Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 28


__ADS_3

Hari yang di tentukan pun tiba,dimana Dita dan Dicky akan bertunangan.


Semua orang sudah bersiap,Dicky sudah siap dengan setelan jas yang membuatnya terlihat semakin gagah dan tampan.


Dita juga sedang di rias di sebuah kamar tak jauh dari tempat acara akan di laksanakan,dengan di temani tante Dewi serta Tiwi.


Dita nampak cantik dan anggun dengan mengenakan gaun berwarna cream rancangan desainer ternama kepercayaan keluarga Wijaya.


Saat Dita memasuki ruang acara semua mata tertuju padanya,tak terkecuali Dicky.


Tak hentinya di pandangi Dita dari atas sampai bawah bahkan hampir tak berkedip sama sekali sambil menahan nafas karena merasa kagum.


Baru kali ini dia melihat Dita berdandan secantik ini.


Rangkaian acara demi acara berjalan dengan lancar,sampai pada penghujung acara pertukaran cincin dan pesta dansa.


Semua para tamu undangan nampak sangat menikmati acara dan merasa kagum dengan pasangan yang terlihat sangat romantis.


Karena memang Dicky nampak memperlakukan Dita dengan penuh kasih sayang seakan berusaha memamerkan cinta kasihnya pada dunia.


Setelah selesai acara semua kembali pada habitatnya masing-masing.


Dita pulang kerumah di antar oleh Dicky,sedangkan tante Dewi sudah terlebih dulu pulang bersama rombongan dari keluaraganya yang ikut menghadiri acara pertunangan Dita.Saat di perjalanan mengantar Dita pulang,Dicky menghentikan mobilnya di sebuah danau kecil.


Mereka keluar dari mobil dan duduk di sebuah kursi di tepi danau di terangi sinar rembulan yang cahayanya membayang di air danau.


"Kenapa kita malah kesini,bukankah kita mau pulang?"

__ADS_1


"Kenapa kamu selalu membantah dan tak pernah patuh padaku?"


"Tapi....."


"AKU INI CALON SUAMI KAMU....!"


Spontan Dita langsung memejamkan matanya saat Dicky mengangkat tangan kanannya,karena dia merasa akan di pukul karena sudah berani membantah calon suaminya.


Bukan pukulan yang Dita dapatkan,justru Dicky memegang kepala Dita dan mencium bibirnya.


Dita merasa terkejut,membuka matanya dan tangannya dengan spontan berusaha mendorong tubuh Dicky dari hadapannya.


Namun apa daya,Dicky justru senakin memper erat pelukan tangannya ke tubuh Dita dan semakin memperdalam ciuman bibirnya.


Lidahnya berusaha masuk ke dalam mulut Dita membuat Dita kesulitan bernafas.


"Jangan sekalipun kamu berani membantahku,atau kau akan mendapatkan hukuman yang lebih dari ini nantinya."


Dita hanya terdiam,tertunduk karena takut.


"Ayo pulang."


Dicky masuk kedalam mobil dan membanting pintu mobil saat menutupnya dari dalam.


Sementara Dicky tidak mengantarkan Dita pulang merumahnya namun malah membawanya menginap kesebuah hotel.


"Maaf,kenapa kita malah kesini?"

__ADS_1


"Jangan banyak tanya!"


"Tapi mas,kita tidak akan ngapa-ngapain kan?"


"Menurutmu apa yang akan kita lakukan ketika hanya berdua saja di dalam sebuah kamar yang sama?"


"Maaf,saya mau pulang." mata Dita sudah berkaca-kaca.


"Baiklah kalo begitu kita pulang kerumah mama."


Sebenarnya Dicky hanya ingin tau perempuam seperti apa Dita ini setelah tau bahwa Dicky adalah pemilik dan pewaris tunggal Jaya Group,apakah dia akan seprti gadis-gadis lain yang selama ini mengejarnya yang akan menyerahkan jiwa dan raganya demi harta dan kekayaan yang di mikiki keluarga Dicky.


"Saya mau pulang sekarang,bukan kerumah anda."Dita menitikan air mata karena takut,takut jika nantinya Dicky akan memaksanya melakukan apapun kemauannya.


Dita kembali teringat kejadian saat bersama Bram yang sempat memaksanya untuk melakukan hal di luar batas,saat Dita menolaknya Bram marah dan menyumpalkan kain ke mulut dan hidungya hingga membuatnya kesulitan bernafas dan akhirnya pingsan sampai pada akhirnya Dicky yang menyelamatkannya.


Dita merasa keluar dari mulut buaya kembali masuk kemulut harimau.


Akhirnya,Dicky menyerah.Mengantarkan Dita pulang kerumahnya,karena Dita sudah mulai menangis histeris.


Saat sampai rumah Dita pun langsung turun dari mobil dan bergegas lari menuju kamarnya tanpa memperdulikan siapapun yang menyapanya.


Sedangkan Dicky hanya basa basi mampir sebentar lalu berpamitan pulang.Ketika tante Dewi menanyakan ada apa dab kenapa Dita langsung masuk begitu saja,Dicky hanya menjawab bahwa Dita sedang kelelahan dan ingin langsung istirahat.


Tante Dewi tak mempertanyakannya lebih lanjut karena memang sangat masuk akal jika Dita merasa sangat lelah dengan kesibukannya belakangan ini mempersiapkan pesta sampai selesainya acara sudah pasti Dita dan Dicky lah yang paling lelah.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2