
Sepanjang perjalanan pulang,Dita dan Dicky hanya saling diam di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang.
Bahkan sampai mobil mereka melaju menuju halaman rumah Dita,tak ada sepatah katapun keluar dari bibir mereka.
Saat Dita hendak masuk kedalam rumah,Dicky menarik tangan Dita.
Mungkin karena terlalu kencang Dicky menarik Dita atau memang Dita yang sedang tidak siap hingga membuat tubuhnya terjatuh ke dada Dicky.
Suasana menjadi canggung karena secara tak sengaja mereka tampak seperti sedang berpelukan.
Disaat bersamaan Tante Dewi muncuk dari balik pintu untuk membukakan pintu,namun justru malah di suguhi tontonan adegan mesra yang tampak di mata tante Dewi.
Padahal pada kenyataannya,mereka tak ada niatan sengaja berpelukan.
"Eh.....maaf,tante nggak tau kalau kalian sendang......"
Sontak Dita segera menggeser tubuhnya dari tubuh Dicky,begitu juga dengan Dicky langsung melepaskan tangannya dari tubuh Dita.
"Tante,kami nggak...."saat Dita berusaha menjelaskan kenyataannya tante Dewi segera kembali masuk kedalam.
"Dilanjut di dalem aja ya Dit,jangan dibluar ntar di liatin orang." kata tante Dewi sambil berlalu masuk ke dapur.
"Maaf ya Dit,tante kamu malah jadi salah paham"
"Hmmmm......."
Dicky segera berpamitan pulang karena memang sudah malam.
"Gimana tadi acara perkenalan dengan calon mertua Dit?" tanya tante Dewi penasaran.
"Tante tau gak,ternyata mamanya Mas Dicky itu tante Ratih lho."
"Bu Ratih.....yang waktu itu kita ketemu di rumah saki?"
"He'em.....Dunia serasa sempit kan tante?"
"Kenapa semuanya bisa serba kebetulan gini ya Dit?"
"Makanya tante,Dita juga heran dari seluruh luasnya dunia ini dari banyaknya penduduk kota ini kenapa lagi-lagi orang yang sama,apa mungkin semua ini sudah takdir ya tante?"
"Iya Dit,mungkin memang kamu sama Dicky sudah jodoh jadi selalu di pertemukan sama Tuhan."
__ADS_1
"Jodoh?! benar kah?pernikahan yang pura-pura ini bisa di bilang jodoh?" batin Dita.
"Dita ke kamar dulu ya tante"
"Iya sayangku."
"Oiya tante,hampir saja Dita lupa.Rencana tante Ratih minggu depan mereka mau mengadakan acara lamaran tante."
"Hah...! lamaran? secepat itu Dit?"
"He'em......Dita rasa juga begitu,tapi Dita nggak bisa apa-apa tante."
"Lalu....acaranya mau di laksanakan diman?"
"Katanya tante Ratih di gedung gitu,kayaknya bakalan di adakan secara besar-besaran deh tante."
"Benarkah? sebenarnya siapa sih keluarga Dicky itu,sampai acara lamaran saja harus di gedung segala?"
"Entah lah tante."
"Lho kamu ini gimana,dia kan calon suami kamu bagaimana mungkin kamu tidak tau soal keluarganya?"
Dita pun berlalu masuk kedalam kamar,membersihkan diri lalu bersiap tidur.
Saat Dita sudah bersiap untuk tidur,matanya kembali terjaga ketika mendengar suara nada dering di hapenya yang menyanyi tanpa henti meski sudah di abaikan.
Saat melihat layar pada hapenya ternyata Rey.
"Ada apa malam-malam begini mas Rey menelfon?" gumam Dita.
"Halo mas Rey."
"Halo Dit,udah tidur?"
"Hmmm....baru mau tidur.Ada apa?"
"Maaf ya mengganggu istirahat kamu,gini Dit....ada yang mau aku omongin ke kamu."
"Soal apa mas?"
"Soal Dicky dan kamu."
__ADS_1
"Matilah aku.....bagaimana kalau mas Rey bertanya yang macam-macam nanti?" batin Dita merasa was-was takut rahasianya dengan Dicky terbongkar sebelum di mulai.
"Mas,bisa nggak kita lanjutkan obrolannya besok saja?aku sudah ngantuk banget ini."
"Tapi Dit....."
Tiba-tiba panggilan terputus dan saat Rey berusaha menghubungi Dita kembali,hape Dita sudah tidak bisa di hubungi.
Membuat rasa penasaran Rey semakin menjadi-jadi.
Tak lama setelah mematikan hapenya,Dita kembali menyalakannya lalu berusaha menghubungi Dicky.
Namun berkali-kali Dita berusaha menghubungi Dicky tak ada jawaban.
Dita merasa gelisah dan malah membuat matanya sulit terpejam.
Dita takut jika besok bisa saja Rey datang menemuinya hanya untuk menanyakan perihal pertanyaan yang sama.
Tiba-tiba Dita teringat tante Ratih,segera Dita kembali meraih hapenya dan menghubungi calon mertuanya tersebut.
"Halo Dita,ada apa malam-malam begini menelfon nak?apa ada hal penting yang perlu di sampaikan?"
"Maaf tante malam- malam begini mengganggu waktu istirahatnya tante,Cuma mau tanya apa mas Dicky ada di rumah?saya hubungi berkali-kali tidak di angkat tante."
"Ya ampun.....dasar anak muda,baru saja kalian bertemu dan baru beberapa jam berpisah sudah kangen rupanya?bukankah tadi tante sudah menyarankanmu untuk menginap disini saja tadi?"
"Hehehe....tante bisa saja,Dita kan jadi malu tante."
"Sebentar ya,tante panggilkan Dicky.Sepertinya tadi dia baru saja pulang."
"Baiklah tante terima kasih,tlng sampaikan saja sama mas Dicky suruh angkat telfn dari saya.Makasih ya tante."
"Baiklah sayang."
"Maaf tante jadi merepotkan."
"Kamu ini Dit,kayak sama siapa saja."
Bu Ratih segera beranjak dari tempat tidurnya dan memanggil bi Mar,menyuruh bi mar untuk menyampaikan pesan Dita pada Dicky.
Bersambung......
__ADS_1