
Siang itu suasana kantor di perusaan Prima group sangat sibuk.
Karena akan mengadakan peluncuran produk baru di perusahaan mereka.
Beberapa karyawan terpaksa lembur beberapa hari terakhir ini,tak terkecuali Dita.
Dita anggraeni,adalah seorang karyawan sebuah perusahaan.Posisinya sebagai asisten desain,mengharuskan bekerja larut malam sampai sang desain ahli menyelesaikan pekerjaannya.
Kecuali jika atasannya sedang berbaik hati menyuruhnya pulang lebih awal dan segera beristirahat.
Namun mengingat sibuknya perusahaan akhir-akhir ini,mengharuskan semua orang sibuk dengan tugas mereka masing-masing.
"Dit....tolong ini dong....!"
"Dit...tolong itu dong....!"
Dengan terpaksa yang di suruh-suruh hanya nurut saja,kecuali hatinya yang hanya mengeluh tanpa bersuara.
Sampai jam di dinding yang tak berhenti berdetak pun menunjukkan pukul 10.15 malam.
"Dit....udah malem,kita pulang dulu ya,besok pagi kita lanjut lagi."
Kata bu Tiwi atasannya.
"Baik bu."
Dan akhirnya mereka berdua berpisah di parkiran,Bu Tiwi pulang mengendarai mobil sedangkan Dita dengan motor matic nya.
"Saya duluan ya Dit."
"Ya bu."
Sahut Dita sambil menstater motornya.
Sedangkan di tempat lain.
"Halo Den Dicky,Ibu sakit."
"Baik bik,saya akan segera pulang."
"Rey,kita pulang sekarang nyokap sakit lagi!"
Sambil berjalan terburu-buru Dicky segera meninggalkan Reyhan memasuki mobil.
Sedangkan Reyhan sudah membuntutinya,tak mau kalah cepat langsung bergegas menyalakan mesin mobil dan tancap gas.
"Kita pulang dulu atau langsung kerumah sakit Dik?"
__ADS_1
"Bentar gue hubungi bi Mar dulu,soalnya tadi telfn buru-dimatikan."
Kata Dicky sembari mencoba menghubungi telfn rumahnya.
"Halo bi Mar,Mamah bagaimana? baiklah."
"Cepetan dikit Rey,mama masih dirumah."
"Oke Dik." sambil mempercepat laju mobil.
Sesampainya dirumah Dicky dan Reyhan segera membawa Bu Ratih ke dalam mobil.
"Sini gue aja yang di sepan Rey,elo jagain mamah."
"Udah gue aja,lebih aman."
"elo kelamaan,kalo nyetir lelet nggak nyampe-nyampe entar."
"Kalau kalian berdua cuma rebutan setir,kapan nyampe rumah sakit!"
Bi Mar,ikut menyambar percakapan tuannya.
Mereka memang selalu seperti itu sejak remaja,beranten merebutkan hal yang tidak penting.
Namun mereka tak akan pernah bisa marahan berlama-lama,paling lama dua atau tiga hari setelahnya mereka akan saling lupa dan baikan lagi.
"Ati-ati dong Dik,jangan terlalu ngebut."
" Bawel lu Rey kayak emak-emak."
"Bukanya gitu kita ini mau nyelametin nyawa nyokap lo,bukan mau setor nyawa."
"Iya....iya.. bawel!"
"Lagian gue kan belum kawin,kalo gue mati sekarang bakalan banyak cewek yang patah hati."
"Terserah lu Rey,kawin mulu otak lu"
Saat di jalan menikung,(bukan menikung teman ya,cuma jalannya aja yang menikung)
"BRUAK..!"
"******...!!! apaan tadi ya?"
"Apaan Dik? lu nggak nabrak orang kan?
"Nggak tau Rey,kayaknya iya deh.Coba kita liat orang bukan?"
__ADS_1
"Maksud lo setan!"
"Ayo buruan kita liat."
Mereka segera bergegas keluar mobil dan melihat apa yang barusan menabrak mobil mereka,lebih tepatnya di tabrak.
Mereka berdua terkejut saat melihat sebuah motor tergeletak di sana.
"Buruan bantuin Rey...!"
Dicky berusaha membantu pengemudi motor yang di tabraknya tadi,yang ternyata tak sadarkan diri tergeletak di samping motornya.
"Gimana ni Dik? apa kita lapor polisi aja?"
"Entar malah ribet urusannya Rey,kita bawa aja sekalian ke rumah sakit."
"Kalo nih cewek mati gimana?'
"Ya di kubur lah,bodo banget sih lu!"
"Elu tu yang bodoh! maksud gue gimana ntar urusanya?"
"Tau lah kalo orang mati di kubur,masak mau di goreng ikan kali,mati enak di goreng."
"Iya ya.....bisa masuk penjara dong kita."
"Kok kita,kan elu yang nabrak.Gue belum siap jadi bujang lapuk di penjara Dik,gue mau nikah dan hidup bahagia gak mau di penjara."
"Kawin mulu otak lu,lagian sama aja hidup bebas tapi di buru suruh nikah sama hidup di penjara mungkin rasanya sama Rey."
Mengingat kehidupan Dicky yang di hantui permintaan terakhir mamanya untuk segera menikah,sedangkan ia masih ingin hidup bebas.
Gimana mau nikah?pacar aja gak ada.
Meski berwajah tampan dan hidup bergelimang harta,namun Dicky tak semudah itu jatuh cinta beda dengan Reyhan meski sama- sama gantengnya tapi dia tak semujur Dicky yang terlahir di keluarga kaya raya.
"Masih idup Dik." kata Reyhan memeriksa hidung perempuan tersebut yang ternyata masih bernafas.
"Buruan kita bawa ke rumah sakit sekalian Rey."
"Trus nih motornya gimana?"
"Pinggirin aja dulu,ambil kuncinya kita urus lagi nanti."
Akhirnya mereka sampai di rumah sakit,Bu Ratih segera mendapat perawatan begitu juga dengan perempuan korban kecelakaan yang di tabrak Dicky.
Bersambung.....😃
__ADS_1