
Saat sedang sibuk memilih-milih pakaian yang cocok,suara ringtone hapenya bernyayi dengan syahdu.
Segera Dita memyambar hapenya.
"Halo....."
"Halo Dita,ini tante Ratih.Kamu apa kabar sayang?" suara seseorang di seberang telfn yang ternyata bu Ratih.
"Dita baik tante,tante sendiri apa kabar?"
"Beberapa hari yang lalu tante habis sakit nak,tante kangen sama kamu."
"Iya tante,Dita juga kangen lama ya tante kita nggak ketemu."
"Kapan-kapan kalo ada waktu main ya kerumah tante."
"Iya tante,kapan-kapan ya....."
Obrolan Dita terpotong saat Dita mendengar suara bel rumah berbunyi.
"Maaf tante,kayaknya ada tamu yang dateng.Dita bukain pintu dulu ya."
"Hmmmm.....baiklah kapan-kapan kita sambung lagi ya nak."
"Baiklah tante."
"Jaga diri baik-baik ya nak."
"Ya tante,tante juga ya."
Panggilan pun terputus,Dita bergegas membukakan pintu dan ternyata Rey sudah datang.
"Duduk dulu mas,aku siap-siap dulu ya."
Kata Dita,sambil melirik jam dinding di ruang tamu yang ternyata belum ada jam 7.
"Belum siap Dit?"
"Mas yang datengnya terlalu cepet.aku barusan pulang dari toko tante mas."
Rey hanya nyengir menjawab Dita.
Setelah siap mereka pun,berangkat.
__ADS_1
Rey mengajak Dita ke sebuah mall.
"Mau makan dulu Dit?"
"Terserah mas."
"Masih ada waktu setengah jam,baru filmnya mulai.Kita makan dulu aja ya."
"Hmmmm,oke."
Acara malam itu mereka lewati dengan makan malam,dan nonton.
Lalu dalam perjalanan pulang,Rey mengajak Dita duduk di sebuah taman tak terlalu besar namun agak rame pengunjung.Karena memang malam ini akhir pekan banyak para muda mudi berkencan malam ini.
"Dit,ada yang mau aku omongin ke kamu."
"Hm......iya mas,ngomong aja."
"Yang tempo hari di saung itu pacar kamu?'
"Yang di saung?kemaren itu semua temen-temen sekantor aku mas."
"Yang duduknya deket kamu,kayaknya dia deket banget sama kamu."
"Bukan pacar kamu kan?"
"Bukan,kenapa kok tiba-tiba mas Rey tanya-tanya soal pacar?"
"Hmmm.....Aku.....aku suka sama kamu Dit."
Dita hanya terdiam,mengernyitkan keningnya memandang wajah tampan Rey.
Rey menggenggam tangan Dita.
"Dit....kamu mau nggak jadi pacar aku?"
"Pacar?"
"Iya....sejak awal kita deket,aku sudah suka sama kamu Dit."
"Tapi mas.....aku gak ada perasaan apa-apa sama mas Rey.maaf mas,aku harap mas Rey nggak marah sama aku."
"Nggk papa Dit,meski kamu belum ada perasaan apa-apa sama aku setidaknya aku lega udah bisa jujur tentang perasaan aku ke kamu dan kita masih tetep bisa deket kan?"
__ADS_1
Dita hanya mengangguk,dan tersenyum.
"Kita pulang yuk,udah malem."
Sepanjang perjalanan pulang,di dalam mobil mereka hanya saling diam.
Pernyataan cinta Rey,yang berujung penolakan Dita membuat hubungan mereka menjadi sedikit canggung.
"Mmmm....,Mas Rey gak papa kan?"
"Hmmmm....?kenapa emangnya Dit?"
"Maaf ya mas."
"Maaf,kenapa minta maaf?"
"Aku takut aja mas Rey kecewa karena aku nggak nerima mas tadi."
"Gakpapa Dit,santai aja.Aku bukan tipe orang pendendam yang di tolak lalu jadi benci."
"Makasih ya mas udah ngertiin aku."
Rey hanya tersenyum sambil sesekali melirik ke arah Dita.
"Oiya Dit,tante Dewi beliin makan apa ya?"
"Gak usah repot-repot mas,tante udah makan tadi sama anak-anak toko kok."
"Tapi kan gak enak Dit,masak kita pulang gak bawa apa-apa."
"Udah gakpapa mas,kebanyakan makan malem nanti tante gendhut.hahahaha....."
"Kamu ini Dit,bisa aja."
Akhirnya mereka langsung pulang,Rey mengantarkan Dita sampai depan pintu.
"Aku langsung ya Dit,udah malem."
"Iya makasih mas,ati-ati ya."
"Oke...bey."
Bersambung.....
__ADS_1