Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 4


__ADS_3

Saat hendak duduk di kursi sebuah taman kecil di area rumah sakit,bu Ratih melihat sosok yang sepertinya tak asing.


Karena penasaran akhirnya bu Ratih memutuskan untuk mendekatinya.


"Kamu....Dita kan?"


"Eh,mmmmmm.....?"


Dita nampak bingung karena ternyata lupa dengn bu Ratih.


"Kamu lupa sama saya? yang pernah ketemu di swalayan waktu dompet saya jatuh."


Dita masih saja bengong,tampak sedang meningat-ingat siapa yang sedang menyapanya.


"Ibu ini....,bu Ratih ya? kok bu Ratih disini,memangnya sakit apa bu?"


"Biasa lah Dit......sudah tua,jadi kena angin dikit masuk angin hehehehe...."


"Oiya Dit,ini siapa? ibu kamu?"


"Eh,iya bu Ratih ini kenalin tante saya.Namanya tente Dewi."


Bu Ratih dan tante Dewi pun berkenalan,mereka ngobrol banyak hal.


Bahkan Dicky pun tak luput menjadi bahan obrolan mereka,bu Ratih menceritakan tentang anak laki-lakinya yang tampan dan baik hati juga sangat berbakti pada Ibunya.


Bu Ratih janji kapan-kapan akan memperkenalkan Dita pada anak laki-laki bu Ratih.


Mereka ngobrol panjang lebar kali tinggi,saling menceritakan kehidupan masing-masing.


Sampai seseorang memanggil bu Ratih dan menghampirinya.


"Buk....ibu disini ternyata? saya sama perawat bingung mencari ibu keman-mana,ternyata disini."


Bu Ratih hanya tersenyum melihat kedatangan bik Mar,yang ternyata juga masih mengenali Dita.


Karena saat pertama kali bertemu Dita di swalayan,bu Ratih sedang bersama bik Mar.


"Bu,kita masuk ya sudah sore.Ibu harus banyak istirahat."


"Tapi Mar.....aku masih pengen ngobrol sama Dita."


"Gimana kalau obrolan kita lanjut di ruangan ibu Dit?"

__ADS_1


"Saya antar bu Ratih sampai kamar ibu saja ya?" rayu Dita.


"Iya bu,Non Dita kan juga perlu istirahat."


"hmmmmmm,baiklah......Ibu saja yang antar Dita sampai ruangan ya biar ibu tau dimana ruangan nak Dita."


Ucap bu Ratih sambil tersenyum menggandeng lengan Dita.


"Dit,sepertinya nih ibu suka deh sama kamu.Jangan-jangan dia berencana nyomblangin kamu sama anaknya."


Bisik tante Dewi menggoda Dita.


Sesampainya di kamar Dita,Bu Ratih memeluk Dita dan berpamitan kembali ke kamarnya di temani bik mar dengan raut wajah kecewa.


"Buk....besok kan masih bisa ketemu non Dita lagi,sekarang ibuk harus istirahat dulu biar cepat sembuh."


"Nanti kalau ibu kenapa-kenapa,saya yang kena semprot Den Dicky."


Pagi harinya setelah selesai sarapan,Dita di periksa oleh dokter.


Karena keadaan Dita sudah membaik,maka sudah di perbolehkan pulang setelah menebusnobat dan mengurus administrasi.


"Halo,Mas Rey......barusan dokter bilang hari ini saya sudah boleh pulang." Dita berbicara dengan Reyhan lewat telfon.


Gak sampai lima belas menit Reyhan sudah mengetuk pintu dan masuk ke kamar rawat Dita,terlihat Tante Dewi sedang mengemasi barang-barang bersiap untuk pulang.


"Kalian pulang naik apa?" tanya Rey.


"Kalau nggak naik taksi mungkin angkot mas."


"Aku anterin aja ya."


"Gak usah nak Rey,nanti malah ngrepotin."


"Iya mas Rey,nanti ngrepotin.Trimakasih ya mas selama ini sudah baik banget sama saya,biayai rumah sakit dan mengganti motor saya,di ganti sama yang baru malah."


Tiba-tiba Dita reflek memeluk tubuh Rey.


"Eh....! maaf mas,saya reflek karena seneng bnget dapet motor baru hehehe."


Dita nyengir sambil melepaskan pelukannya dari tubuh tinggi Rey.


"Makasihnya jangan sama saya Dit,tapi sama Dicky.Kan yang bayarin biaya rumah sakit dan ganti motor kamu si Dicky,bukan saya."

__ADS_1


"Tapi kan lewat mas Rey,jadi saya trimakasihnya juga lewat mas Rey."


"Ayo tante saya bantui bawa barangnya."


Rey sudah dengan sigap menenteng tas berisi entah apa saja isinya,hanya tante dewi dan Tuhan yang tau.


"Tante,apa nggak papa kita pulang tanpa berpamitan dengan bi Ratih?"


"Lalu bagaimana kita mau pamitan Dit?kamarnya yang mana saja nggak tau kok."


"Iya ya tante,tapi Dita nggak enak takut beliau kecewa."


"Lagi pada ngomongin siapa sih?" Tanya Rey penasaran.


"Bukan siapa-siapa kok Rey,cuma kenalan Dita kebetulan ketemu kemaren di taman."


Tante Dewi berusaha menjelaskan.


"Tadi siapa namanya tante?bu Ratih?"


"Iya kebetulan di rawat disini juga,kayaknya suka sama Dita,mau di jadikan menantu kayaknya." kata Tante Dewi sambil tertawa menggoda Dita.


" Apaan sih tante ini....!"


Tiba-tiba suara ring tone hape milik Rey bernyayi dengan merdunya.


"Halo bos......oke."


"Aku anter sekarang ya Dit,bos udah telfn suruh segera ke kantor."


"Aduh....mas Rey,aku jadi gak enak.Aku naik taksi aja ya."


"Udah gakpapa sekalian jalan kita searah kok."


"Beneran gpp Mas?"


"Udah gak papa,ayo buruan."


Sebenarnya Dita ingin ketemu bu Ratih dahulu sebelum pulang untuk berpamitan,namun sayangnya Dita ataupun tante Dewi tak ada yang tau dimana ruangan bu Ratih.


Akhirnya Dita dan tante Ratih pulang di antarkan oleh Rey dengan selamat sampai rumah.


Setelah memastikan Dita dan tante Dewi sampai rumah barulah Rey tancap gas, menuju ke kantor karena sudah dapat titah langsung dari yang mulia Raja Dicky Angga Wijaya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2