayang." Sahut Argham.


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2