Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 43


__ADS_3

Berlalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Kity tetap duduk di kursi teras rumahnya.


Segera di ambilnya hape dari dalam tas,lalu menghubungi Reyhan.


"Halo mas,bisakah kita ketemu sekarang?"


Bergegas keluar dari rumah dan kembali masuk ke dalam mobil.


"Kita mau kemana Nona"


"Kita ke saung,nanti aku tunjukin jalannya Rin."


"Apakah saung dimana biasa tuan Dicky dan pak Rey datangi?"


"Apa mereka sering kesana Rin?"


"Sepertinya begitu Nona."


"Apa kamu juga mengenal perempuan tadi Rin?"


"Tidak Nona."


Sesampainya di tempat yang mereka tuju,Dita segera menghubungi Rey kembali dan ternyata Rey juga sudah sampai di parkiran dan segera masuk menghampiri Dita.


"Ada apa Dit?"


"Ada perempuan datang kerumah mencari mas Dicky mas."


"Benarkah?"


"Siapa namanya?"


"Kity."


"Ahahahahahahaha.......!" mendengar cerita Dita justru membuat Rey tertawa terbahak-bahak membuat beberapa orang di sekitar merek menoleh ke arah mereka karena begitu kencangnya suara Reyhan tertawa membuat semua orang memperhatikannya.


"Kenapa mas Rey malah tertawa?"


"Mendengar namanya membuatku geli."


"Dia bilang juga mengenalmu mas!"


"Lalu apakah kau cemburu,karena ada perempuan lain datang kerumah mencari suamimu?"


"Hah! cemburu?"


"Lalu?"


"Memangnya salah kalo aku merasa kesal saat ada yang mendekati suamiku?"


"Itu namanya cemburu Dit"

__ADS_1


"Bukan....."


"Lalu apa?"


"Aku cuma mau tau siapa perempuan itu?"


"Tanyakan saja pada suamimu,kenapa bertanya padaku?"


"Dia bilang mengenal mas Rey.....!"


Dita mulai frustasi karena tak kunjung mendapatkan jawabannya.


Rey hanya tersenyum melihat tingkah Dita yang tampak mulai merajuk.


Karena Rey benar-benar tak mau menjawab perihal siapa Kity akhirnya Dita pulang dengan perasaan kecewa.


Ketika di parkiran,Dita kembali bertemu Riko.


Namun kali ini Dita tak bisa berlama-lama mengobrol dengan Riko dengan alasan terburu-buru karena suaminya sudah menunggu dirumah.


Rin hanya memperhagikan Nona nya lalu membukakan pintu mobil untuk nonanya.


Segera Rin melajukan mobil menuju jalan pulang.


Sesampainya di rumah,ternyata Dicky belum pulang karena rumah masih tampak gelap belum ada tanda-tanda ada orang di dalamnya.


Dita segera masuk ke dalam dan menyalakan lampu lalu berusaha menghubungi suaminy,namun tak ada jawaban meski sudah di ulangi berkali-kali.


Jam di dinding menunjukan angka 10 malam,namun Dita masih belum bisa terlelap karena pikirannya tak bisa tenang memikirkam suaminya yang sama sekali tak ada kabar.


Karena bingung Dita mencoba menghubungi Rey serta mertuanya namun semua tak ada yang mengetahui keberadaan serta kabar dari Dicky.


Dita semakin frustasi ketika jam menunjukkan hampir pukul 12 malam.


Dihubunginya Rin,untuk segera datang dan membantunya mencari Dicky.


Tak lama kemudian bel rumah berbunyi namun ketika Dita melihat pda layar monitor yang tersambung pada Kamera CCTV di pintu depan,ternyata layar monitornya tak berfungsi.


"Mungkin Rin yang datang"


Pikirnya.


Segera di bukanya pintu tanpa rasa curiga,dan ketika Dita membuka pintu ternyata semua orang-orang terdekatnya sudah berada di depan pintu dengan membawa sebuah kue ulang tahun di tangan Dicky lengkap dengan lilin yang menyala.


"SURPRISE.......!!!!!!!!"


Semua orang yang hadir menyanyikan lagu ulang tahun untuknya.


Dita hanya terdiam karena benar-benar terkejut dan hanya bisa berjalan mundur ketika semua orang berjalan maju mendekatinya.


Dicky meletakkan kue di atas meja ruang tamu,mendekati istrinya dan memeluknya.

__ADS_1


"Happy birthday sayangku" Dicky berbisik lembut di telinga Dita.


"Aaau!!"


Dicky bertetiak kesakitan saat Dita mencubit perutnya membuat semua yang hadir ikut tertawa.


Arah mata Dita tertuju pada seseorang yang tak asing untuknya,Kity....ya Kity.


Wanita berpenampilan seksi yang menghampirinya untuk menanyakan suaminya sore tadi,dia juga ikut hadir disana.


Setelah selesai acara tiup lilin dan serangkaian acara sederhana yang memang hanya di hadiri keluarga serta teman dekat,beberapa di antaranya sudah mulai pulang hanya tinggal Rey,Tiwi dan juga Kity disana.


"Kalian nggak mau pulang nih?" tanya Dicky pada mereka ber tiga.


"Ya ampun....kita di usir nih ceritanya?"


Mereka tertawa bersama,sesekali Dita masih curi-curi pandang ke arah Kity.


"Sayang,kamu kenapa liatin Kity terus sih?"


Tanya Dicky pada istrinya karena memang sejak tadi memperhatikan perempuan yang habis di temuinya sore tadi.


"Dia ini siapa mas?"


"Dia ini lah Kity,mantannya Dicky."


Rey berusaha membantu menjawabnya.


"Benar mas?" Dita menoleh ke arah suaminya yang sedang duduk santai di sebelahnya sedang sibuk memainkan rambut Dita.


"Hmmmmmm"


"Beneran?" tanya Dita lagi tampak tak percaya.


"Memangnya kenapa?bahkan dulu aku sempat akan menikahinya"


"Benarkah Dik?" Tanya Rey tak percaya.


"Hmmmm.sampai akhirnya aku tau kebohongannya."


Sedangkan Kity hanya terdiam tampak sibuk memakan beberapa camilan yang tersedia di meja seolah tak mendengarkan apapun tentangny.


"Memangnya dia melakukan kebohongan apa mas?" Dita nampak penasaran,"mungkinkah karena Kity diam-diam selingkuh darinya,atau....entahlah Dicky memang susah di tebak." batin Dita.


"Kity......"


"Iya....."Dengan suara aslinya,yaitu suara laki-laki.


Sontak Dita dan Tiwi terkejut karena baru mengetahui ternyata Kity adalah seorang laki-laki,mereka sempat tertipu dengan penampilan Kity yang benar-benar cantik bahkan melebihi Dita dan Tiwi yang notebene wanita tulen.


Sedangkan Dicky dan Rey hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kedua wanita yang ada di hadapan mereka.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2