Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
BAB 77


__ADS_3

Rey melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh namun tetap dalam kendali untuk berhati-hati agar jangan sampai celaka menghampirinya apalagi mencelakakan orang lain.


Dengan berbekal selembar kertas bertuliskan alamat yang harus Dicky tuju,Rey herharap dia akan tepat waktu dan jangan sampai terjadi hal buruk pada sahabatnya tersebut.


Disaat yang sama di tempat berbeda Dita sedang panik berusaha terus menghubungi suaminya.


Kepanikannya semakin bertambah tatkala mendengar tangisan si kembar yang tiada henti berhantian.


"Ya Ampuuunnn.....! Kenapa hari ini kalian rewel sekali sih nak? Cup cup cup sayang....sini sama mama ya nak....."


Dita berusaha menenangkan kedua buah hatinya yang seolah saling berebut untuk mendapat perhatian dari mamanya,sedangkan sang mama yang sedang panik terus berusaha menghubungi Dicky tiada henti meski tak ada jawaban sama sekali yang ada hanyalah nada sibuk.


"Halo Rey....cepat kerumah sekarang! Jaga istri dan anak-anak gue! Jangan sampai mereka kenapa-kenapa."


Suara Dicky terdengar lirih setengah berbisik.


"Tapi Dik,ini gue lagi nyusulin elu!"


Jawab Rey dengan nada panik.


"Putar balik sekarang dan apapun yang terjadi jagain anak dan bini gue,jangan sampai terjadi apapun pada mereka.Gue percayain mereka ke elo Rey!"


"Tapi Dik,halo....halo Dik! Dik,halo.....!"


Panggilan terputus,berulang kali Reyhan berusaha menghubungi Dicky kembali namun tak ada jawaban justru hanya nada sibuk yang terdengar.


"Sialan!"


Gumam Reyhan kesal pada keadaan,sejenak ia berhenti dan mulai berfikir kemana dia harus pergi dan siapa yang harusnya ia selamatkan sekarang.


Dengan cepat Rey memutar arah laju mobilnya dan dengan secepat kilat menuju kerumah Dicky untuk melihat keadaan Dita dan anak-anaknya.


Dita hanya berani mengintip dari balik tirai jendela rumahnya saat mendengar suara mesin mobil yang berhenti tepat di depan rumahnya.


"Rey!"


Dita segera membuka pintu rumah dan berlari keluar rumah.


"Mas .....!"


"Rey? Kenapa kamu hanya sendirian? Mana suamiku!"


Dita melihat kembali kearah mobil dan berjalan dengan panik menuju mobil,namun tak ditemukannya sosok Dicky di dalam.


"Rey,ada apa ini? Aku dapat surat ancaman teror tadi,aku begitu panik dan mas Dicky tidak bisa di hubungi. Kemana dia Rey? Dia baik-baik saja kan? Jawab Rey,kenapa kamu diam!"


Dita mencerca kedatangan Rey dengan ribuan pertanyaan tentang keberadaan suaminya,bahkan tanpa memberi Rey kesempatan untuk menjawabnya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja terdengar dering hape milik Reyhan dan dengan cepat segera di jawab dan dialihkan ke mode loudspeker agar Dita bisa ikut mendengarnya,karena telfon tersebut tak lain dari Dicky.


Mereka berdua hanya bisa saling pandang dalam diam.


"Halo Dik,"


"Rey,apakah lo sudah sampai dirumah? Bagaimana keadaan anak dan istri gue? Apakah mereka baik-baik saja?"


Suara Dicky terdengar sangat lirih dan lemah disela nafas yang memburu.


"Dik,ini gue lagi sama mereka dan mereka baik-baik saja. Elo dimana sekarang Dik? Biar gue susulin elo bawa polisi sekalian."


"Kalo terjadi hal buruk pada diri gue,tolong titip keluarga gue Rey!"


Dita dengan cepat menyambar ponsel milik Reyhan.


"Halo mas,halo...mas bicara apa? Rey akan segera menyusulmu bersama polisi dan tidak akan terjadi apapun padamu."


Tak ada sahutan lagi dari Dicky,yang terdengar hanya suara seperti benda jatuh dan suara riuh beberapa laki-laki yang terdengar sedang berlarian sambil berteriak bersahutan.


"Itu dia!"


"Iya,jangan biarkan dia lolos!"


"Cepat tangkap!"


