
Sesampainya halaman parkir kantor,Dita segera turun.
"Makasih ya mas,Dita duluan. Ati-ati."
Sambil melambaikan tangan ke arah dalam mobil.
"Buru-buru banget sih Dit?takut ketahuan cowok kamu?"
"Udah sana mas.....kalau ada yang tau nanti bisa jadi bahan gosip."
"Yaudah aku langsung ya sayangku...."
Rey pun langsung putar balik di halaman parkir dan melajukan mobilnya menuju Jaya Group.
Sesampainya di halaman parkir Rey langsung berlari menuju ruangannya masih sambil ngos-ngosan.
"Kamu habis olah raga Rey?"
Suara Dicky mengagetkan Rey yang baru sejenak duduk mengistirahatkan diri dari kelelahan karena berlari.
"Iya nih Dik,olah raga sambil mengejar cinta.hehehehe...." jawab Rey sambil nyengir.
Sementara di kediaman Wijaya,bu Ratih sedang santai menonton sinetron kesukaannya.
"Mar....!Mar...!"
"Iya bu....!" sambil berlari segera memunculkan diri di hadapan majikan ya.
"Ada apa bu,apa ibu perlu sesuatu?"
"Kamu lagi sibuk ngapain Mar?"
"Saya barusan mau masak buat makan siang bu."
"Tapi belum kan?gak usah masak Mar,kita makan diluar saja."
"Tapi buk,nanti kalau den Dicky marah sama saya gimana?"
"Marah kenapa?!"
__ADS_1
"Kan ibu gak boleh capek,gak boleh makan sembarangan juga buk."
Bu Ratih terdiam,nampak sedang berfikir sejenak lalu meraih hape di atas meja di depannya.
"Halo Dik.....tiba-tiba mama pengen makan Soto yang di daerah sana,boleh mama makan disana ditemani bikMar nak?"
"Apa mama yakin?atau Dicky suruh orang belikan untuk mama aja ya? atau Dicky pesenin via online mam?"
"Yaudah deh kalau kalau gitu gak jadi!"
Bu Ratih mematikan telfnnya lalu meletakkan kembali ke meja dengan kasar.
Bik Mar yang melihat majikannya merajuk seperti anak kecil hanya senyam-senyum sambil berlalu.
Bik mar berinisiatif menelfn Dicky,karena tugas bik Mar yang paling utama adalah menjaga bu Ratih,soal bersih-bersih rumah dan lain-lain itu nomor sekian.
"Halo den Dicky."
"Iya bik,apa mama marah?"
"Iya den ibu ngambek,tadi sudah saya kasih tau kalau makan dirumah saja."
Setelah memutuskan panggilan dengan bik Mar,Dicky berusaha menghubungi mamanya berulang kali,namun bu Ratih mengabaikannya bahkan sering kali di reject.
Setelah beribu kali berusaha menghubungi,akhirnya bu Ratih menjawab telfn Dicky.
"Iya sayangku.......anakku yang paling tampan,ada apa lagi?Mama gak jadi makan soto diluar,mau makan dirumah saja sama bim Mar." berbicara dengan nada di lembut-lembutkan namun dengan intonasi menekan.
"Ma....mama boleh kok keluar makan soto di tempat yang mama sukai,tapi mama gak boleh capek ya,harus hati-hati."
"Kamu yakin?nggak terpaksa kan ngizinin mama?"
"Nggak ma...mama berangkat sekarang aja nanti keburu jam makan siang biasanya rame rumah makannya ma."
"Iya mama siap-siap dulu ya."
"oiya kamu ngomong juga sama Bi Mar,takutnya dia gak percaya kamu udah kasih izin ke mama."
"Mar....!Mar....! nih Dicky mau ngomong."
__ADS_1
"Iya bu...."
"Habis ini kita siap-siap makan soto di luar ya" Bu Ratih berbisik setelah Bi Mar mendekat dan menerima hape dari tangan Bu Ratih.
Bu Ratih dan Bi Mar pun berangkat ke rumah makan soto kesukaan bu Ratih di antar pak Supir.
Saat sedang menikmati santapan makan siangnya,pandangan Bu Ratih tiba-tiba terfokuskan pada seorang perempuan ber baju tosca baru datang bersama seorang teman perempuannya.
"Mar......apa itu Dita?"
Spontan Bi Mar berpaling dari sotony,dan melihat sekeliling mencari ke arah pandangan majikannya.
"Sepertinya iya bu,itu non Dita.Mungkin makan siang disini juga sama temen kerjanya bu."
"Cepetan kita habiskan makannya Mar,lalu kita samperin Dita.Dia harus jelaskan kenapa pulang dari rumah sakit tanpa pamit."
"Baik bu."
Saat bu Ratih sedang terburu-buru menghabiskan makan siangnya,tanpa sengaja pandangan Dita tertuju ke arah bu Ratih.
Saat menyadari adanya bu Ratih di tempat yang sama,Dina segera meminta izin sebentar pada bu Tiwi untuk menyapa seseorang.
Dita berjalan ke arah bu Ratih.
"Ibu,ibu makan siang disini juga?"
Dita menyapa sambil tersenyum seramah mungkin,karena tau bu Ratih pasti masih kecewa padanya.
"Ibu apa kabar?"
Dita bersamalan dan mencium punggung tangan Bu Ratih,karena sudah terbiasa sejak keci setiap bersalaman dengan yang lebih tua selalu cium tangan.
"Maaf ya bu.....waktu pulang dari rumah sakit saya gak bisa nemuin ibu karena saya nggak tau ruangan ibu dan juga yang jemput saya lagi buru-buru."
Bu Ratih pun segera melupakan rasa kecewanya setelah mendengar penjelasan Dita,akhirnya bu Tiwi pun ikut gabung bersama mereka dan ikut mengakrabkan Diri.
Akhirnya Dita dan bu Ratih berpisah karena jam makan siang sudah hampir habis,dan Dita harua segera kembali ke kantor.
Tentunya setelah mereka saling bertukar nomor hape.
__ADS_1
Bersambung....