
Setibanya di depan kantornya Dita segera membuka sabuk pengaman dan bergegas hendak turun.
"Dit nanti jam makan siang bisa keluar?"
"Kemana?"
"Mama nyuruh kita liat gaun buat acara lamaran."
"Kita cuma berdua?apa tante Ratih juga ikut?"
Dicky hanya mengangkat kedua bahunya,lalu berlalu meninggalkan Dita dan melajukan mobilnya.
Jam makan siang tiba,Dicky sudah siap di parkiran menunggu Dita saat menghubungi haoe Dita.
Segera Dita meluncur menuju Dicky yang sudah siap membawanya.
"Lama sekali,membuatku menunggu."
"Iya maaf tadi saya harus menyelesaikan sedikit pekerjaan dulu."
"Besok kamu urus cuti selama persiapan lamaran kita."
"Apa?kenapa harus cuti segala,kan cuma lamaran.Lagian masih 6 hari lagi kan?"
"Jangan membantah."
Seketika Dita hanya bisa terdiam menunduk karena takut,ternyata Dicky adalah laki-laki yang seperti itu jika mereka hanya berdua.
"Besok biar aku hubungi orang kantor kamu."
"Iya."
Sepanjang perjalanan lagi-lagi mereka hanya saling diam,kemesraan dan kedekatan di antara mereka hanya terjadi ketika sedang berada di depan orang lain saja..
"Hay Dit,sini.....!"
Bu Ratih melambaikan tangan ke arah Dita dan Dicky saat mereka berdua memasuki pintu boutiq.
Segera Dicky menggandeng tangan Dita dengan mesranya untuk mendekat ke mamanya.
"Sayang,kamu mau mau gaun yang seperti apa di acara pertunangan kita nanti?"
__ADS_1
"Menurut an..... eh menurut kamu cocoknya aku pakai yang mana mas?"
"Sini biar mama yang pilihkan"
Bu Ratih memilihkan beberapa gaun yang sekiranya cocok untuk Dita,lalu menyuruh Dita untuk mencobanya satu persatu.
Saat Dita sedang ke kamar ganti untuk mencoba pakaian,Dicky keluar ruangan untuk menelfon seseorang.
Yang ternyata Dicky menghubungi orang kantor Dita untuk memintakan izin buat Dita karena perintah dari mamanya.
Setelah mencoba beberapa gaun akhirnya mereka sepakat memilih satu gaun yang nampak elegant saat di kenakan oleh Dita dan mengambil satu lagi gaun untuk cadangan.
Setelah selesai mendapatkan gaun bu Ratih mengajak mereka makan siang bersama,karena tau mereka berdua memang belum makan dan langsung menuju ke boutiq setelah dari kantor.
"Maaf tante,Dita harus segera kembali ke kantor karena jam makan siang akan segera habis."
"Tenang saja Dit,tadi Dicky sudah izik ke kantor kamu kok.Iya kan Dik?"
"Hmmmm....."
Dengan tatapan penuh tanya Dita memandangi Dicky,sedangkan Dicky hanya sekilas menatap Dita dan langsung berjalan menuju mobil sambil menggandeng Dita.
"Udah,nurut aja sama apapun yang dikatakan mamaku.Ingat perjanjian kita.Apa kamu ingat peraturan nomor 3?tidak boleh membantah mama apalagi sampai membuatnya kecewa."
Tampak dari arah bu Ratih Dicky seperti sedang mencium pipi Dita.
"Dik.....liat situasi dong.....jangan main sosor di tempat umum."
kata bu Ratih meledek,tanpa tau bahwa Dita merasa sedang di ancam.
"Iya iya mah....ayo buruan kita makan,Dita pasti sudah lapar ma."
Salah satu tangan Dicky menggandeng tangan mamanya dan sebelah lagi tampak masih menggandeng Dita sehingga posisi Dicky berada di tengah antara kedua wanita.
Setelah selesai makan,bu Ratih mengajak Dicky dan Dita untuk mampir ke toko tante Dewi.
Selain karena memang suka dengan kue di toko tersebut,bu Ratih juga ingin sekali bertemu dengan besannya.
Sesampainya di toko kue bu Dewi,mereka mengobrol sebentar hanya menyampaikan bahwa Bu Ratih dan Dicky besok malam akan berkunjung kerumah tante Dita untuk membahas rencana lamaran sekaligus rencana pernikahan Dita dan Dicky.
Tante Ratihpun menyambut hangat rencana bu Ratih.
__ADS_1
Dicky sudah mengajukan cuti sementara waktu untuk Dita sampai acara lamaran selesai,jadi hari ini adalah hari terakhir Dita pergi ke kantor sampai masa cutinya selesai.
"Mas,apa tidak apa-apa saya mengambil cuti terlalu lama sampai berhari-hari?
"Tenang saja Dit,perusahaan kita sudah lama bekerja sama dengan perusahaan dimana kamu bekerja."
"Maksud tante?"
"Memangnya kamu tidak tau,kalo calon suami kamu ini pemilik sekaligus pewaris tunggal perusahaan Jaya group?"
Dita memandang wajah Dicky penuh tanda tanya,bagaimana bisa dia sama sekali tidak mengenal siapa calon suaminya.
Dan yang membuat Dita sangat terkejut adalah calon suaminya ternyata adalah pemilik Jaya Group yang tidak di ragukan lagi kekayaannya.
"Lalu kenapa dia memilihku sebagai calon istrinya?apa menurutnya karena aku ini hanyalah gadis miskin yang bodoh sehingga bisa di perlakukan semaunya?"
Pikiran Dita berkeliaran kemana-mana.
"Ma habis ini kita mampir ke kantor sebentar ya."
"Mau ngapain lagi sih Dik,bukankah hari ini sudah janji sama mama akan mengosongkan semua jadwal kamu?"
"Iya ma....tapi ada klien yang mendadak ingin bertemu jam 2 ini."
"Memangnya nggak bisa di tunda hari lain?"
"Nggak bisa ma,orangnya disini cuma hari ini.Jam 4 nanti harus pulang lagi ke negaranya."
"Tante.....nggak papa kita ikut mampir sebentar saja,nanti kita tunggu mas Dicky sampai selesai."
"Atau...mama sama Dita pulang sendiri naik taksi aja Dik.....?"
" Nggak usah ma,Dicky nggak lama kok.Lagian Dicky nggak mau terjadi apa-apa lagi sama Dita."
Dita merasa malu sendiri terbawa perasaan saat mendengar perkataan Dicky yang seakan mencemaskannya.
Bersambung......
Sebenarnya bagaimana sih perasaan Dicky terhadap Dita?
Outhor juga penasaran.😁
__ADS_1