Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 52


__ADS_3

Acara tujuh bulanan akan segera di gelar,bayak orang wira-wiri berseliweran dikediaman Dicky untuk mengurus acara tujuh bulanan.


Sedangkan bu Ratih yang sibuk mengatur ini dan itu.


Tante Dewi pun tak mau kalah heboh dengan sang besan,yakni heboh dalam urusan konsumsi.


Untungnya meski sama-sama heboh namun mereka kompak dalam berbagi tugas dalam menyusun acara,jadi tidak sampai bentrok dalam konsep.


Hari ini Dicky sudah pasti stanby dirumah dan meninggalkan segudang pekerjaan yang pasti menunggunya untuk di selesaikan di kantor,untungnya ada Rey sebagai asisten pribadi yang selalu siap siaga menggantikan pekerjaannya di kantor.


Acaara berjalan dangan sakral dan khidmad,dengan di isi oleh seorang ustadz ternama dikota ini sebagai penceramah serta pemimpin do'a dalam acara tujuh bulanan calon anak Dicky dan Dita.


Banyak para tamu undangan datang memberi ucapan selamat serta ikut bendo'akan calon jabang bayi yang berada dalam kandungan Dita,supaya sehat dan selamat sampai lahiran nanti.


Tak lupa pula mereka mengundang untuk mendatangkkan anak-anak yang kurang beruntung dari sebuah panti asuhan,yang memang sudah lama sekali keluarga Dicky menjadi donatur tetap disana.


Meski mereka mengundang anak-anak tersebut hanya untuk ikut merayakan kebagiaan keluarga Dicky,serta berbagi secuil rezeki untuk mereka.Namun nampak rona bagia terpancar dari senyum di wajah anak-anak yang kurang beruntung tersebut.


Keduanya sangat bahagia nampak dari senyum yang merekah serta binar kebagiaan yang terpancar dari keduanya,terutama sang ibu dari calon jabang bayi.

__ADS_1


Bahkan kebahagiaan mereka saat ini jauh lebih terlihat ketika mereka menjadi sepasang pengantin,pasalnya saat menikah mereka belum merasakan indahnya cinta.


Berbeda dengan sekarang,yang setiap hari dan setiap saat mereka selalu saling jatuh cinta seperti pengantin baru.


Maklum saja mereka memang baru jatuh cinta beberapa bulan ini sampai akhirnya membuat Dita kembali menjadi ratu dalam acara tujuh bulanan ini.


Hari sudah mulai larut,para tamu sudah tak sepadat tadi sore saat pada puncak acara.


Hanya tersisa beberapa kerabat serta teman dekat saja.


Dicky berpamitan mengantar Dita kekamar untuk beristirahat,yang nampak sudah merasa lelah.


Meski sejujurnya saat melihat serta meraba kaki sang istri membuat nafsu laki-lakinya memuncak keubun-ubun,namun Dicky berusaha mengendalikan diri melihat kondisi sang istri yanh terlihat lelah.


Setelah acara benar-benar selesai,Dicky hendak beristirahat setelah mengganti pakaian dengan baju tidur.


Tiba-tiba Dita mendesah sambil mengusap-usap perlahan perut buncitnya.


Sontak membuat Dicky kembali terbangun dari tempatnya berbaring.

__ADS_1


"Ada apa sayang?apa ada yang sakit?"


Dicky ikut-ikutan mengelus pelan perut sang istri,supaya calon jabang bayinya segera tenang dan dia beserta sang istri bisa segera beristirahat.


"Perutku sakit sayang,rasanya kram."


Suara Dita pelan hampir seperti sedikit berteriak namun ditahan.


Dicky mulai bingung,dia benar-benar panik dan bingung harus berbuat apa.Karena selama hamil Dita tak pernah seperti ini sebelumnya,benar-benar tampak sedang kesakitan.


"Cepat panggil mama atau tante Dewi.....!"


Teriak Dita sambil mengatur nafasnya yang sedikit tersengal-sengal menahan rasa sakit.


Segera diraihnya hape di nakas dekat tempat tidur lalu dengan panik dan tangan yang gemetar Dicky mencoba menelfon mamanya.


Segera di telfn mamanya yang sebenarnya berada di kamar sebelah,Dicky memilih memanggil mamanya lewat hape karena tak ingin meninggalkan Dita sendirian dikamar.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2