
Dihari pertama bekerja Riyan merasa semuanya berjalan wajar serta tak ada hal ganjil yang perlu dicurigai,namun ia tak boleh lengah dan harus tetap waspada.Nampak bekerja bekerja seperti biasa,nampak sewajarnya namun tetap dengan siaga mengawasi.
Meski sebenarnya jika boleh jujur Riyan merasa agak takut menjadi mata-mata yang harus siap siaga mengawasi seperti layaknya seorang detektif,namun demi tugas harus ia kerjakan dengan benar dan jangan sampai salah langkah.
Apalagi disini ia tidak seorang diri,ada Rey yang ikut mengawasi situasi disama.
Bahkan Rey sudah lebih dulu satu minggu bekerja disana sebelum Riyan tiba.
Hari ini ada meeting dengan klien penting,Riyan diharuskan ikut menemani pak Budi sang meneger.
Riyan segera melajukan mobil menuju tempat meeting yang sudah di sepakati oleh kedua belah pihak.Riyan tak menaruh curiga sama sekali selama meeting berlangsung,namun setelah meeting selesai ada hal ganjil yang ia rasakan.
Pasalnya pak Budi sang meneger kembali menemui sang klien tanpa sepengetahuannya,dengan alasan akan kekamar kecil sebentar sedangkan Riyan diminta untuk menunggu sebentar di dalam mobil.
Riyan merasa harus mengikuti atasannya saat ini,karena merasa ada yang mencurigakan.
Dan benar saja,Riyan melihat dengan mata kepala sendiri pak Budi kembali menemui sang klien.
Riyan tak mau melewatkan moment yang mungkin saja bisa menjadi salah satu barang bukti nantinya.
Segera Riya. mengambil beberapa foto dengan menggunakan kamera ponsel pintarnya.
Setelah dirasa cukup mengambil beberapa gambar foto,Riyan segera kembali kemobil sebelum dipergoki oleh pak Budi atasannya nanti.
Setiap ada informasi penting tentang gerak gerik pak Budi yang sekiranya mencurigakan segera Riyan laporkan kepada Reyhan ataupun Dicky lengkap beserta bukti falid yang bisa menguatkan keterangan.Supaya tidak di anggap sebagai omong kosong atau fitnah semata,karena salah- salah nanti justru Riyan yang kena masalah karena di anggap menfitnah pak Budi.
Apalagi pak Budi orangnya terkenal licin,tidak mudah mencari bukti tentang kecurangan pak Budi.Bahkan selama ini Dicky sudah berkali-kali menyelidikinya namun selalu saja tidak dapat membuktikan kebusukan pak Budi di perusahaan.
__ADS_1
Riyan bekerja dengan sangat berhati-hati sekali dalam bertindak,setiap hari Riyan bekerja seperti biasa tak nampak mencurigakan sama sekali begitu juga dengan Rey yang sedang menyamar sebagai cleaning servis.
Mereka tinggal di kost yang sama,bekerja di kantor yang sama meski di divisi yang berbeda.
Mereka sama-sama kompak saling melaporkan hasil pekerjaan serta pengintaian mereka selama ini kepada Dicky.
Pagi ini Rey dan Riyan berangkat kerja jalan kaki bersama-sama dengan beberapa para pejalan kaki yang kebetulan melewati rute yang sama dengan mereka.
Hari ini Rey kebetulan sift pagi,jadi bisa berangkat bareng dengan Riyan.
Sesekali mereka mengobrol sambil melanjutkan perjalanan mereka,sedikit mendiskusikan tentang strategi mereka hari ini.
Terutama tentang kewaspadaan,karena Rey merasa ada yang mulai curiga dengan gerak-gerik mereka selama ini.
Siang nanti sebelum jam makan siang pak Budi akan ada meeting dengan klien,Riyan tidak diharuskan ikut karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan di kantor.
Saat mereka sedang berbincang sambil berjalan untuk mengatur siasat terdengar suara seorang perempuan memanggil seseorang dari kejauhan.
"Adi......!"
Teriaknya.
Seorang perempuam muda bertubuh putih langsing dengan rambut panjang berkuncir kuda,serta berseragam sama dengan yang di kenakan oleh Reyhan.
"Pak Adi,di panggil tuh."
Ucap Riyan sambil memandang kearah Reyhan setelah tau siapa yang menghampiri mereka.
__ADS_1
"Di panggil itu harusnya nyahut,bukannya malah tetep jalan aja pura-pura nggak denger gitu."
Protes Tia sambil memanyunkan bibirnya,lalu tersenyum manja menggoda Adi alias Reyhan aditama dengan menggandeng mesra lengan laki-laki pujaan hatinya itu.
Riyan hanya menahan tawa melihat Rey yang nampak salah tingkah dengan perlakuan Tia,sepertinya Tia naksir sama Adi karena memang dengan paras rupawannya serta tubuh atletisnya wanita mana yang tak tergila-gila padanya.
Bahkan jika Reyhan nyata author pun mungkin bisa saja naksir juga.😂
"Kalau gitu saya masuk duluan ya pak Adi,mari mbak Tia...."
Pamit Riyan pada keduanya.
Tia kembali menarik tangan Adi untuk menuju ruang kerja mereka,segera mempersiapkan alat kebersihak yang menjadi senjata andalan mereka saat bekerja.
"Jangan tarik-tarik gitu ah,di liat orang kan malu."
Protes Adi,karena memang hampir setiap orang yang mereka lewati melihat pertunjukan drama korea gratis di pagi hari ini.
"Emangnya kenapa?aku suka sama kamu makanya aku gandeng kamu terus karena nggak mau kehilangan kamu."
DEG!
Ucapan Tia membuat Adi diam seolah salah tingkah,meski dihatinya sudah penuh dengan mamanya dan juga Tiwi bahkan hampir sesak tak ada ruang lagi untuk wanita lain.
Namun Rey merasa tertegun dengan keberanian Tia yang dengan blak-blakan tanpa sungkan mengungkapkan perasaannya pada laki-laki.
Bersambung.....
__ADS_1