
Saat hendak kembali kantor Rey berpamitan ke toilet terlebih dahulu sedangkan Dicky terlebih dahulu ke parkiran menunggu Rey.
Saat berjalan menuju parkiran Dicky menabrak seorang perempuan yang tak asing baginya.
"BRUGH"
"Aduh....! Maaf mas,saya nggak sengaja."
Kata perempuan itu masih dengan wajah tertunduk.
"Kamu lagi?!" Kata Dicky melihat perempuan yang setiap bertemu dengannya selalu tertabrak,dulu tertabrak mobilnya sekarang tubuh mereka yang saling bertabrakan,mungkin lain kali hati mereka yang akan bertabrakan.hahahahha
Dita segera mendongak melihat laki-laki yang baru saja ia tabrak.
"Maaf.....anda ini pak Dicky bosnya mas Rey?"
"Hmm..."Dicky hanya menjawab dengan angkuh.
"Maaf sekali lagi pak,maaf untuk kesekian kalinya saya lagi-lagi ceroboh.Permisi pak."
Dita berlalu hendak meninggalkan Dicky,namun Dicky memanggilnya.
"Tunggu...!"
Dita pun menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah Dicky.
"Iya pak,ada apa?"
"Kamu.....habis menangis?"
Dicky melihat ada sisa air mata di sudut mata Dita dan matanya yang nampak masih sembab.
"Em....Tidak pak,maaf saya permisi."
"Tunggu...! Bukan kah saya belum selesai bicara?bukankah tidak sopan pergi meninggalkan lawan bicara begitu saja?"
"Ya Ampun.....! Bapak ini maunya apa lagi sih?"
Dita nampak mulai kesal,namun entah kenapa kesalnya Dita membuat Dicky merasa senang seperti mendapat hiburan.
"Saya kan cuma tanya,apa kamu habis menangis?"
"Bukankah saya sudah menjawabnya tadi pak?!"
"Tapi kamu bohong."
"Lalu apa urusannya dengan anda,toh anda bukan siapa-siapa saya."
"Jadi kamu berharap akan jadi siapa saya?"
"Maaf saya permisi,saya tidak punya banyak waktu untuk meladeni anda."
Dita pun berlalu meninggalkan Dicky dan kembali ke kantor sendiri dengan mengendarai taxi.
__ADS_1
Rupanya Dita memang menangis karena Bram memeluk dan berusaha menciumnya tadi saat teman-temannya meninggalkan mereka berdua.
Bahkam sepanjang perjalanan menuju kantor Dita masih merasa kesal dengan tingkah Bram yang du anggap kurang ajar padanya,di tambah lagi bertemu pria aneh di parkiran.
"Orang aneh....!"
Dang sopir hanya menggelengkan kepala dan mengintip penumpangnya dari balik kaca spion di hadapannya.
Keesokan harinya,Dita pulang dari kantor lebih awal.
Karena memang ini adalah hari sabtu,maka jam pulang kantor jadi lebih awal.
Saat hendak mengenakan helm warna pink nya,hape Dita berbunyi tanda ada pesan chat masuk.
*Rey
"Dita....sore ini ada acara nggak?"
*Dita
"Ngak ada,kenapa?"
*Rey
"Kita jalan yuk"
*Dita
"Capek nanti akunya mas kalau kelamaan jalan 😄"
*Rey
*Dita
"Mau di ajakin kemana emangnya?"
*Rey
"Nonton"
*Dita
"Nonton tv?dirumah aku aj mas,hehehe.
aku OTEWE pulang dulunya."
*Rey
"Oke Takecare,siap jam 7 aku jemput."
Dita pun melajukan motornya setelah membaca pesan terakhir dari Rey.
Sebelum pulang Dita mampir dulu ke toko tantenya,berniat mengajak pulang bareng namun ternyata toko masih sangat ramai.
__ADS_1
Karena memang akhir pekan seringkali toko Kue milik tante dewi ramai pengunjung.
Saat Dita sedang sibuk menata kue-kue pada rak,datang seorang pengunjung pria tampan bertubuh tinggi tegap.
Dicky,ya Dicky sengaja datang ke sana untuk memebelikan kue kesukaan mamanya.Brownies kukus,bu Ratih paling suka dengan brownies kukus dari toko kue Dewiq ini.
"Selamat sore,selamat datang di toko kami tuan." Kata seorang karyawan toko.
"Brownies kukus spesial satu."
"Baiklah tuan,silahkan duduk akan kami bungkuskan pesanan anda."
Tak perlu menunggu lama,pesanan Dicky pun sudah siap di bawa pulang dan sudah di bayar.
Saat Dicky selesai membayar dan berbalik arah dia menabrak seseorang.
"BRUGH....!"
Paper bag berisi kue bawaan Dicky terjatuh ke lantai.
"Ya Tuhan......kenapa kamu lagi! Dan kenapa setiap kali kita ketemu selalu saja bertabrakan." Dicky masih berdiri mematung.
Dita segera mengambil paper bag berisi kue dan menyerahkannya pada pelayan.
"Mbak,tlng di ganti sama yang baru ya."
"Baik nona."
"Maaf tuan saya tidak sengaja menabrak anda,maafkan atas kecerobohan saya.Kami akan menggantikannya dengan yang baru."
"Kamu....ngapain disini?kerja disini juga?"
"Maaf itu bukan urusan anda,silahkan tuan ini kue anda." Dita hanya menjawab cuek sambil menyerahkan paperbag berisi kue baru ke depan Dicky.
Dicky pun menerimanya dan berlalu begitu saja.
"Ya Tuhan.....!kenapa dimana-mana selalu ada dia sih?kenapa juga setiap ketemu dia selalu saja tabrakan.Apa memang dia selalu ceroboh begitu?"
Dicky bergumam sendiri di dalam mobil,lalu melajukannya ke arah jalanan menuju rumah.
"Tante,apakah tante belum mau pulang?Dita ada janji sama mas Rey jam 7"
"Cie.....cie.....yang mau di apelin malem mingguan." Goda tante Dewi pada ponakannya sambil tertawa.
"Pulang yuk tante....lagian toko sudah gak serame tadi kan?" Rengek Dita pada tantenya.
"Kalo kamu mau pulang,ya pulang aja duluan.Tante kan udag bilang tadi pagi kalo malem ini udah janji mau traktir anak-anak makan malem.Iya kan Tik.....?"
"Hehehe.....iya bu." jawab Tika karyawan yang ada di sebelah Tante Dewi sedang sibuk mengemas pesanan.
"Yaudah kalo gitu Dita pamit ya tante."
Akhirnya Dita pun pulang sendirian terlebih dahulu.
__ADS_1
Sesampainya dirumah,Dita segera membersihkan diri dan bersiap-siap.
Bersambung.....