"Halo mas.....!"


"Dik,elo masih disana Dik? Dik,halo!"


"Ta cepat telfon polisi dan beri tahu alamat ini pad mereka. Ingat apapun yang terjadi tetap tenang dan kunci semua pintu serta jendela,jangan ada yang keluar dan jangan biarkan siapapun masuk."


Rey segera bergegas lari menuju mobilnya kembali dan menyalakan mesin mobilnya.


"Aku akan mencari Dicky!"


Teriak Rey sebelum melajukan mobilnya dengan cepat untuk mencari keberadaan Dicky.


Sementara Dita langsung masuk kedalam rumah dan meminta para asisten rumahnya untuk menguci semua pintu dan jendela serta menutup semua gorden agar rumah terlihat sepi tak berpenghuni dari luar.


Sedangkan Dita segera menghubungi polisi sesuai instruksi Reyhan.


Sikembar mulai terlelap,sepertinya mereka kelelahan setelah menangis sejak tadi.


Hingga sore hari tak ada kabar berita dari Reyhan maupun Dicky yang menghubungi Dita,dalam kepanikan Dita hanya bisa mondar-mandir sambil terus berusaha menghubungin Dicky dan Reyhan bergantian.


Hingga hari hampir menjelang malam tak ada kabar berita dari siapapun,membuat pikiran Dita semakin kacau tak karuan.

__ADS_1


Ditambah lagi sang mama mertua yang kini sedang berada di luar kota tak hentinya menelfon untuk menanyakan keberadaan serta kabar dari anak semata wayangnya yang tak dapat dihubungi sejak siang tadi.


Sepertinya feeling seorang ibu memang tak pernah meleset.


Seorang ibu selalu tau dan bisa merasakan tanda bahaya yang sedang terjadi pada buah hatinya meski sedang tak berada dalam jangkauan pandangan mata sekalipun.


Dita yang tanpa sengaja tertidur di sofa depan tivi yang berada di ruang tengah rumahnya mendadak terbangun karena kaget saat mendengar bunyi nada dering yang berasal dari hape miliknya.


"Ha halo....."


Ucapnya saat menerima panggilan dari nomor tak dikenal.


"Baik,saya kesana sekarang.Terima kasih informasinya."


Ucap Dita yang langsung dengan buru-buru memesan taksi online lalu bersiap menuju rumah sakit.


Sebelum berangkat Dita tak lupa menitipkan kedua buah hatinya pada para pengasuh dan asisten rumahnya,Dita pun juga berpesan untuk berhati-hati dirumah.Dita melarang siapapun keluar rumah atau mengizinkan siapapun masuk kedalam rumah kecuali dirinya atau Dicky sang suami.


Dita segera berangkat kerumah sakit dengan pikiran kalang kabut namun tetap berharap bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Pasalnya pihak rumah sakit menghubunginya hanya mengabarkan bahwa ada pasien bernama Reyhan yang mengaku sebagai keluarganya.


Namun saat Dita menanyakan apakah ada pasien lain yang bernama Dicky,pihak rumah sakit mengaku hanya menerima seorang pasien laki-laki saja bernama Reyhan yang mengaku sebagai keluarganya.


Dita berharap tak terjadi apapun pada suaminya.


"Semoga dia baik-baik saja,jagalah dia selalu."


Gumam Dita di sela-sela kekhawatirannya.


Sesampainya dirumah sakit,Dita langsung mencari keberadaan Rey juga Dicky.


Jika menurut informasi dari pihak rumah sakit hanya ada Reyhan yang kini berada di IGD,Dita berharap bahwa kini keadaan Dicky baik-baik saja.


Tapi sejenak Dita kembali khawatir,karena jika suaminya kini baik-baik saja kenapa bahkan sampai sekarang belum menghubunginya sama sekali.


Dita segera berlari menuju IGD dengan harapan bertemu suaminya disana sedang menunggui Rey sahabatnya yang sedang mengalami kecelakaan.


"Maaf,saya keluarga dari pasien bernama Reyhan. Saya mendapat kabar dari rumah sakit ini."


Ucap Dita pada salah seorang perawat wanita yang kebetulan hendak masuk kedalam ruang IGD.


"Silahkan masuk nona,pasien masih dalam penanganan dokter."


Jawab perawat wanita tersebut sambil berjalan masuk lalu diikuti oleh langkah Dita.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2