
Sesampainya dirumah mamanya,Dicky segera menuju ruang tengah,mencium punggung tangan mamanya lalu mencium rambut pujuk kepala istrinya.
"Malem banget pulangnya mas...?"
Tanya Dita yang sudah menunggunya di ruang tengah bersama sang mertua sedang asyik bercakap-cakap.
"Iya maaf,hari ini ada beberapa pekerjaan yang harus aku urus dikantor." jawab Dicky
"Kalian menginaplah disini,hari sudah larut kamu pasti juga capek kan nak."
Pinta bu Ratih pada Dicky yang terlihat lelah.
"Iya ma,aku mandi dulu ya."
Setelah mandi Dicky turun dari kamarnya di lantai dua rumahnya.
Tampak Dita dan bu Ratih sudah menunggunya di meja makan dengan hidangan yang siap disantap.
Setelah makan malam selesai mereka bertiga bersantai dan bercengkerama di ruang tengah sambil menonton tivi bersama.
Nampak Dicky yang beberapa kali menutup mulutnya saat menguap.
Rasa lelah sepertinya cukup menyelimuti raganya hari ini.
Rutinitas yang cukup padat hari ini membuatnya ingin segera merebahkan diri di kasur yang nyaman.
"Aku naik duluan ya sayang."
"He'em."
Jawab Dita singkat tanpa memalingkan pendangannya dari layar tivi di hadapannya.
__ADS_1
"Cepatlah istirahat,jangan tidur terlalu larut."
Dicky berpesan pada sang istri sambil berjalan menuju tangga.
"Iya sebentar lagi aku nyusul ya"
Jawab sang istri dengan manja melepas gandengan sang suami.
Malam ini mereka menginap,wajah lelah yang tadi nampak di wajah Dicky kini sudah segar kembali setelah mandi.
Dicky masuk kedalam kamarnya,kamar yang sudah beberapa bulan ini ia tinggalkan.Sejak tinggal dirumahnya sendiri Dicky memang tak pernah lagi menginap dirumah mamanya.
Netranya berkeliling memangdang setiap sudut,dulu dia selalu tidur sendirian disini dalam kesepian.
Dicky merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya yang nyaman.
Sedangkan Dita masih betah bersama sang mertua di depan tivi ruang tengah,matanya sudah mulai mengantuk dan sesekali menguap sambil menutup matanya.
"Iya sayang,mam juga mau masuk kamar setelah ini."
"Kamu istirahatlah."
Saat memasuki kamar,nampak Dicky sudah terlelap di atas kasur.
"Sepertinya kamu lelah sekali mas."
Bisik Dita sambil menyelimuti tubuh suaminya,karena tak mau jika sang suami kedinginan oleh hawa dingin yang bersumber daei pendingin ruangan di tengah malam nanti.
Namun sialnya saat Dita menyelimuti sang suami,justru malah rerbangun dan menarik tangan Dita.
Membawanya masuk kedalam selimut yang sama bersamanya,dan apapun yang terjadi sudahlah bakal bisa ditebak.
__ADS_1
Sampai akhirnya mereka terlelap dalam kelelahan.
Mata hari mulai menyinarkan cahayanya yang hangat dan lembut saat keduanya keluar dari kamar untuk sarapan,Dicky sudah rapi dengan jas serta tas kerjanya.
Bu Ratih sudah siap menunggu mereka di meja makan.
"Mama kira kalian tidak akan turun untuk sarapan."
Sambil tersenyum bu Ratih menggoda dua insan yang sedang dimabuk asmara.
Nampak Dita sesekali menguap karena kurang tidur.
"Apa semalam tidurmu kurang nyenyak Dit?"
Tanya bu Ratih.
"Mungkin karena tidak terbiasa tidur disini ma jadi agak kurang nyaman."
"Enak saja kau bilang,bukankah aku kurang tidur karena menuruti kemauanmu yang menggila semalaman!"
Dita menggerutu dalam hati.
"Iya kan sayang?"
Ucap Dicky pada sang istri sambil tersenyum menggoda.
Dita hanya tersenyum kecut.
"Kalau begitu malam ini kalian menginap saja disini lagi,ya?!"
Kata bu Ratih sambil mengedipkan mata nampak sedang menggoda mereka ketika melihat beberapa tanda kenakalan putranya di leher Dita.
__ADS_1
Bersambung.....