
Setelah melalui rundingan yang lumayan alot akhirnya sudah di putuskan jika dua hari sekali Dita akan kerumah mertuanya selama sehari penuh berangkat di antar oleh suaminya sebelum pergi ke kantor dan pulang di jemput setelah pulang kantor.
Mereka pun setuju dan Dita meminta satu tambahan lagi jika satu minggu sekali atau mungkin bisa jadi seminggu dua kali jika dia ingin main ke toko tatenya harus di kabulkan juga.
Dicky akhirnya mengalah untuk memenuhi keinginan sang istri dengan syarat jika Dita dilarang beraktivitas terlalu banyak takut jika kelelahan nanti bisa mengganggu sang jabang bayi dikandungannya nanti.
Untuk malam ini sang mertua akhirnya menginap atas rengekan Dita.
Dita sangat manja sekali semenjak hamil. Tak seperti Dita yang biasanya mandiri dan pekerja keras.
Apalagi sang suami juga melarangnya beraktivitas berlebih,padahal tak ada hal berat yang bisa dikerjakannya.
Apa yang bisa dikerjakan dirumah aja sudah ada bi Asih,pembantu yang menginap jadi jika kapanpun menginginkan apapun tinggal panggil.
Namun Dita tetaplah Dita,apapun akan ia kerjakan sendiri jika masih mampu kecuali hal yang memang tak bisa ia kerjakan sendiri atau ia rasa akan mempengaruhi kandungannya.
"Ma....mama hari ini jadi pulang?"
Tanya Dita pada sang mertua.
"Iya,mama nggak enak lama-lama disini mengganggu kalian."
"Nggak kok ma,kami justru seneng mama disini jadi rame.iya kan mas?"
Dita menoleh ke arah suaminya.
__ADS_1
"Iya."
Jawab Dicky masih sibuk dengan sarapannya.
"Sebenarnya mama juga sangat kesepian dirumah sendirian,tapi apa boleh buat karena Dicky ingin tinggal mandiri."
Memang benar,sudah jadi keputusan Dicky sejak sebelum menikah.Jika ia ingin mandiri tinggal dirumahnya sendiri jika sudah menikah nantinya.
Setelah sarapan bu Ratih berpamitan untuk pulang,dan seharian Dicky dirumah saja menemani sang istri karena memang sekarang adalah hari libur.
Dicky mendekati sang istri yang duduk di sofa sedang serius memelototi gambar kartun bergerak di layar tivi.
"Sayang...."
"Hmmmmm"
"Ngapain?"
"Nontonnya di atas aja"
"Nggak mau ah,enakan disini aja."
Dicky mulai jahil,diletakkan tangannya di atas paha mulus istrinya.
Jari jemarinya mulai sibuk mengelus dan menyibak sedikit demi sedikit bagian bawah daster istrinya yang berbahan kaos.
__ADS_1
"Geli tau mas."
Tanpa menyahut Dicky masih saja sibuk memainkan jemarinya sambil menciumi tengkuk,serta menciumi telinga istrinya.
"Mas....malu tau kalo ada yang liat."
"Makanya,ayo naik."
Akhirnya Dita menuruti kemauan sang suami yang menuntunnya menuju ke kamar mereka di lantai atas.
Segera Dicky menutup dan mengunci pintu kamar setelah mengekor di belakang istrinya.
Dita segera menyalakan tivi kamar dan menekan tombol remot untuk mencari acara kartun kesukaannya.
Namun Dicky seakan tak peduli segera dilanjutkannya keusilan yang sedari tadi sudah ia mulai ketika berada di lantai bawah di depan tivi.
Dita mulai menikmati sentuhan demi sentuhan sang suami,pakaian bagian bawah yang tadinya hanya tersingkap sedikit lama-lama sudah terbuka semuanya.
Acara kartun di tivi yang tadinya di tonton oleh Dita kini berubah menjadi penonton.
Dua insan yang sedang dimabuk cinta dan dibakar oleh panasnya api asmara.
Suara lenguhan serta ******* yang saling bersahutan kini memenuhi ruangan menambah panasnya gairah asmara mereka.
Sampai keduanya terkulai lemas tak berdaya dalam penyatuan.
__ADS_1
Dicky menutup tubuh indah istrinya dengan selimut yang juga menutupi tubuhnya,Dita terpejam dalam pelukan sang suami karena kelelahan.
Bersambung.....