Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 12


__ADS_3

Hari pertama di mulainya perjanjian bu Ratih dengan Dicky.


"Pagi ma....."


"Pagi Nak,ayo sini sarapan."


"Bagaimana keadaan mama hari ini?"


"Hmmmm......ya begitulah Dik,mama sudah semakin tua jadi makin ringkih saja tubuh mama ini rasanya."


"Mama banyak istirahat ya."


"Rasanaya mama kesepian dirumah terus cuma berduaan saja sama bik Mar."


Dicky mendekat ke bu ratih dan memeluknya.


"Emang mama maunya gimana?Mama mau jalan-jalan?"


Bu Ratih hanya mengangkat kedua bahu.


"Lalu...?" tanya Dicky penasaran.


"Mama cuma butuh teman buat ngobrol."


Bu Ratih mulai memancing Dicky dengan pernyataannya,berharap putra kesayangannya itu paham dengan apa yang dia maksud.


Pagi itu Dicky pergi ke kantor Jaya Group seperti biasa,meski demikian Rey sebagai sahabatnya paling paham dengan sikap Dicky yang meski tenang namun berusaha menyembunyikan kegelisahannya.


Di sela-sela kesibukannya Dicky mulai mengutak atik kontak yang ada di hapenya,memainkan hapenya dengan gundah.


"Gelisah banget sih bos....?"


Ledek Rey,saat memasuki ruangan Dicky hendak memberikan beberapa tumpukan dokumen.


Dicky hanya sesekali melirik Rey,sambil meletakkan Hapenya di meja.


Meraih beberapa dokumen yang tadi di bawa Rey,yang kini sudah beralih tangan ke Dicky.


"Soal perjanjian gue sama nyokap Rey."


"Haahahahaha...!"


"Kurang ajar loe Rey,malah ngetawain gue!"


"Habisnya loe tu aneh jadi orang,suruh nikah nolak mulu.Elo.........nggak.......itu kan Dik?"


"Maksud loe.....? KURANG AJAR.....!"


Dicky melemparkan bolpoin yang ada di tangannya ke kepala Rey.


"Auh.....! Ampun bos.....saya kan cuma tanya."


"Keluar kamu!"

__ADS_1


"Maksudnya keluar kemana bos?"


Rey masih saja menjawab dengan tingkah cengengesanya,menggoda Dicky yang sedang kesal padanya.


Dicky kembali meraih Hapenya,mengutak atiknya dan meletakkannya kembali.


Otaknya mulai berfikir,kira-kira gadis seperti apa yang akan dia nikahi nanti?


Pikiranya buntu,selama ini memang Dicky tak pernah sekalipun berpacaran.


Dulu waktu masih duduk di bangku SMA pernah dia suka sama seorang cewek,tapi blm juga deket sudah dia putuskan menjauh.


Hanya karena dia tau gadis itu ternyata bermuka dua,cantik tampangnya saja tapi ternyata seperti srigala.


Hal tersebut membuat Dicky merasa dekat dengan wanita adalah sebuah ancaman.


Dia terlalu takut patah hati dan kecewa,karena gadis yang dia suka tak pernah sesuai keinginannya.


Terlalu pemilih dan terlalu takut kecewa adalah hal aneh yang selama ini selalu menjadi alasan Dicky tak mau dekat dengan wanita.


Padahal dengan tampang Dicky yang lumayan ganteng dengan postur tubuh ideal dan terlahir dari keluarga kaya seharusnya semua wanita tergila-gila padanya.


Entah Dicky yang tak perduli karena terlalu cuek,atau memang wanita yang ada di hatinya hanyalah ibunya.


Entahlah,hanya dia dan Tuhan yang tau.


"Rey...temani gue makan siang!"


Rey yang sudah paham maksud bosnya,segera menangkap kunci mobil dengan sigap dan segera mengekor di belakang Dicky.


"Silahkan bos...mau makan siang dimana?" Rey segera membukakan pintu mobil dan mempersilahkan yang mulia rajanya masuk kedalam mobilnya.


"Terserah elo Rey,gue cuma butuh tempat yang tenang."


Rey sangat paham jika dalam keadaan seperti ini,biasanya Dicky selalu dibawanya ke sebuah rumah makan sederhana.


Sebuah rumah makan yang ada di pinggir kota,meski makan hanya duduk lesehan tanpa meja dan kursi mewah namun Dicky justru sangat menikmatinya.


Karena makan di suguhi pemandangan hijau yang asri,gemercik air kolam suasana ala pedesaan yang menentramkan.


Saat baru duduk dan hendak memesan makan,Rey terlihat memandangi seseorang.


"Siapa Rey,kamu kenal?"


Tanya Dicky penasaran,karena Rey memandangi seseorang tersebut tanpa sedikitpun memalingkan pandangan matanya.


"Itu kayaknya Dita,gue kesana bentar ya Dik."


Dicky segera menghentikan langkah Rey saat hendak berlari mengahampiri seseorang tersebut.


"Eh.....mau kemana?sini aja temenin gue!"


"Tapi Dik...itu Dita gue,lagi sama cowok!"

__ADS_1


"Dita siapa?kalau dia punya elo gak mungkin dia sama orang lain."


Sementara di sebrang kolam sana,Dita sedang bersama teman-teman kantornya.


Mereka sedang asyik bercanda sambil menunggu pesanan makan siang mereka datang.


Dita duduk di sebelah Bram,karena memang hari ini adalah acara ulang tahun Bram.


Mereka nampak sedang menggoda Dita dan Bram,memprovokasi mereka supaya segera jadian.


Sedangkan Dita hanya terdiam tak menanggapi ocehan para teman-temannya karena malu.


Sampai selesai makan,Rey tak henti-hentinya memandang ke arah Dita dan kawan-kawannya.


Nampaknya Rey begitu penasaran dengan apa yang Dita dan teman-temannya lakukan.


Rey mengeluarkan hape dari kantong celananya,mengirim chat ke Dita.


*Rey


"Siang Dit,lagi ngapain?"


*Dita


"Ini lagi makan siang sama temen-temen,ada temen yang ultah jadi dapat traktiran."


*Rey


"Makan dimana?"


*Dita


"Di Rumah makan saung,di daerah XXXXX."


*Rey


"Aku juga ditempat yang sama"


*Dita


"Di sebelah mana?"


*Rey


"Lihat di seberang kolam tempat kamu,aku ada di sebelah kiri kamu."


Terlihat Dita clingukan mencari keberadaan Rey,saat melihat Rey dari kejauhan Dita tampak melempar senyum pada Rey dan Rey pun membalasnya.


"Udah lega Rey?!"


Tanya Dicky yang melihat tingkah polah sahabatnya seperti anak ayam kehilangan induknya,namun sekarang nampak tersenyum lega.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2