Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 46


__ADS_3

Saat Dicky selesai mandi,Dita sudah terbangun dari tidurnya.


Tubuhnya menggeliat dan tangannya memijat pelan leher belakangnya yang terasa agak sedikit pegal karena posisi tidur di sofa yang memang tak senyaman di ranjang tempat tidurnya.


Dicky menuruni tangga hendak melihat istrinya.


"Sudah bangun...?"


Tanyanya pada sang istri sambil merebahkan tubuhnya ke sofa sebelah istrinya.


Dita hanya terdiam sambil sibuk menraih remot tivi,menekan tombol off,lalu bangkit dari duduknya.


Meninggalkan suaminya yang masih duduk di depan tivi yang tak menyala sendirian tanpa sepatah katapun.


"Maaf ya."


Ucapnya pada sang istri sambil berjalan mengiringi langkah kaki istrinya.


Dita masih terdiam tanpa menghentikan langkah ya menuju dapur,membuka pintu kulkas di dekat meja makan dan mengambil buah mangga yang sudah dingin dalam keadaan terkupas.


Dita duduk di kursi meja makan dengan santai sambil menikmati buah mangga dingin.


"Maaf ya tadi nggak sempat balas pesan dan gak angkat telfn,seharian ini aku sibuk sekali."


"Hmmmmm."


Masih sambil menusuk buah mangga dengan garpu di tangan.


"Hari ini aku meeting dan hape aku silent,kan kamu tau kebiasaan ku kalau meeting gak pernah pegang hape."


Dicky berusaha menjelaskan supaya sang istri berhenti merajuk.


Dita masih sibuk dengan buah mangganya.


"Aku nggak di maafin nih?"


Tanpa menjawab pertanyaan suaminya,dita justru menyuapkan buah mangga dingin kemulut suaminya tanpa bicara apapun.


"Hmmmmhh,mangganya enak sayang.manis kayak kamu."

__ADS_1


Berusaha menggombal meski tau tak akan mempan.


Begitulah Dita jika merasa kecewa dia akan diam,sampai hatinya merasa tenang dan melupakan kekecewaanya dengan sendirinya.


Dita masih diam dan berlalu meninggalkan suaminya setelah menghabiskan buah mangganya.


Dicky semakin salah tingkah karena diamnya sang istri,dia mulai kebingungan bagaimana caranya supaya Dita berhenti marah padanya.


Bel pintu berbunyi,bi Asih segera membukakan pintu untuk tamu yang segera masuk.


Dan ternyata adalah bu Ratih mama Dicky.


"Eh,mama.....!"


Dita segera berlari kecil dan memeluk mertuanya.


"Hati-hati sayang,jangan lari-larian."


Mertuanya memperingatkan sulaya Dita berhati-hati dengan kandungannya.


"Hehehe,iya ma."


Dita bermanja pada mertuanya seperti anak kecil.


Mertuanya dengan gemas memeluk Dita.


Mereka asyik mengobrolkan banyak hal,serta sang mertua memasehati Dita tentang apa-apa saja yang harus dan yang tak boleh dilakukan oleh menantunya yang sedang mengandung cucu pertama untuknya.


Dicky seakan tak nampak di hadapan mereka.


"Ma.....mama nginep sini kan?"


Tanya Dita sambil mengharap.


"Mmmmmmm,gimana ya?"


Jawab sang mertua menggoda.


"Yaudah kalau mama gak bisa nginep biar nanti Dita yang ikut pulang kerumah mama aja."

__ADS_1


Dita mulai merajuk dengan godaan sang nertua.


Dicky yang melihat tingkah sang istri hanya bisa senyam senyum sendiri.


"Ya gitu ma dia sekarang kalau punya keinginan harus segera di turutin ma,kayak anak kecil."


"Hust! jangan gitu ah,namanya juga orang hamil mungkin saja ini bawaan orok."


Bu Ratih berusaha menjelaskan pada putranya.


Sedangkan Dita sedikit memanyunkan bibir serta menjulurkan ujung lidahnya pada sang suami seperti mengejek.


Merasa menang karena sang mertua membelanya.


"Tu kan ma,lihat tingkahnya kayak bocah tu...tu....ma lihat ngejek banget!"


Dicky menunjuk-nunjuk sang istri.


"Biarin,siapa suruh aku di tinggalin terus dirumah. humh! aku kan bosan."


"Dirumah kan ada bi Asih yang setiap hari nemenin kamu."


"Iya,tetep aja aku bosan gak boleh ngapa-ngapain dan gak boleh kemana-mana!"


Bu Ratih merasa heran dengan keduanya yang justru sama-sama kayak anak kecil,mereka berdebat di depan orang tuanya.


"Apa setiap hari kalian seperti ini dirumah?"


Tanya bu Ratih pada keduanya.


"Nggak ma,cuma akhir-akhir ini Dita sering ngambekan."


"Aku kan bosan."


"Kamu kan lagi hamil kata dokter gak boleh kelelahan dan gak boleh banyak aktifitas."


"Gimana kalau seminggu sekali kamu kerumah mama?"


Usul bu Ratih pada keduanya.

__ADS_1


__ADS_2