Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
BAB 74


__ADS_3

'Tok,tok,tok'


Terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar Dicky dan Dita,Dicky yang baru saja selesai mengenakan setelan jas dengan dibantu oleh Dita. Dicky sedang memanfaatkan waktu sang istri untuknya disela kesibukannya mengasuh sikembar,hanya saat seperti ini Dicky bisa bermanja-manja pada istrinya karena harus berbagi kasih sayang dengan kedua anaknya.


"Ck,siapa sih pagi-pagi gini udah bertamu kekamar kita? mengganggu saja!"


Gumam Dicky berdecak kesal.


"Iya,siapa? Ada apa!"


Teriak Dicky dari dalam kamar,sedangkan Dita hanya tersenyum dengan menggeleng pelan mendengar teriakan suaminya.


"Sssst,jangan teriak-teriak sayang! teriakanmu bisa membangunkan anak-anak nanti,biar aku lihat siapa yang mengetuk pintu."


Dita menempelkan jari telunjuknya di bibir Dicky lalu berjalan pelan menuju pintu.


"Selamat pagi nyonya,maaf mengganggu tapi mas Rey sudah ada dibawah mencari tuan."


Ucap bibi salah satu asisten rumah tangga saat pitu kamar terbuka dan Dita muncul dari balik pintu.


"Iya bi terima kasih,suruh Rey nunggu di meja makan dulu ya sebentar lagi kami turun."


"Baik nyonya,saya permisi."


Segera Dita menutup rapat kembali pintu kamarnya sesaat setelah dilihatnya bibi berjalan menjauh dari kamarnya lalu menuruni anak tangga.


"Ada apa sayang?"


Tanya Dicky tatkala melihat Dita kembali berlenggok mendekat kembali kearahnya.

__ADS_1


"Rey sudah menunggu dibawah."


"Kamu kenapa? Apa ada masalah apa dengan Rey?"


Tanya Dicky pada sang istri,karena Dicky merasa ada yang aneh ketika Dita menyebut nama Rey barusan.


"Nggak ada! Masalah apa?"


Tanya Dita balik pada Dicky dengan bingung,pasalnya Dita tidak merasa ada masalah apapun antara dirinya dengan Rey.Tapi kenapa Dicky menanyakan apa masalahnya dengan Rey,Dita justru merasa bingung sendiri dengan ucapan Dicky.


"Kulihat wajahmu seperti sedang kesal saat menyebut nama Rey,"


Dicky mulai menyelidik,sepertinya dia begitu penasaran dengan sikap istrinya.


"Entah kenapa akhir-akhir ini perasaanku selalu tidak nyaman dan tidak tenang ketika tidak ada kamu di rumah,hufh!"


Dita menghembuskan nafas kasar lalu memeluk suaminya dengan manja.


Dicky menggoda istrinya yang terlihat sedang murung.


"Hey ...hey.....kamu kenapa cemberut gitu?!"


"Senyum dong....! Kalau nggak mau senyum nanti aku gigit bibirnya lho!"


Dicky memegang kedua pipi Dita dan mendongakkan wajahnya menghadap padanya seolah siap menerkam.


"Sudah ditunggu Rey. Sayang!"


Ucap Dita kesal sambil memalingkan wajah hingga keluar angkasa agar tak melihat wajah suaminya yang mebuatnya kesal pagi ini.

__ADS_1


"Kamu ini kenapa?"


Tanya Dicky lagi pada istrinya yang nampak cemberut.


"Jangan pergi....."


Ucap Dita manja sambil memeluk tubuh suaminya dari belakang dengan tiba-tiba saat Dicky berbalik badan hendak berkaca di depam cermin.


Dicky nampak tersenyum melihat tinggak manja istrinya,memang sejak ada si kembar di tengah-tengah keluarga kecil mereka saat ini antara Dita dan Dicky sudah sangat jarang sekali waktu untuk berduaan.


"Kamu mau aku aturkan jadwal buat kita honey moon sayang?"


Dicky menawarkan Dita untuk honey moon,namun hal tersebut sepertinya tidak begitu digubris oleh Dita.Nyatanya wajah Dita yang terlihat murung tak lantas berubah menjadi sumringah seperti biasanya ketika suaminya memberikan hadiah atau merencanakan hal yang membuatnya bahagia.


"Sayang.....kamu ini kenapa sih?"


Tanya Dicky lagi karena sang istri yang tiba-tiba saja berubah menjadi pemurung.


"Entah,aku hanya merasa ada yang tidak nyaman dihatiku. Pikiranku gundah karena tak dapat menemukan apa yang sedang menggangu dan mengusik perasaanku."


"Apa sebentar lagi sudah saatnya kamu datang bulan?"


Tanya Dicky pada sang istri,karena dia berfikir mungkin sang istri sedang PMS jadi karena pengaruh hormon yang membuat Dita merasa murung.


"Tidak,bukankah baru minggu lalu aku selesai datang bulan! untuk apa kamu menanyakannya?" Dita memandang suaminya dengan tatapan curiga.


"Lalu kenapa kamu bersikap begitu? Tidak biasanya kamu murung begitu."


"Huh,entah lah! Sudah,ayo turun Rey sudah lama menunggu."

__ADS_1


Dita menggandeng lengan suaminya untuk menuju ke meja makan,karena Rey sudah menunggu mereka untuk sarapan bersama.


BERSAMBUNG .....


__ADS_2