Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
BAB 57


__ADS_3

Dita merasa sedih karena harus pulang meninggalkan kedua bayi kembarnya dirumah sakit.


Dicky yang menyadari ekspresi kesedihan yang tergambar di wajah sang istri berusaha menghibur untuk menenangkan hatinya.


"Sayang,nanti seminggu lagi kamu kan harus kontrol jadi kita bisa mampir liat si kembar ya."


"Tapi kan nanti nggak bisa ketemu setiap hari."


"Biar aku saja nanti yang sering tengokin mereka."


"Tapi nanti aku juga bakal kangen sama mereka."


"Sayang,kamu kan masih butuh banyak istirahat agar segera pulih.Lagian disini kan ada dokter,banyak perawat juga mama dan tante Dewi yang bergiliran menjaga mereka."


Dengan berat hati akhirnya Dita menurut,dan sebelum pulang kerumah mereka menjenguk si kembar dahulu.


"Sayang,mama pulang dulu ya....maaf mama harus ninggalin kalian disini.Semoga kalian bisa cepat menyusul mama pulang ya,supaya kita bisa berkumpul bersama-sama dirumah."

__ADS_1


Dengan bercucuran air mata Dita membelai si kembar bergantian di pangkuannya.


Dicky pun merasa sedih melihat pemandangan di depannya,seorang ibu yang harus terpisah dari anaknya itu bukanlah hal yang mudah untuk dijalani.


Setelah berpamitan dengan kedua buah hatinya,meski sebenarnya mereka belum mengerti apapun dengan berat hati Dicky dan Dita meninggalkan rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Dita hanya terdiam,pikirannya hanya tertuju pada kedua buah hatinya yang kini terpaksa harus ditinggalkan dirumah sakit.


"Sayan apa mungkin bisa jika kita bawa si kembar pulang dan melanjutkan perawatan dirumah?"


Sebenarnya hal ini sudah pernah dibahas oleh Dicky dengan mamanya,namun bu Ratih melarang Dicky berbuat gegabah.


Bu Ratih khawatir jika perawatan dirumah tidak bisa sama seperti dirumah sakit,meski semua peralatan sama.


Karena meski mereka akhirnya bisa menyewa seorang perawat kerumah namun mereka tidak mungkin menyewa seorang dokter untuk menjaga mereka dirumah.


Untuk itu Dicky harus bersabar dan merelakan kedua buah hatinya dirawat di rumah sakit untuk sementara sampai mereka benar-benar siap untuk dibawa pulang.

__ADS_1


Benar kata bu Ratih sang mama,akan sangat beresiko jika mereka memaksakan kehendak untuk membawa si kembar pulang dan melakukan perawatan dirumah.Bukan perkara uang namun jika dirumah sakit sikembar akan lebih aman karena dekat dengan dokter.


Satu minggu berlalu,waktu untuk Dita kontrolpun tiba.Dokter mengecek luka bekas sayatan di perut Dita,dan hasilnya sudah membaik,sudah tak perlu di tutup dengan perban lagi.


Sebelum pulang kerumah Dita dan Dicky menyempatkan diri untuk mampir keruangan si kembar,lagi-lagi air matanya meleleh setia kali akan berpisah dengan kedua buah hatinya.


Bagaimana tidak,ibu mana yang rela harus berpisah dengan buah hatinya?tidak untuk siapapun termasuk Dita.


Sesampainya dirumah Dita kembali meneteskan air mata,entah kenapa hatinya gelisah seakan hanya ada kedua bayi kembarnya saja yang terbayang-bayang dalam benaknya.


Sementara dirumah sakit seorang perawat dengan gugup memanggil dokter untuk segera memerikasa seorang bayi yang tiba-tiba menangis tiada henti kemudian mengalami kejang,membuat perawat yang hendak mengecek keadaan bayi-bayi yang sedang dalam perawatan menjadi panik.


Terima kasih untuk semua yang masih setia dengan "HATI-HATI DENGAN HATI"


Ayo berikan like,koment serta vote untuk author agar tambah semangat lagi meneruskan ceritanya.😍


BERSANBUNG......

__ADS_1


__ADS_2