
"Sayang,besok aku sudah mulai ngntor ya kasian Reyhan mengurus semuanya sendirian."
"Iya sayang,nggak papa."
Dita merasa tubuhnya kini sudah mulai pulih perlahan,meski luka sayatan diperutnya terkadang masih terasa nyeri.
Karena bagaimanapun luka pasca operasi cesar tidak secepat itu bisa pulih,apalagi baru sekitar satu bulan yang lalu Dita menjalani operasi cesarnya.
Pagi-pagi sekali Dicky sudah bersiap untuk kembali melanjutkan aktivitasnya seperti biasa dikantor,Dita sudah menyiapkan sarapan dimeja makan dengan di bantu oleh asisten rumah tangganya.
"Sayang yakin nggak papa aku tinggal ngantor?"
"Nggak papa sayang,tenang saja."
"Sebenarnya aku mau minta tolong tante Dewi untuk datang kesini nemenin kamu,tapi tante lagi banyak pesenan kue katanya."
"Nggak perlu sayang,dirumah kan juga aku banyak yang nemenin."
"Mama juga nggak bisa kesini sayang katanya mau ketemu seseorang,entah lah mungkin temannya."
Dicky menghela nafas seakan terasa sedih padahal sebenarnya dia menghela nafas lega karena berhasil meyakinkan sang istri alasan tante Dewi dan mamanya tidak bisa datang kerumah untuk menemani Dita.
sebenarnya Dicky kemaren sudah menyusun rencana jika siang ini Dicky akan menjemput kedua bayi kembarnya dengan dibantu oleh mamanya dam tante Dewi.
__ADS_1
Karena Dicky tak mungkin membawa pulang sendiri kedua bayi kembarnya atau hanya meminta bantuan salah satu dari mama atau tantenya.
Perlu dua orang dewasa untuk membawa seorang putri dan seorang pangeran,serta dia sendiri yang akan menjadi kusir untuk kereta besinya nanti.
"Halo sayang kamu lagi ngapain,sudah makan siang belum?"
"Sudah sayang,kamu sendiri sudah makan?"
"Sudah,tapi ini aku mau pulang."
"Lho kenapa?"
"Nggak papa aku pengen pulang cepet aja hiar bisa temenin kamu dirumah."
Saat Dicky sampai dirumah sakit,bu Ratih dan tante Dewi sudah menungguinya disana.
Mereka sudah lebih dulu sampai diruangan Bulan dan Bintang yang sedang bersiap untuk pulang.
Seorang perawat membantu mereka menyiapkan keperluan Bulan dan Bintang yang akan dibawa pulang.
"Sudah siap semuanya ma,tante?"
"Iya."
__ADS_1
"Sudah."
Si Bulan berada dalam gendongan omante sedangkan Bintang di gendong oleh omanya.
Dan Dicky sendiri bertugas membawa tas berisi keperluan sikembar.
Mereka segera menuju mobil dengan perlahan dan hati-hati Dicky mengendarai mobilnya menuju rumah.Dicky sengaja tidak memberi tahukan kabar kepulangan sikembar pada sang istri karena sengaja ingin memberikan kejutan untuk istrinya.
Sepanjang perjalanan sikembar sama sekali tidak rewel,bahkan si Bulan malah tertidur lelap dalam pelukan omantenya.
Mungkin mereka tau jika sedang dalam perjalanan pulang,mereka sama sekali tidak rewel karena merasa bahagia karena akan pulang kerumah bertemu dengan mamny.
Dita baru saja masuk kedalam kamar,naik keatas ranjang empuknya lalu meluruskan kakinya untuk beristirahat siang.
Tiba-tiba terdengar suara mobil Dicky berhenti di depan rumah,itu tandanya Dicky benar-benar telah pulang.
Sesuai perkataannya jika Dicky ingin pulang cepat hari ini.
Saat Dita turun dari ranjang hendak keluar kamar untuk menyambut kedatangan suaminya,Dita dibuat terkejut dengan keberadaan tante serta mama mertuanya dibalik tubuh tinggi suaminya.Dan yang membuat Dita lebih terkejut lagi adalah mereka datang dengan masing-masing menggendong seorang bayi.
Karena histeris antara bahagia,terkejut dan terharu Dita menitika air mata sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya sendiri karena tak mau menimbulkan suara berisik yang nantinya bisa mengganggu dan akan mengusik ketenangan kedua buah hatinya.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1