Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 19


__ADS_3

Dicky merasa geram saat melihat laki-laki tersebut.


"Dimana Dita!" kata Dicky sambil mencengkeram kerah kemeja laki-laki itu.


"Maaf,anda ini siapa?saya tidak kenal anda dan tiba-tiba tanpa sopan santun masuk kedalam apartemen saya."jawab pria itu pura-pura bodoh.


"Aku nggak peduli siapa kamu,yang saya tanyakan dimana Dita!" masih dengan wajah marah karena emosi.


"Memangnya kamu ini siapanya Dita! keluarganya,pacarnya atau siapanya!"


dengan ekspresi wajah tak mau kalah.


"Kalau aku bilang aku ini pacarnya kamu mau apa!Dasar brengsek beraninya membawa wanita dengan cara licik."


Dicky berhasil menghindar saat laki-laki itu berusaha menonjok wajahnya.


Saat Dicky memaksa masuk untuk mencari Dita di dalam kamar,laki-laki tersebut kembali menarik lengan Dicky dan hendak memukulnya dan lagi-lagi Dicky berhasil menghindar.


Tak lama berselang datanglah seorang petugas keamanan bersama dua anggota kepolisian yang ternyata sudah di hubungi oleh Dicky sebelumnya.


salah satu polisi langsung mengamankan laki-laki tersebut yang memang pemilik apartemen tersebut dan polisi satunya bersama petugas keamanan segera menggeledah tempat tersebut.


Mereka menemukan Dita di dalam kamar sedang tak sadarkan diri dalam keadaan terikat di atas ranjang dan mulut di sumpal kain.


Polisi segera membawa Bram untuk di mintai pertanggung jawaban atas perbuatannya,sedangkan Dita segera di bawa ke rumah sakit oleh Dicky.

__ADS_1


Segera Dicky menghubungi Rey agar memberi kabar pada keluarga Dita supaya tidak kawatir.


Semalaman Dicky menunggui Dita yang masih belum sadarkan diri sampai terlelap di kursi tempatnya duduk menunggui Dita.


Pagi harinya saat Dita terbangun,dia melihat sekeliling karena terbangun di tempat yang terasa asing.


Ketika melihat sebelahnya ada seorang laki-laki yang tak terlihat wajahnya sedang tidur terlelap dalam keadaan wajah tertelungkup di ranjang tempat Dita tertidur.


Saat Dita hendak membangunkan laki-laki tersebut,Dita terkejut karena laki-laki tersebut terbangun.


Dita semakin terkejut karena ternyata laki-laki itu adalah pria rese yang beberapa kali dia temui,dan setiap kali bertemu dengannya Dita selalu merasa sial.


"Sudah bangun kamu?!"


"Apa kamu lupa semalam terakhir kali kamu pergi sama siapa? kamu nggak amnesia kan?!"


Dita hanya terdiam mengingat-ingat kejadian demalam,terakhir kali dia pulang di antar Bram lalu mampir makan dan bram marah karena dia menolak lagi cintanya Bram.


Ketika di dalam mobil Dita memberontak dan meminta turun paksa karena Bram mengancam akan membawanya ke apartemen buka mengantarkannya pulang.


Namun saat Bram menghentikan mobilnya,tiba-tiba Bram menutup hidung dan mulut Dita dengan entah kain atau sapu tangan lalu Dita merasa pusing dan lemas setelah itu semuanya gelap.


"Hey......! malah melamun." Dicky melambaikan tangannya di depan wajah Dita.


"Eh...!" Dita terkejut dan tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Emang semalam kamu terakhir sama siapa? Dasar bodoh !"


"Enak aja,ngatain orang sembarangan.!"


"Kalau tidak bodoh lalu apa namanya? semalam hampir saja kamu di apa-apakan sama pria brengsek itu."


"Bram?!" Dita merasa terkejut dengan pernyataan Dicky.


"Lalu.......?!"


"Lalu apa? untung aku liat kamu waktu di parkiran restoran,karena merasa curiga aku ikutin sampai apartemen."


"Tapi......."


"Apa?"


"Saat saya di temukan apa sudah terjadi sesuatu?"


"Tentu saja." dengan nada santai dan tanpa dosa Dicky menjawabnya tanpa tau maksud Dita.


Mendengar jawaban Dicky dengan kata Tentu saja membuat Dita mengartikannya lain.


Dita menangis,karena dia kira sudah terjadi hal yang tak pantas telah di lakukan Bram padanya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2