Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
BAB 63


__ADS_3

Seakan tak percaya dengan apa yang sedang dilihat oleh kedua bola matanya,om Pras membuka pintu mobil Reyhan yang sedang ditumpanginya.


Namun ia urungkan untuk turun dari mobil saat dilihatnya Rey keluar dari rumah Dicky,menyapa wanita yang barusan turun dari mobil tadi dengan akrab namun tetap sopan lalu buru-buru kembali kedalam mobil.


"Mari om."


Ajak Rey sambil membuka pintu mobil dan memasukinya.


"Eh,iya."


"Ada om?"


"Ng,nggak papa."


Jawabnya tergagap.


"Oh,om naksir ya sama tantenya Dita?"


Ledek Reyhan pada omnya sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Ah,kamu ini."


"Lagian,om liatin terus sih."


"Jadi wanita tadi tante dari istrinya Dicky?"


"Iya om,namanya tante..."


"DEWI"

__ADS_1


Secara bersamaan Reyhan dan om Pras menyebutkan nama satu orang yang sama.


Seakan Reyhan tak percaya,ternyata omnya kenal dengan tantenya Dita.


"Om kenal sama tante Dewi?"


Om Pras hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan keponakan nakal yang tak henti menggodanya sedari tadi.


"Jadi om nggak mau cerita nih?"


"Nanti sebelum kamu pulang,mampir sebentar kerumah om ya."


"Siyap om."


Waktu hampir petang dengan di tandainya dengan tenggelamnya cahaya mentari senja,yang berganti dengan gelapnya langit yang menunggu sinar bulan muncul menyinari.


Reyhan memarkirkan mobil di bahu jalan depan rumah omnya,memang mobil tak bisa masuk kehalaman karena memang halaman rumah om Pras tak terlalu luas dan tidak mungkin mampu menampung mobil Reyhan.


Setelah pintu terbuka,om Pras segera masuk dan Reyhan segera mengekor meski tanpa dipersilahkan oleh sang pemilik rumah.


Maklum Rey sudah terbiasa keluar masuk rumah om nya,karena sudah seperti rumah sendiri.


Om Pras segera masuk kedalam,sedangkan Rey memilih merebahkan tubuhnya yang terasa penat di atas sofa empuk di ruang tamu om Pras sambil menyelonjorkan kakinya.


Om Pras keluar dengan membawa sebuah album foto,sepertinya sudah sangat lama nampak dari covernya yang sudah usang.


Dibukanya album foto itu didepan Rey,nampak beberapa foto berjajar disana.Sepertinya itu foto kenangan om Pras waktu masih SMU karena disana nampak beberapa siswa dan siswi berseragam SMU berjajar disana.


Ada foto yang isinya om Pras semasa masih muda dengan almarhum tante Nia mendiang istri om Pras.Ada pula foto om Pras,almarhum tante Nia dan seorang perempuan manis yang menurutnya seperti tak asing.

__ADS_1


Rey menunjuk foto yang isinya bertiga dengan seorang perempuan yang seperti pernah ia lihat tapi entah dimana,seorang perempuan manis berdiri di sebelah om Pras yang berada di tengah antara dua perempuan.


"Ini om sama almarhum tante kan,trus yang ini siapa om?"


Tanya Rey masih sambil menunjuk dengan jarinya foto seorang perempuan yang membuatnya berfikir keras.


Om Pras hanya tersenyum.


Reyhan sejenak terdiam nampak sedang berfikir kembali.


"Apa ini tante Dewi?"


"Iya,benar."


"Jadi om dan tante itu dulu temenan sama tante Dewi?"


"Kami tiga sahabat sejak SMP,sampai suatu saat persahabatan kami hancur karena cinta segitiga."


"Lalu om lebih memilih menikah dengan tante Nia?"


"Kami menikah setelah sekian tahun Dewi pergi dari kehidupan kami."


Om Pras bercerita banyak tentang masalalu kisah perjalanan cintanya.Tanpa sadar waktu semakin larut dan Rey harus berpamitan pulang.


"Ati-ati dijalan Rey."


"Iya om,siyap."


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2