
Sore menjelang,Riyan telah siap dengan segala barang bawaannya.
"Bu....ibu baik-baik ya dirumah."
Ucap Riyan tak henti-hentinya meminta sang ibu untuk menjaga diri serta menjaga kesehatan selama dirinya tak berada dirumah.
"Iya,harus nya ibu yang bilang seperti itu kekamu,kalo ibu kan dirumah ada Nina yang jagain,ada pak Supri juga kok yang jaga diluar."
Dicky memang sengaja mempekerjakan seorang pembantu serta sorang satpam yang akan menjaga ibu Riyan dirumah agar benar-benar aman serta Riyan bisa tenang meninggalkan ibunya dirumah.
"Permisi mas,mobil jemputannya sudah datang."
Ucap pak Supri memberitahukan kedatangan mobil jemputann kantor pada Riyan.
"Iya pak, terima kasih ya dan tolong suruh tunggu sebentar saya mau pamitan dulu sama ibu."
"Baik mas."
Riyan kembali memciumi ibunya dan banyak berpesan pada ibunya,terakhir Riyan mencium punggung tangan ibunya lalu berjalan keluar dan melangkahkan kakinya menuju mobil.
Hari ini adalah untuk pertama kalinya Riyan jauh dari ibunya,meski sudah sedewasa ini namun Riyan selalu dekat dengan ibunya.
Hampir sepanjang perjalanan Riyan tak henti-hentinya memikirkan mamanya,apakah semuanya akan baik-baik saja nantinya ketika dia tak berada di dekat ibunya.
Sampai sebuah panggilan telfon di layar smartphonenya membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
"Halo selamat sore pak Dicky......"
"Baik pak,terima kasih."
Ternyata Di tempat kerja Riyan yang baru nanti,Dicky telah menyiapkan tempat baru untuknya.
Dicky sengaja menyewaka tempat kost yang tak terlalu mewah untuk Riyan dan Reyhan yang sudah lebih dahulu berada disana mendaftar sebagai pegawai baru disana.
Reyhan dan Dicky sudah terlebih dahulu melakukan survey area terdekat,mencari tempat kost yang dekat dengan kantor.
Selain untuk menghindari kecurigaan juga agar mereka lebih mudah mengintai mangsa.
Sesampainya di tempat tujuan,Riyan tak langsung menuju kantor namun ia langsung menuju ketempat kost untuk menyusun rencana bersama Reyhan atasannya.
Pagi ini adalah hari pertama Riyan bekerja di tempat barunya,pagi-pagi sekali seperti biasa sudah bangun untuk bersiap-siap supaya tepat waktu sampai dikantor.
Riyan mendapat tugas dari kantor pusat menjabat sebagai asisten manager.
Sesampainya di kantor Riyan segera masuk ke lobi untuk menuju pada seorang resepsionis.
Riyan segera di tuntun untuk menuju ke ruang HRD,saat Riyan baru saja berpaling dari resepsionis langkahnya terhenti karena tubuhnya hampir saja bertabrakan dengan seorang laki-laki dengan mendorong troli kebersihan.
Seorang laki-laki yang serasa familiar menurutnya,seorang laki-laki dengan postur tubuh tinggi,berkumis tipis dan rambut belahan tengah.
Riyan terhenti sejenak untuk berfikir,sampai laki-laki tersebut menyapanya dengan sopan.
__ADS_1
"Selamat pagi pak,selamat datang."
Sapanya dengan sopan sambil tersenyum ramah.
Laki-laki tersebut berseragam cleaning servis dengan name tag 'Adi'.
"Pak...."
Hampir saja Riyan menyebutkan nama seseorang debfab buru-buru Adi memotong perkataan Riyan.
"Silahkan pak HRD sebelah sana"
Potongnya sambil menunjukkan arah menuju keruangan HRD.
Adi hanya tak mau Riyan berlama-lama di loby bersamanya,agar segera menuju ruang HRD dan melakukan pekerjaannya.
"Baiklah pak...."
"Adi,nama saya Adi pak.Panggil saja Adi,nggak usah pakai pak!"
Ucapnya sambil mendorong troli kebersihannya meninggalkan Riyan yang masih nampak berfikir terdiam di lobi.
Segera Riyan berjalan menuju Ruang HRD,dan menemui seseorang disana.
Riyan di persilahkan menuju ruangan tempatnya bekerja sebagai asisten manager sesuai surat perintah yang ia bawa dari kantor pusat lengkap dengan tanda tangan,cap jempol,serta foto bos Dicky #hahahaha,maaf author hanya melebih-lebihkan saja# 🤣
__ADS_1
Bersambung......