
Setiap hari Dita mulai mengeluh capek,padahal Dita merasa tak pernah melakukan pekerjaan berat.
Semua keluahan yang dia rasakan akhir-akhir ini sebenarnya karena perutnya yang semakin membesar,bobot janin di dalam perutnya yang kian hari makin bertambah.
Kini Dita dan Dicky tak lagi menempati kamar di lantai atas melainkan pindah ke kamar lama Dita di bawah yang sudah pasti telah di renovasi menjadi lebih luas tentunya.
Mengingat akan bertambah 1lagi penghuni kamar mereka.
Sebenarnya Dicky dan Dita juga sudah menyiapkan kamar bayi,khusus untuk buah hati mereka nantinya.
Namun Dita tak ingin terpisah dari babynya kelak jika sudah lahir.
Dita ingin babynya tidur sekamar dengannya,meski sepakat untuk menggunakan jasa babysiter untuk membantu mengurus anak mereka nantinya namun Dita ingin mengurus anaknya sendiri dan babysiter hanya sekedar membantunya saja jika merasa capek atau kerepotan.
Sekarang Ditapun sudah tak pernah pergi kemana-mana karena jalan sebentar saja sudah capek.
Bu Ratih dan Tante Dewi yang sekarang lebih sering datang berkunjung,meski hanya sekedar mengecek keadaan Dita atau tak jarang pula salah satu dari mereka datang menginap.
__ADS_1
Dita sangat senang karena merasa banyak yang perhatian dengannya,meski kini dia telah menikah namun kasih sayang tantenya tak berkurang sedikitpun justru malah bertambah perhatiannya karena kehamilannya sekarang.
Kini kehamilan Dita hampir menginjak tujuh bulan,yang sudah pasti sebentar lagi akan di adakan acara tujuh bulanan.
Bu Ratih yang sudah mulai heboh mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari,sedangkan Dita menurut saja apa kata sang mertua.
Hari ini adalah jadwal Dita kontrol untuk memeriksakan keadaan kehamilannya.
Dengan di bantu oleh sang mertua Dita turun dari mobil yang tetunya sang suami sudah membukakan pintu mobil sambil menunggu di luar pintu mobil membantunya turun.
Dita sangat bahagia menikmati kehamilannya meski terkadang dia merasa lelah karena harus membawa kedua buah hatinya kemanapun dia pergi,seperti itulah suka dan dukanya menjadi ibu hamil.
"Bayinya sehat-sehat,detak jantungnya normal,dan jenis kelaminnya.......laki-laki,tapi maaf yang satu belum begitu terlihat karena posisi bayi kakinya menutupi,sepertinya dia pemalu hehehhe."
Ucap sang dokter muda berkulit putih berhijab tersebut.
Dokter segera kembali ke tempat duduknya menuliskan resep vitamin untuk Dita,sedangkan Dita masih berbaring di ranjang tempat periksa pasien sambil seorang perawat membantunya membersihkan sisa gel yang du gunakan untuk melakukan pemeriksaan USG guna melihat perkembangan sang baby.
__ADS_1
"Kenapa hanya salah satu saja yang bisa terlihat kelaminnya?apakah inu akan baik-baik saja?"
Tanya Dicky pada sang dokter yang kebetulan dulu adalah teman SMPnya.
"Tenang saja Dik,memang beberapa posisi bayi membuat alat kami terbatas untuk melihat lebih detail kelamin bayi dan itu hal yang wajar."
"Lalu apakah ada kemungkinan bulan depan bisa di cek lagi?"
"Kalau kamu mau minggu depan pun bisa kok di cek lagi."
"Oke kalo gitu,aku buat janji untuk cek lagi minggu depan ya."
"Baiklah."
Dicky segera membantu sang istri untuk turun dari ranjang pemeriksaan dan Dita segera duduk di kursi roda yang sudah di persiapkan oleh suaminya.
Lalu mereka segera berpamitan untuk meninggalkan ruangan dokter kandungan.
__ADS_1
Setelah dari rumah Dicky segera mengantar istri dan sang mama pulang kekediaman mereka karena takut kedua bidadari kesayangannya akan kelelahan nantinya.
Bersambung .......