
"Tiwi pulang dulu ya tante."
Tiwi berpamitan sambil mencium punggung tangan tante Dian.
"Aku anter ya."
"Nggak usah,kamu kan capek."
"Nggak kok,ayo aku anter."
Tiwi tak mampu menolah tawaran Rey lagi,karena Rey sudah terlanjur membukakan pintu mobil untuknya.
"Silahkan.......calon istri."
Bisik Rey ke telinga Tiwi,sontak membuat Tiwi tercengng mendengar bisikan Rey ke telinganya.Wajah mereka saling berhadapan dan mata mereka saling menatap.
"Awh! kenapa aku dicubit?!"
Suara Rey mengaduh saat Tiwi mencubit kecil perutnya.
"Cuma pengen ngetes aja,kalau sakit berarti ini memang nyata.Berarti aku nggak mimpi juga nggak sedang halusinasi."
"Harusnya kan kamu yang minta dicubit,kok malah aku yang di cubit?"
"Emang kamu mau nyubit aku? Tega!"
Rey mencubit lembut kedua pipi Tiwi sambil tertawa kecil untuk menggodanya.
Selama dalam perjalanan Tiwi hanya terdiam sambil memikirkan bisikan Rey tadi sebelum mengantarkannya pulang,rasanya masih tak bisa dipercaya.
"Kamu mau langsung pulang?"
__ADS_1
Tanya Rey pada Tiwi,namun tak mendapatkan jawaban atau respon apapun.Justru Tiwi hanya diam mematung dengan pandangan lurus kedepan dan tatapannya kosong.
Rey menepikan mobilnya untuk berhenti.
"Hey,ditanya kok malah melamun?"
Rey menyenggol lengan Tiwi membuatnya sadar dari lamunannya dan kembali kedunia nyata.
"Kamu mikirin apa sih? ditanya bukanya jawab malah ngelamun aja,mikirin aku pasti ini ya?"
Goda Rey dengan wajah cengengesan.
"Ih,GE-ER!"
Jawab Tiwi sambil mencubit kecil perut Reyhan.
"Awh,kok di cubit lagi sih."
"Biarin,habisnya kamu juga suka godain aku sih!"
Tiwi menolehkan wajahnya kearah Reyhan,memandangnya tajam dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Apa kamu serius dengan kata-katamu barusan Rey?"
"Cup"
Reyhan mencium lembut bibir Tiwi tanpa meminta izin,membuat Tiwi tersentak kaget namun juga tidak menolak justru membalas ciuman Reyhan.
Mereka saling berciuman mesra,bibir mereka saling beradu dan lidah mereka saling berperang didalam.
Dua insan yang sedang dimabuk asmara,dengan status nyata saat ini.
__ADS_1
Reyhan melepaskan ciumannya dengan lembut,lalu kembali mengecup bibir Tiwi pelan.
"will you marry me?"
Tanya Rey sok romantis namun meyakinkan,nampak dengan caranya bicara sambil memandang wajah Tiwi.
"Yes,i do"
Jawab Tiwi sambil tersenyum malu dengan menundukkan wajahnya,wajahnya memerah semenjak tadi Rey mencium bibirnya.
"Kita lanjut pulang sekarang?"
Tanya Rey pada Tiwi.
"Iya lah,emang mau kemana lagi?lagian udah malem gini."
"Nggak mampir kehotel dulu?hehehe"
Tiwi mencubit perut Rey lagi sambil menatap sinis Rey dengan menyipitkan matany,dan membuatnya mengaduh untuk kesekian kalinya.
"Cuma bercanda.....aku nggak mungkin melakukan hal lebih dari yang barusan aku lakukan barusan,aku akan menjagamu semampuku nggak mungkin merusaknya."
Tiwi tersenyum sambil memandang kearah wajah Reyhan.
Reyhan mengantarkan Tiwi sampai kedalam rumah,bahkan sempat berbincang sebentar dengan ayah Tiwi diruang tamu.
Rey berpamitan untuk pulang pada sang empunya rumah,lalu melajukan mobilnya menuju rumah.
Semalaman Tiwi tak bisa tidur nyenyak,pikirannya masih melayang teringat kejadian di dalam mobil Rey sepanjang perjalanan pulang tadi.
Akhirnya Rey memberi kepastian tentang status hubungan mereka selama ini,karena sudah entak berapa kali kedua orang tuanya mendesak untuk memperjelas hubungannya dengan Reyhan.
__ADS_1
Namun apa daya Tiwi hanya seorang perempuan yang masih memiliki adab dan rasa malu jika harus mendahului menyatakan perasaannya pada laki-laki.
BERSAMBUNG.....