Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
BAB 58


__ADS_3

"Halo,pak Dicky bisakah anda segera datang kerumah sakit sekarang?"


Dicky menerima panggilan telfon dari pihak rumah sakit.


"Ada apa?apakah ada hal serius?"


Dicky segera menyambar jaket kemudian berlari menuju mobil,setelah berpamitan dengan Dita dengan alasan ada hal serius yang harus ia urus dikantor.


Untungnya Dita sepertinya tak menaruh curiga.


Dicky segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit,namun naasnya Dicky terjebakacet.


"Halo Rey,suruh orang ambil mobilku ya,nanti aku share lokasinya."


Dicky segera memesan ojek online agar segera sampai dirumah sakit secepat mungkin karena takut akan terjadi hal buruk pada anak-anaknya.


Tak perlu waktu lama akhirnya Dicky sampai dirumah sakit,lalu buru-buru menuju ruang NICU dimana kedua buah hatinya dirawat.


Bahkan hampir saja dia sampai lupa mengembalikan helm milik tukang ojek online,untung saja sang pemilik helm mengejarnya hingga kepintu masuk rumah sakit.


Segera Dicky berlari menuju ruang perawatan kedua anaknya.


"Maaf sus,tadi saya mendapat telfon dari rumah sakit dan diminta untuk segera datang kesini.Apakah ada hal yang terjadi pada kedua anak saya?"


Saat Dicky datang dan menanyakan keadaan anak-anaknya pada salah seorang perawat yang sedang berjaga disana kebetulan sang dokter yang bertugas merawat kedua buah hatinya lewat hendak memeriksa pasien.

__ADS_1


"Maaf pak Dicky."


"Iya dokter,bagaimana keadaan anak-anak saya?"


Tanya Dicky dengan gugup,karena takut terjadi hal buruk pada anak-anaknya.


Dicky sengaja tidak jujur pada Dita tentang telfon dari rumah sakit karena tidak mau membuat sang istri cemas,bagaimanapun Dita sedan dalam masa penyembuhan.


"Mari kita bicara diruangan saya pak"


"Baik."


Tanpa digiring Dicky dengan patuh mengekor dibelakang sang dokter berjalan menuju ruangan sang dokter untuk mendapatkan kejelasan tentang keadaan kedua bayi kembarnya.


"Begini pak Dicky,karena keadaan anak-anak bapak sudah mulai membaik jadi mereka sudah bisa melakukan perawatan dirumah."


"Benar pak,mereka sudah tidak lagi memerlukan alat bantu pernafasan,suhu tubuh nereka sudah normal,juga berat badan mereka sudah cukup yakni Bulan dengan berat 2800gram sedangkan Bintang beratnya kini mencapai 3000gram."


"Lalu kapan saya bisa anak-anak saya pulang dokter?"


"Seharusnya hari ini juga bisa langsung bawa pulang,tapi saya harus benar-benar memastikan bahwa semuanya aman.Jadi bapak bisa membawanya besok siang."


Dicky segera pulang setelah terlebih dahulu membesuk kedua buah hatinya,Dicky menggendong keduanya bergantian dengan perasaan bahagia.


"Sayang baik-baik disini ya,besok kita pulang dan akan berkumpul dirumah bersama dengan mama,oma dan omante."

__ADS_1


Omante adalah panggilan untuk tante Dewi,yang artinya oma tante.


"Halo ma,besok Bulan dan Bintang sudah boleh pulang.Boleh Dicky minta tolong ma?"


Dicky seperti sedang merencanakan sesuatu dengan mamanya lewat panggilan telfon di hapenya.


"Halo tante,besok Bulan dan Bintang sudah boleh pulang.Bisakah Dicky minta tolong pada tante?"


Setelah menelfon sang mama,Dicky kemudian menelfon tante Dewi untuk menyusun sebuah rencana yang lain.


Setelah menutup telfon Dicky berjalan dengan santai menuju parkiran,merogoh sakunya untuk mencari kunci mobil.


"Astaga,aku lupa."


Dengan menepuk pelan jidatnya sendiri Dicky baru teringat jika tadi mobilnya terjebak macet,dan dia datang kerumah sakit dengan ojek online sedangkan kunci mobilnya telah ia antarkan ke kantor melalui ojek online yang sama.


"Halo Rey,baiklah."


Tak perlu waktu lama seorang laki-laki muda,sepertinya usianya lebih muda darinya datang membukakan pintu mobil untuknya.


"Silahkan pak."


"Terima kasih,langsung kerumah saya ya."


"Baik pak."

__ADS_1


Reyhan memang selalu tau apa yang harus ia lakukan,sesuai perintah Dicky ia menugaskan seseorang untuk mengurus mobil Dicky yang sedang berada di tengah kemacetan lalu mengirimnya kerumah sakit untuk menjemput Dicky.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2