Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
BAB 61


__ADS_3

"Mama.....kami pulang."


Bisik Dicky sambil berjalan kearah Dita dan memeluknya.


Dita memeluk erat suaminya sambil terus menangis haru,tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.


Dita mengelus perlahan pipi Bintang dan bulan bergantian dengan cara lembut menggunakan jemarinya karena takut membangunkan salah satu atau kedua anaknya.


Bu Ratih dan tante Dewi segera membaringkan sikembar di box baby masing-masing,si Bulan dengan box warna pink sedangkan Bintang box berwarna biru.


Dicky dan Dita sengaja mendesain kamar anak-anaknya tepat di sebelah kamar mereka dengan model connecting room yang diberi pintu tembus agar kamar tetap menyatu,jika mereka ingin ada privasi suatu hari nanti tinggal tutup saja pintunya.😊


Meski awalnya mereka belum tau kapan sikembar akan diperbolehkan pulang oleh dokter,namun Dita dan Dicky sudah menyiapkan kamar bayi serta beberapa barang-barang untuk sikembar beberapa hari setelah Dita pulang dari rumah sakit.

__ADS_1


Dicky dan Dita sengaja menyewa jasa desain interior untuk menata kamar anak-anaknya,serta mempercayakan urusan keperluan kedua buah hatinya pada sebuah brand baby shop ternama dikota ini.


Jadi mereka sudah tak perlu repot-repot lagi berbelanja untuk urusan keperluan sikembar.


Dan benar saja hari ini mereka sudah diperbolehkan pulang oleh dokter karena beberapa hari ini keadaan mereka sudah mulai membaik,bahkan sudah hampir sepekan ini mereka sudah tidaak lagi perlu berada di dalam kotak kaca inkubator.


Banyak anak-anak yang tak seberuntung mereka,yang mampu melewati masa-masa sulit untuk bertahan hidup dengan berbagai alat-alat bantu kesehatan yang harus terpasang di tubuh mereka sampai benar-benar dokter menyatakan mereka baik-baik saja.


Dita dan Dika berencana mengadaka acara syukuran atas kelahiran serta rasa syukur mereka karena sikembar sudah sehat kembali dan diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.


Banyak tamu undangan yang hadir di acara syukuran keuarga mereka hari ini.Selain keluarga,tetangga,teman,rekan bisnis,para karyawan sekantor Dicky,mereka juga turut mengundang anak-anak dari panti asuhan.


Dicky sekeluarga memang telah lama menjadi donatur tetap disebuah panti asuhan dan setiap kali ada acara dikeluarganya,tak pernah sekalipun Dicky sekeluarga melupakan untuk tak mengundang mereka.

__ADS_1


Anak-anak yang kurang beruntung itu nampak bahagia,meski kita tak pernah tau kesedihan yang selama ini mereka rasakan karena harus jauh bahkan mereka tak pernah tau siapa orang tua dan keluarga mereka dan mereka juga tak pernah tau alasan kenapa mereka ditinggalkan.


Dita sendiri bisa merasakan betapa bahagianya anak-anak panti yang hadir dalam acara syukuran hari ini,pasalnya dia sendiri juga tak berbapak juga tak beribu sejak kecil.


Beruntungnya ia di asuh oleh tante yang begitu menyayanginya,bahkan Dita tak pernah merasa kekurangang apapun termasuk kasih sayang orang tua.


Dan lebih beruntungnya lagi kini ia memiliki mama mertua yang juga sangat menyayanginya seperti putri kandungnya sendiri,serta memiki suami yang sangat mencintainya.Bahkan kini Tuhan menganugerahkan amanah dua bayi sekaligus di tengah-tengah kebahagiaan keluarga mereka.


Kini kebahagiaan Dita serasa sangat sempurna dimata siapapun,membuatnya tiada henti-hentinya bersyukur.


BERSAMBUNG.....


*Dari author:Selamat untuk pak Dicky dan bu Dita untuk syukuran atas kelahiran putra dan putrinya.*

__ADS_1


__ADS_2