
Akhirnya Tiwi dan Leo akur kembali,mereka bertiga sarapan bersama setelah berolah raga lari pagi ini.
"Nah.....kalo akur gini kan bagus,enak liatnya."
Reyhan mulai menggoda kedua kakak beradik yang kadang akur nempel banget kayak perangko,tapi kalo lagi berantem kayak tom and jery.
"Leo,kamu punya pacar?"
Tanya Rey pada calon adik iparnya.
"Pacar? nggak!"
"Masak sih?"
Rey memandangi wajah Leo,bahkan memperhatikan Leo dari ujung kepala sampai kaki,turun kebawah lalu naik lagi dilihatnya wajah Leo dengan lebih seksama.
"Kenapa kak,nggak percaya kalo orang seganteng aku nggak punya pacar?"
Ucapnya sambil melirik kearah Reyhan.
"Uhuk!"
Sontak membuat Tiwi yang sedang menenggak air mineral dalam botol ditangannya jadi tersedak.
Sedangkan Reyhan hanya tersenyum geli mendengar kenarsisan perkataan Leo,baru juga Reyhan hendak menghabiskan bubur ayamnya yang tinggal suapan terakhirn tiba-tiba suapannya terhenti ketika mendengar notifikasi panggilan telfon dihapenya.
Segera dirogohnya hape dari saku celana trainingnya lalu menggeser layar pada smartphonenya.
"Halo Dik....."
Ternyata itu telfon dari Dicky,bos sekaligus sahabatnya.
"Maaf ya...kita harus pulang sekarang,gue ada kerjaan."
Reyhan segera membayar sarapan mereka pagi ini,lalu menggandeng Tiwi sang kekasih sedangkan Leo hanya mengekor di belakang mereka bak Bodyguard.
"Ada apa sih Rey? ini kan hari libur,masaka Dicky ngasih kerjaan juga buat kamu dihari libur?"
"Ya,begitulah Dicky."
__ADS_1
"Terus kalo kalian udah nikah nanti,apa waktu kak Rey juga bakalan habis buat kerja?"
Tanya Leo ikut memotong pembicaraan.
"Semoga aja nggak"
Jawab Rey sambil melajukan kendaraannya menuju rumah Tiwi.
Sedangkan Tiwi hanya tersenyum melihat kearah Leo adiknya.
Dia belum tau dan belum merasakan bagaimana mengemban tanggung jawab besar untuk sebuah jabatan dalam pekerjaan.
Setelah mengantarkan Tiwi dan adiknya selamat sampai tujuan,Rey segera melajukan kendaraan menuju kediaman Dicky.
Mereka mulai mendiskusikan masalah yang sedang terjadi dan mencari jalan keluarnya.
Ternyata di kantor cabang yang berada di luar kota sedang ada masalah,beberapa petinggi menyalah gunakan jabatan mereka demi keuntungan pribadi.
Dicky ingin menindak lanjuti hal ini kejalur hukum,namun dalam hal ini tidak bisa langsung bertindak gegabah tanpa mengumpulkan bukti yang cukup.
Sebenarnya di sana ada orang kepercayaan Dicky yang bisa saja dijadikan saksi,namun apalah artinya saksi jika tak ada bukti yang mampu mengungkap fakta.
Usul Rey sambil meneguk minuman dingin yang tersaji di atas meja.
"Nggak segampang itu Rey,gue juga pengennya gitu tapi jika kita tidak bisa menemukan bukti sama aja percuma."
Dicky mengacak-acak rambutnya,berharap akan ada ide disana untuk menemukan jalan keluarnya.
"Nah.....!"
TAK
Rey menjentikan antara jari tengah dengan ibu jarinya,sambil berdiri dengan tiba-tiba,membuat Dicky terkaget.
"Ngagetin gue aja lu Rey!"
Sambil menelonyor kepala Rey sahabatnya itu.
"Hehehehe......Sory bos."
__ADS_1
Ucap Rey sambil terduduk kembali.
"Ada ide apa lu?"
"Sabar lah bos,apa anda tidak tahu kalau saya sedang meminum minuman saya bos?!"
Rey malah meledek sahabatnya dengan perkataann formalnya layaknya bawahan yang berbicara dengan bosnya.
Dicky hanya terdiam memandangi wajah Rey dengan mimik kesal namun masih berusaha sabar menunggu ide gila apa yang telah muncul di kepala Rey.
Sedangkan Rey balik memandangi wajah serta tubuh Dicky dari atas sampai kebawah lalu kembali melihat wajah Dicky,menyentuh wajahnya dan memalingkan wajah bosnya ke kanan serta kekiri.
"Ngapain sih kamu?"
Dicky menepis tangan Rey dari wajah tampannya.
"Jangan bilang kamu naksir ya sama aku!"
"Disaat seperti ini,lu masih bisa bercanda Dik?"
"Lu yang bercanda Rey."
Dicky kembali ke layar laptop yang sedang menyala di hadapannya.
"Lu cari Dik,di kantor itu lagi cari karyawan nggak?trus bagian apa,coba lu cek."
"Disini bosnya siapa! Kenapa malah lu nyuruh-nyuruh gue?!"
Sambil melaksanakan apa yang Rey mau,Dicky mengedumel pada asistennya yang nggak tau diri itu.
"Dan begonya elu mau kan? Hahahahaha...."
"Cleaning servis."
"Hah! Serius lu? nggak ada lowongan lain yang agak kerenan dikit gitu?misal staf atau apa gitu?"
"Nggak ada,adanya cuma itu."
BERSAMBUNG.....
__ADS_1