
Melihat Dita menangis,Dicky merasa bingung.
Tanpa dia tau apa kesalahannya dan tanpa tau penyebab Dita menangis.
Dicky mendekati Dita dan memeluknya untuk menenangkan hati Dita,Dita pun menangis dalam pelukan Dicky.
"Dit.....sudah lah.....kamu kenapa menangis?"
Pertanyaan Dicky justru membuat Dita menangis semakin menjadi-jadi,membuat Dicky semakin bingung.
"Terimakasih sudah menolong saya,meski semuanya sudah terlambat sekalipun."
"Terlambat?"
"Meski Bram sudah menghancurkan masa depan saya."
"Menghancurkan masa depan?maksud kamu.....?"
"Saat anda menemukan saya apakah Bram sudah....."
"Apa?"
"Bagaimana keadaan saya saat saya di temukan?"
"Kamu dalam keadaan terikat di atas tempat tidur."
"Apakah saya masih dalam keadaan berpakaian lengkap?"
"Nggak tau apakah pakaian kamu lengkap atau tidak,yang pasti kamu masih dalam keadaan berpakaian.Emang kenapa?"
"Hufh.....syukurlah.....brati saya masih aman."
"Maksud kamu apa sih?aku nggak ngerti"
"Sudahlah lupakan,trimakasih ya Mas Dicky karena sudah menyelamatkan saya."
Sambil reflek memeluk Dicky karena merasa senang.
Dicky hanya diam menahan nafasnya yang tak beraturan saat Dita memeluknya,dadanya terasa seperti tersambar arus listrik jantungnya hampir keluar dari dadanya.
"Dit,bisa tolong lepasin nggak?"
Dita langsung buru-buru melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Wajahnya tertunduk menyembunyikan malu.
"Maaf saya hanya merasa terlalu bahagia karena ternyata Bram belum menyentuh tubuh saya."
"Belum menyentuh gimana?orang dia udah gendong kamu dari mobil ke apartemen kok."
"Bukan itu maksudnya....!"
"Iya....iya,aku ngerti."
"Trimakasih ya mas Dicky,apapun akan saya lakukan untuk mas Dicky sebagai balasan terimakasih saya."
"Benarkah?"
"Hem'em....."
"Apapun?"
"Iya,selagi saya mampu akan saya lakukan."
"Kalau aku minta kamu jadi isrti aku,apa kamu juga siap?"
Mata Dita terbelalak tak percaya mendengar ucapan Dicky.
Sedangkan Dicky hanya terdiam,memandang wajah Dita,mata mereka saling pandang.
Dita terkejut saat tiba-tiba tante Dewi datang bersama dengan Rey dan Tiwi.
Tante Dewi dan Tiwi segera berhamburan memeluk Dita,mereka bersyukur Dita masih dalam keadaan selamat.
"Gimana ceritanya sih Dit,kok bisa sampai kayak gini?" tanya tante Dewi masih sambil memeluk dan mengelus rambut Dita.
"Panjang ceritanya tante."
"Mulai sekarang kamu harus hati-hati jangan pergi sendirian."
"Ih tante,aku bisa jaga diri kok."
"Hah,jaga diri?hal seperti ini samapai menimpa kamu dan kamu masih bisa bilang jaga diri Dit?" Rey ikut menimpali.
"Sepertinya mulai hari ini kemanapun Dita pergi harus ada yang mengawal." Dicky ikut memberi saran.
"SETUJU...!" Rey,Tiwi dan juga tante Dewi hampir secara bersamaan menjawab.
__ADS_1
"Dan saya akan siapkan orang untuk mengantar jemput Dita kemanapun dia pergi."
Sontak semua yang ada di dalam ruangan tersebut menoleh pada Dicky,termasuk Dita.
Mereka semua terkejut dengan kata-kata Dicky,kenapa juga dia harus menyiapkan orang untuk mengantar jemput Dita kemanapun dia pergi?kenapa harus Dicky yang menyiapkan semuanya.
"Kenapa?kenapa kalian memandangiku seperti itu?memangnya kenapa?" Dicky merasa bingung saat semua orang memandanginya dengan tatapan aneh seperti itu.
Rey segera menghampiri Dicky,menyentuh dahinya dan memeriksa pergelangan tangannya.
Dicky segera mengibaskan tangan Rey saat di peganginya pergelangan tangan Dicky.
"Ngapain sih lu Rey?"
"Nggak Dik,gue cuma takut aja elu sakit hari ini."
"Apaan sih lu Rey?"
"Elu beneran waras kan Dik?"bisik Rey pelan ke Dicky.
Dicky segera keluar dari ruangan tersebut karena bunyi ringtone di hapenya,segera dia berbicara dengan seseorang di telfn sambil berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Karena hari ini dokter bilang Dita sudah tidak apa-apa maka pihak rumah sakit sudah memperbolehkan pulang sore itu.
Saat Dita dan tante Dewi sedang bersiap-siap untuk pulang,tiba-tiba masuklah seorang perempuan berseragam hitam masuk kedalam ruangan.
"Selamat sore nona,perkenalkan nama saya Rin,saya di tugaskan oleh Tuan Dicky untuk mengantarkan anda pulang kerumah."
Dita dan tante Dewi hanya bisa terdiam saling pandang.
Awalnya mereka ragu,namun akhirnya mereka menurut saja untuk pulang di antar oleh Rin saat Dicky menelfon Rin dan berbicara langsung pada Dita.
Sepanjang perjalanan Dita dan tante Dewi hanya terdiam saling pandang,tapi akhirnya Dita mulai tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.
Dia mulai bertanya banyak hal pada Rin,soal tugasnya mengantarkan Dita pulang.
Ternyata Rin di tugaskan bukan hanya untuk mengantarkan Dita dan tantenya pulang saja,namun tugas Rin adalah menjaga dan juga mengantar kemanapun Dita pergi.
"Maaf nona Tuan meminta saya agar menjaga nona dengan hati-hati,tidak ada yang boleh mengancam keselamatan nona sedikitpun."
"Hah? segitunya banget sih tu orang,emang siapa dia?"
Bersambung......
__ADS_1