Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 23


__ADS_3

Setelah Dicky selesai mandi dan turun dari kamarnya,di saat yang bersamaan Rey datang.


"Apa acara makan malamnya sudah selesai Dik?"


"Mana calon istri elo?sorry gue telat jalannya macet tadi ada kecelakaan."


"Tuh....dia sudah di meja makan sama mama."


"Tuh cewek yang elo dapet dari biro jodoh kemaren ya Dik?" tanya Rey sambil menggoda Dicky.


Namun Dicky hanya menggeleng,sambil berjalan beriringan dengan Rey menuju meja makan.


"Mah,Rey sudah datang."


Segera Rey menghampiri bu Ratih dan mencium punggung tangannya,dab Rey sangat terkejut saat menoleh ke arah calon istri Dicky dan hendak bersalaman untuk berkenalan.


"Lho......Dita?!"


Dita hanya tersenyum merasa canggung karena sebenarnya mereka sudah saling kenak,bahkan sempat dekat dan Rey pernah menyatakan cinta padanya.


Dulu menolak cintanya Rey,sekarang malah akan menikah dengan Dicky yang jelas-jelas tidak dia cintai dan juga tidak mencintainya.


Itulah yang sekarang ada di dalam pikiran Dita.


"Jadi kamu kenal juga Rey?"


Tanya bu Ratih yang juga merasa heran karena ternyata semuanya sudah saling kenal.


"Iya tante,Dita ini dulu sempet deket sama Rey."

__ADS_1


"Sempet seket apa kamu yang deketin?" kata bu Ratih menggoda Rey.


"Tapi maaf ya Rey,Dita nya buat Dicky aja.Dita ini punya tante hehehe....Sudah sudah ayo makan,nanti keburu dingin makanannya."


Mereka akhirnya makan bersama,meski Dita merasa sangat canggung ketika berada di depan Rey.


Dita merasa tak enak hati karena dulu pernah menolak cintanya Rey yang sudah begitu sangat baik padanya,namun sekarang dia malah akan menikah dengan orang yang dia sendiri tidak tau seperti apa karakternya.


Yang Dita tau,Dicky itu adalah pria sok yang seenaknya saja dan semaunya sendiri.


Setelah selesai makan malam bersama mereka melanjutkan ngobrol diruang keluarga.


Saat Rey menanyakan bagaimana bisa mereka pada akhirnya memutuskan untuk bersama?


Dicky hanya menjawab bahwa Tuhan sudah mengatur semuanya,hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk bersama.


Dan Rey kembali di kejutkan dengan pernyataan Dicky yang malam itu juga mengumumkan akan segera menikah dengan Dita dalam waktu dekat.


"Bagaimana kalo minggu depan acara lamarannya?" kata bu Ratih memeberi usul.


"Apa tidak terlalu mendadak tante?" tanya Rey karena merasa semuanya terasa terburu-buru dan mendadak sekali.


"Iya tante apa itu tidak terlalu terburu-buru?" tanya Dita yang merasa sependapat denga Rey.


"Eh....kalian ini kenapa?niat baik itu tidak boleh di tunda.Iya kan Dik,gimana kamu setuju dengan mama nggak?"


"Hmmmm,iya ma Dicky nurut saja sama mama."


"Anak manis,sayangnya mama sini mama peluk kamu dulu nak....." sambil memeluk anak kesayangannya dan juga tak lupa bergantian memeluk Dita karena merasa sangat girang.

__ADS_1


"Rey,kamu bantuin tante menyiapkan acara lamarannya ya.Nanti kalau kamu lamaran tante juga akan siapkan sama untukmu."


"I...iya tante,siap komandan."


"Gitu dong....sini tante peluk kamu juga anak tampan." giliran Rey yang mendapat pelukan hangat dari bu Ratih.


Malam itu juga mereka mulai merencanakan acara lamaran yang akan di selenggarakan minggu depan di sebuah gedung yang sudah di pilih bu Ratih sesuai dengan kapasitas tamu undangan nantinya.


"Tante....ini kan baru acara lamaran,apa perlu di adakan acara semewah itu sampai harus menyewa gedung segala?" tanya Dita heran karen baru juga acara lamaran sudah terdengar seheboh dan semewah itu,apalagi ini hanya pernikahan bohongan di dalam bayanganya cukup dengan ijab qobul dengan penghulu saja sudah cukup tak perlu di adakan pesta pora toh ini bukan pernikaha. sungguhan kan.


"ma... karena sudah malam,Dicky antar Dita pulang dulu ya."


Karena menyadari suasana kehebohan mamanya terlihat membuat Dita merasa tidak nyaman.


"Dit......apa tidak sebaiknya kamu menginap saja disini?toh sebentar lagi kamu akan jadi iatri Dicky juga."


"Ma.....kami kan belum resmi menikah,apa nanti kata orang kalo Dita sudah menginap disini?"


"Iya tante." Dita membenarkan kata-kata Dicky


"Yuk sayang,aku antar kamu pulang dulu."


Spontan Rey menoleh ke arah Dicky dan Dita secara bergantian,ada yang aneh dengan Dicky.


Rey merasa Dicky yang ada di hadapannya sekarang ini bukanlah Dicky yang dia kenal.


Dicky yang biasanya cuek dan acuh kini berubah manis ketika bersama Dita,bahkan panggilan sayang yang dia tujukan oada Dita.....itu bukanlah hal yang wajar.


Bagaimana mungkin dalam waktu sesingkat itu mereka bisa saling dekat dan akhirnya memutuskan untuk bersama bahkan sebentar lagi akan segera menikah.

__ADS_1


Rey merasa ada yang janggal dengan semua ini,namun Dicky tak mau siapapun tau soal perjanjian pernikahannya dengan Dita.


Bersambung.....


__ADS_2