
"Kurang ajar!"
Dengus Dicky saat Rey menunjukkan isi surat dengan foto keluarga Dicky lengkap beserta kedua anaknya dan juga mama dan tante dari istrinya.
"Dari mana dia dapatkan foto ini,Sialan! Berani-beraninya dia mengusik keluargaku!"
Dicky meremas surat berisi ancaman dan meletakkan foto keluarganya di atas meja kerjanya.
Dicky terduduk dan tertunduk lesu,pasalnya sang peneror sudah mulai berani dengan mengirimkan foto keluarga Dicky dengan lubang tepat dibagian Dicky harusnya berada.
Dengan kata lain foto Dicky di buang dengan cara dilubangi.
"Rey,aku harus segera pulang sekarang! Gantikan posisiku dikantor hari ini."
Segera Dicky bergegas hendak keluar dari ruangannya yang langsung dicegah oleh Reyhan.
"Sabar Dik,mereka sedang sengaja membuatmu panik dengan cara ini.Please jangan pulang sendirian,ini terlalu bahaya untukmu!"
"Rey,yang mereka incar selama ini adalah aku.Tak akan kubiarkan mereka menyentuh keluargaku seujung rambut sekipun!"
"Dik....ayolah,oke oke aku antar kamu pulang sekarang."
__ADS_1
Bujuk Reyhan agar Dicky tidak nekat untuk pulang sendirian dalam keadaan panik seperti ini.
"Rey banyak urusan kantor yang belum kelar,elo harus bantu gue urus kantor ini selama gue gak ada."
Ucap.
Dicky seolah sedang menitipkan seluruh pekerjaan dan tanggung jawab kantor pada Reyhan.
"Rey,pesen gue kalo sampe benar-benar terjadi hal buruk pada hidup gue tolong jagain keluarga gue."
"Lo ngomong apa sih Dik,ngaco deh lo! Pokoknya gue nggak mau tau,gue anterin lo pulang aja deh!"
"Rey....dengerin gue"
Perdebatan sengit pun terjadi diantara dua sahabat yang kini berstatus sebagai bos dan bawahannya.
Reyhan seolah benar-benar sudah tidak lagi memperdulikan statusnya sabagai bawahan Dicky saat di kantor,bahkan berani menasehati dan mengatur kehidupan Dicky saat ini.
"Please Rey,demi gue elu harus jagain seluruh keluarga gue.Anak-anak dan istri gue adalah tanggung jawab elo selama gue nggak ada,gue titip Dita ke elo Rey!"
Ingin rasanya Reyhan menampol mulut sahabatnya itu jika tidak sedang berada di kantor,jika ia tidak lagi ingat bahwa Dicky adalah bosnya dikantor dan jika saja Dicky tidak keburu pergi tanpa Reyhan bisa lagi mengejarnya.
__ADS_1
'DEG'
"Tunggu dulu!"
Reyhan bergumam dengan dirinya sendiri.
Bukankah Dicky bilang dia tak ingin keluarganya disentuh bahkan seujung kuku sekalipun,lalu kenapa dia tadi bilang jika ada apa-apa dengannya maka aku yang harus menjaga keluarganya?
Rey merasa sedikit bingung,lalu pertanyaannya terjawab setelah ia kembali memasuki ruangan Dicky.
Saat ia menemukan tulisan lain dibalik surat ancaman yang sempat Reyhan baca dan bahkan Dicky tidak membacanya.
Rupanya saat Rey membacakan surat ancaman untuk Dicky,ternyata disaat yang bersamaan justru Dicky membaca surat pada lembar yang berbeda di balik surat yang Rey baca.
Jika kau ingin selamat maka pergilah kesebuah gedung tua.
Begitulah isi surat yang telah kusut karena sempat di remas oleh Dicky tadi,tertulis jelas beserta alamat yang harus Dicky tuju.
Pantas saja Dicky begitu buru-buru dan bilang kalau aku harus menjaga istri dan kedua anaknya.
Batin Rey lagi sambil bergegas lari menuju Dicky,namun sialnya Rey sudah tak lagi menemukan Dicky dimanapun.
__ADS_1
Dengan cepat Rey segera menuju dan melajukan mobilnya yang selalu setia dalam keadaan apapun,termasuk mengejar Dicky.
BERSAMBUNG ....